DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Laju Reaksi Terhadap Literasi Sains dan Hasil Belajar Peserta Didik

Zuriatni, Yulisya.

Abstrak


RINGKASAN

Zuriatni, Yulisya. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Laju Reaksi Terhadap Literasi Sains dan Hasil Belajar Peserta Didik. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S.

(II) Dr. Sumari, M.Si

Kata Kunci : guided discovery, pendekatan kontekstual, literasi sains, hasil belajar kognitif

Pendidikan abad 21 memiliki tujuan untuk mendorong peserta didik agar menguasai keterampilan-keterampilan abad 21 yang penting dan berguna bagi mereka agar lebih responsif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggabungkan keterampilan abad 21 dalam pendidikan sains. Salah satu keterampilan yang diperlukan dalam abad 21 adalah literasi sains. Menurut OECD studi PISA dalam literasi membaca, matematika, dan sains di Indonesia masih terbilang rendah. Rendahnya literasi sains menyebabkan peserta didik menjadi kurang tanggap terhadap perkembangan dan permasalahan yang ada di sekitar lingkungan terutama yang berkaitan dengan fenomena alam, keunggulan lokal daerah, maupun permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Penguasaan literasi ini ditunjukkan dengan pemahaman tentang sains. Salah satu model yang digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan literasi sains peserta didik ialah model pembelajaran guided discovery yang dikombinasikan dengan pendekatan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan literasi sains dan hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran guided discovery dengan pendekatan kontekstual dibandingkan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model  pembelajaran konvensional dengan pendekatan kontesktual.

Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dan  pretest – posttest control group design dengan dua kelas penelitian yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model guided discovery dengan pendekatan kontekstual, kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan pendekatan kontekstual. Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest selanjutnya dianalisis statistik menggunakan  Independent T-Test pada taraf signifikansi 95% (α=0,05).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan literasi sains antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran guided discovery dengan pendekatan kontekstual dan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan pendekatan kontekstual. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran guided discovery dengan pendekatan kontekstual lebih baik digunakan dalam meningkatkan literasi sains peserta didik. Nilai rata-rata posttest literasi sains peserta didik pada kelas eksperimen (75,188) lebih tingi dibandingkan dengan nilai rata-rata posttest kelas kontrol (60,188). (2) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran guided discovery dan pendekatan kontekstual dengan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan pendekatan kontekstual. Model pembelajaran guided discovery dengan pendekatan kontekstual dan model pembelajaran konvensional dengan pendekatan kontekstual efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.