DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep Mahasiswa pada Topik Grafik Kinematika Satu Dimensi dengan Pembelajaran Collaborative Socratic Questioning disertai Web Based Formative Assessment

intan ekananda kirana

Abstrak


Kemampuan berpikir kritis adalah salah satu elemen penting bagi peserta didik di Abad 21. Keterampilan berpikir kritis perlu dikembangkan dalam diri siswa agar siswa dapat lebih mudah memahami konsep. Rendahnya kemampuan berpikir kritis mengakibatkan kesulitan siswa dalam menguasai konsep fisika. Banyak kesulitan siswa yang ditemukan pada topik grafik kinematika. Berbagai usaha dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut, diantaranya mendorong siswa melakukan aktivitas di laboratorium fisika, pendekatan multirepresentasi, tutor komputer, menggunakan video digital tetang gerak, dan model komputasi. Collaborative Socratic Questioning merupakan strategi pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pemahaman, dan menstimulasi berpikir kritis siswa. Penilaian formatif online yang interaktif dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa pada topik grafik kinematika satu dimensi dengan Pembelajaran Collaborative Socratic Questioning disertai Web-based Formative Assessment.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan mixed methods dengan desain embedded experimental. Subjek penelitian terdiri dari 32 mahasiswa Semester I Program Studi IPA Universitas Negeri Malang yang menempuh Mata Kuliah Fisika Dasar I. Data kuantitatif kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep diperoleh dari pre-test dan post-test yang memanfaatkan tes uraian dan pilihan ganda dengan alasan. Data kualitatif diperoleh dari angket, aktivitas pembelajaran di kelas, alasan jawaban siswa, e-learning, dan wawancara.

Kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa terhadap grafik kinematika satu dimensi sebelum pembelajaran memiliki peringkat huruf D+ dengan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis 31,05 dan nilai rata-rata penguasaan konsep 25,47 dengan rentang nilai 0 hingga 100. Kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa terhadap grafik kinematika satu dimensi setelah pembelajaran berada pada kategori sedang dengan peringkat huruf C dengan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis 46,97 dan nilai rata-rata penguasaan konsep 45,17 dengan rentang nilai 0 hingga 100. Berdasarkan nilai N-gain kemampuan berpikir kritis (0,23) dan N-gain penguasaan konsep (0,26) terlihat bahwa pembelajaran collaborative socratic questioning disertai web-based formative assessment menghasilkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep pada kategori rendah. Sementara berdasarkan nilai d-effect size kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep (1,41), pembelajaran memiliki pengaruh yang kuat terhadap kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep grafik kinematika mahasiswa. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kesulitan mahasiswa diantaranya dalam menentukan kecepatan sesaat dari grafik lengkung hubungan posisi waktu dan menentukan luas area di bawah grafik.

Pembelajaran perlu ditekankan pada cara menentukan luas daerah di bawah grafik dengan tanya jawab yang lebih intensif dan mendalam, serta perbanyak soal latihan yang dapat digunakan siswa belajar dalam e-learning. Selain itu diperlukan soal yang lebih banyak mengenai grafik lengkung yang menuntut mahasiswa menentukan kecepatan sesaat dan percepatan sesaat. Mahasiswa perlu diberi waktu yang lebih banyak untuk berpikir dan memahami konsep grafik kinematika. Pengajar harus mendampingi dan berperan aktif saat diskusi online agar tanya jawab selaras dengan persoalan yang muncul. Pemberian ranking pada setiap kuis memberikan motivasi lebih untuk siswa. Penelitian ini tentu memerlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa khususnya pada bidang fisika.