DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar berbasis Schoology Bercirikan penemuan terbimbing

ABROR, MASOBIHUL.

Abstrak


RINGKASAN

Abror, Masobihul. 2019. Pengembangan Bahan Ajar berbasis Schoology Bercirikan penemuan terbimbing.Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Makbul Muksar, S.Pd., M.Si. (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si., P.hD

Kata Kunci: bahan ajar, schoology, penemuan terbimbing

Era revolusi industri 4.0 sudah tidak dapat dihindari lagi. Pemerintah sudah mulai mempersiapkan program link and match, revitalisasi SMK, rebranding SMK, dan lainnya. Namun era ini belum diimbangi dengan bahan ajar dan pembelajaran yang terkait dengan tekhnologi secara maksimal. Hasil observasi awal di SMKN 1 Pungging dan SMKN 1 Dlanggu. Tidak semua guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran terutama matematika. Ada salah satu guru yang menggunakan tekhnologi dalam pembelajaran namun hanya sebatas grup aplikasi Whatsapp untuk berbagi file modul dan penggunaan edmodo sebagai sarana ujian. Disamping itu nilai Ujian Nasional menunjukkan bahwa siswa SMK memperoleh rata-rata nasional terendah untuk mata pelajaran Matematika pada Tahun 2018. Dari analisis indikator hasil ujian nasional ada beberapa indikator yang mencapai kurang dari 10%, salah satunya adalah materi barisan dan deret aritmatika. Maka dari itu penelitian pengembangan bahan ajar berbasis schoology bercirikan penemuan terbimbing ini dirasa perlu dilakukan untuk mengatasi sedikit masalah tersebut.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Dick and Carey. Model pengembangan ini terdiri dari 10 tahap. 3 tahap awal yaitu  Analisis kebutuhan, pembelajaran dan karakteristik peserta didik digunakan untuk merancang 4 tahap berikutnya yaitu merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, dan memilih materi pembelajaran. Sedangkan 3 tahap terakhir yaitu menyusun tes formatif, merevisi pembelajaran dan merancang evaluasi sumatif untuk menguji kevalidan dari 4 tahap sebelumnya.

Uji coba produk mutlak diperlukan untuk menguji keefektifan, dan kepraktisan hasil pengembangan ini. Uji coba produk dilakukan 3 tahap yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Uji coba perorangan dilaksanakan pada 1 siswa SMK Islam Baburrohmah. Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada 5 siswa secara acak di kelas XII TKJ 3 SMKN 1 Pungging. Dan terakhir Uji coba lapangan pada 30 siswa kelas XI TKJ 3 SMKN 1 Pungging. Validasi produk juga dilakukan oleh 2 orang validasi ahli materi dari salah satu Dosen Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang dengan pendidikan S3 dan satu guru matematika SMKN 1 Pungging dengan pendidikan S2 untuk menguji menilai produk dan memberi saran perbaikan sampai valid.

Hasil dari penelitian ini adalah sebuah Course pada laman www.schoology.com yang dapat diakses dengan cara mendaftar akun lalu memasukkan kode akses FR2Q4-4GXFD. Bahan ajar untuk materi barisan dan deret ini terbagi dalam 6 folder yaitu Pendahuluan, materi prasyarat, Barisan aritmatika, deret aritmatika, latihan dan ujian, serta remidial dan pengayaan. Dimana folder barisan aritmatika dan deret aritmatika masing-masing terdiri dari 4 kegiatan belajar.

Hasil validasi Ahli materi dari 21 indikator dapat kita hitung rata-rata validasi bahan ajar adalah sebagai berikut :

V_a=(∑_(i=1)^21▒I_i )/m=69,5/21=3,31

Disini kita bisa katakan bahwa bahan yang digunakan sudah valid. Selain itu juga ada beberapa masukan yang disampaikan validator 2 yaitu bahan ajar sebaiknya forum diskusi kegiatan belajar 7 perlu diberi gambar atau susunan nya yang lebih menarik.

Dari angket respon guru dan angket respon siswa dapat kita hitung rata-ratanya adalah sebagai berikut :

P=(∑_(k=1)^2▒P_k )/m=6,85/2=3,42

Dari data tersebut nampak bahwa hasil uji kepraktisan adalah 3,42 yang dapat dikategorikan bahwa bahan ajar ini terbilang praktis.

Bahan ajar berbasis Schoology ini dikatakan efektif karena ketuntasan belajar siswa lebih dari 80%. Dilihat dari rata-rata nilai Ujian Utama 30 siswa adalah 81 ini juga menunjukkan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis Schoology  ini valid, efektif dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi barisan dan deret aritmatika. Peneliti berharap penelitian ini perlu dikembangkan pada materi lainnya sehingga dapat digunakan juga dalam Flipped learning atau blended learning untuk pembelajaran 1 tahun dengan bahan ajar yang lebih kreatif dan inovatif.