DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Sungai Berbasis Masyarakat: Studi Kasus Kawasan Sungai Kuin Banjarmasin, Kalimantan Selatan

PARIDA . ANGRIANI

Abstrak


Pengelolaan sungai berbasis masyarakat merupakan salah satu bentuk pengelolaan sungai secara terpadu dan berkelanjutan. Padatnya pemukiman di pinggiran Sungai Kuin, menyebabkan sungai mengalami pendangkalan. Untuk itu diperlukan peran semua pihak dalam pengelolaannya, terutama masyarakat setempat. Partisipasi masyarakat menjadi kunci strategis untuk diberdayakan dan disinergikan dengan komponen lainnya dalam pengelolaan sungai. Fokus penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan faktor pengikat masyarakat Kampung Kuin dengan sungai dilihat dari cara hidup masyarakat dan ketergantungannya terhadap sungai serta bentuk adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sungai; (2) mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat Kampung Kuin dalam pengelolaan sungai; (3) mendeskripsikan makna sungai bagi masyarakat Kampung Kuin; dan (4) membuat rancangan model pengelolaan Sungai Kuin berbasis masyarakat sehingga kelestarian Sungai Kuin dapat tetap terjaga.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data melalui validitas internal (credibility), validitas eksternal (transferability), reliabilitas (dependability) dan objektivitas (confirmability). Informan dalam penelitian ini terdiri atas 2 orang Pemangku Sungai, 2 orang dari Komunitas Melingai, 4 orang dari pejabat pemerintah terkait, dan 16 orang warga Kampung Kuin.

Hasil penelitian iniadalah (1) faktor keterikatan masyarakat Kampung Kuin dengan Sungai Kuin hanya pada pemanfaatan sungai untuk pemenuhan kebutuhan air bersih untuk keperluan MCK, sedangkan faktor pengikat yang lain, yaitu aktivitas transportasi sungai dan aktivitas ekonomi (pasar terapung) sudah semakin tergeser oleh fungsi daratan (jalan darat). Adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sungai dapat dilihat dari pembuatan rumah di pinggir sungai dengan sistem panggung; (2) bentuk partisipasi masyarakat Kampung Kuin dalam pengelolaan sungai hanya bersifat partisipasi konsultasi dan partisipasi yang didorong dengan insentif atau bantuan; (3) pemaknaan sungai secara tidak langsung terlihat dari pandangan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai dan tercermin dari kehidupan sehari-hari mereka; dan (4) rancangan model pengelolaan Sungai Kuin berbasis masyarakat disusun berdasarkan prinsip pendekatan bottom up dengan tujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat Kampung Kuin sendiri dan menjadikan mereka sebagai partner dalam dalam pengelolaan sungai.Model pengelolaan yang dirancang terdiri atas tujuh tahapan yang semua tahapannya dirancang untuk membangun partisipasi masyarakat.

 

Model pengelolaan Sungai Kuin berbasis masyarakat merupakan salah satu alternatif solusi dalam mengatasi masalah pengelolaan sungai di Banjarmasin, terutama dalam pelibatan masyarakat lokal. Di samping itu, dengan berbekal rancangan tersebut, wilayah Sungai Kuin diharapkan akan menjadi wilayah self design yang dapat di rekayasa masyarakat setempat sesuai dengan budaya dan relasi manusia dengan Sungai Kuin itu sendiri.Sehubungan dengan itu, dalam pelaksanaan pengelolaan sungai berbasis masyarakat, pemerintahharus benar-benar “rela” memberikan kewenangan pengelolaan sungaikepada masyarakat dan komunitas. Di samping itu, pemerintah juga harus memberikan dukungan dan pendampingan agar partisipasi masyarakat dapat mengarah kepada partisipasi mandiri (self mobilization). Memperkuat kelembagaan lokal masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, LSM lokal, akademisi, lembaga penelitian, pihak swasta dan lainnya. Sinergitas semua stakeholder yang terkait dalam pengelolaan sungai mutlak diperlukan.