DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Berbasis SQ4R untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Pembelajaran Biologi

Nisak, Nurul Zakiyatin.

Abstrak


RINGKASAN

 

Nisak, Nurul Zakiyatin. 2019. Pengembangan Modul Berbasis SQ4R untuk

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada

Pembelajaran Biologi. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi,

Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Murni Saptasari, M.Si.,

(II) Prof. Dr. A Duran Corebima, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan modul, modul biologi, SQ4R, berpikir kritis

Berpikir kritis merupakan kompetensi abad 21 yang dibutuhkan dalam

menghadapi berbagai situasi dan permasalahan sehingga penting untuk

dikembangkan melalui pembelajaran. Faktanya keterampilan berpikir kritis siswa

ditemukan masih tergolong rendah.

Upaya mengembangkan keterampilan berpikir kritis dapat berupa

penggunaan model pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review

(SQ4R). Model SQ4R memiliki kelemahan jika diterapkan selama pembelajaran

yaitu sangat bergantung pada sumber belajar/bahan ajar yang digunakan.

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk

(1) menghasilkan modul SQ4R yang

layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada

pembelajaran biologi;

(2) mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis

siswa antara yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan buku teks,

model pembelajaran SQ4R dan buku teks, serta model pembelajaran SQ4R dan

modul SQ4R.

Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yakni penelitian pengembangan dan

penelitian kuasi eksperimen. Model pengembangan yang digunakan yaitu model

ADDIE. Analisis data penelitian pengembangan dilakukan untuk mengetahui

kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas produk. Rancangan penelitian kuasi

eksperimen menggunakan pretest posttest experiment & control group design.

Analisis data penelitian kuasi eksperimen dilakukan dengan uji anakova.

Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa modul SQ4R layak,

praktis, dan efektif. Modul layak karena telah memenuhi karakteristik self

instructional, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly. Modul

memperoleh nilai kelayakan dari ahli bahan ajar sebesar 82,35% (layak), dari ahli

materi sebesar 97,5% (sangat layak), dan dari praktisi lapangan sebesar 98,18%

(sangat layak). Modul yang dikembangkan sangat praktis untuk digunakan dengan

perolehan nilai kepraktisan sebesar 94,96%. Modul yang dikembangkan juga

efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dilihat dari hasil penelitian kuasi

eksperimen yang telah dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian kuasi eksperimen ditemukan bahwa terdapat

perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara yang dibelajarkan dengan

model SQ4R dan modul SQ4R (kelas eksperimen), model SQ4R dan buku teks

(kelas kontrol positif), serta pembelajaran konvensional dan buku teks (kelas

kontrol negatif). Keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi

8,16% dari kelas kontrol positif dan lebih tinggi 6,38% dari kelas kontrol negatif.

Keterampilan berpikir kritis pada kelas kontrol positif tidak berbeda dengan kelas

kontrol negatif. Dengan demikian, penggunaan modul SQ4R berpengaruh dalam

meningkatkan keterampilan berpikir kritis.