DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran dengan Strategi REACT Pada Materi Pertidaksamaan Sebagai Suatu Upaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X MAN MALANG I. (Tesis)

Sayuthi Sayuthi

Abstrak


Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah dapat mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi, dan dugaan serta mencoba-coba dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Kenyataannya banyak dari sekolah-sekolah yang masih kurang memberikan penekanan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.

Berdasarkan hasil observasi awal di MAN Malang I diperoleh bahwa selama ini di MAN Malang I belum ada upaya khusus untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Sedangkan berdasarkan wawancara dengan beberapa guru matematika diperoleh bahwa materi pertidaksamaan merupakan salah satu materi yang masih sulit dipahami siswa. Dengan demikian peneliti mencoba untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui langkah-langkah pembelajaran dengan strategi REACT pada materi pertidaksamaan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.

Strategi REACT merupakan strategi pembelajaran dengan pendekatan Kontekstual yang ditawarkan oleh Center of Occupational Research and Development (CORD). Strategi REACT terdiri dari lima tahap yaitu Relating (mengaitkan), Experiencing (mengalami), Applying (menerapkan), Cooperating (bekerjasama), Transferring (mentransfer). Melalui tahap-tahap tersebut, strategi REACT berpotensi untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan meningkatkan pemahaman siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti sebagai pengajar dan guru matematika serta teman sejawat sebagai pengamat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran dengan strategi REACT yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas X-C MAN Malang I, Kota Malang. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X-C MAN Malang I yang berjumlah 36 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui: (1) pelaksanaan pembelajaran, (2) observasi aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, (3) observasi terhadap kegiatan guru selama melaksanakan pembelajaran melalui strategi REACT, (4) analisis terhadap hasil kerja siswa berdasarkan jawaban pada LKS, (5) tes tertulis yang terdiri dari dua uji yaitu uji kompetensi dan uji kemampuan berpikir kreatif, (6) wawancara dengan 4 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil uji kemampuan berpikir kreatif, satu orang siswa kategori baik, satu orang kategori cukup baik, satu orang kategori kurang baik dan satu orang kategori tidak baik.

Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu rata-rata persentase keterlaksanaan aktivitas siswa diperoleh sebesar 95,00% dan kegiatan guru sebesar 96,44%. Hasil analisis terhadap jawaban siswa pada LKS secara keseluruhan termasuk kategori baik. Persentase kemampuan berpikir kreatif siswa secara klasikal sebesar 56,00%. Dari hasil uji kompetensi diperoleh bahwa 91,43% dari 36 siswa yang mengikuti ujian mencapai ketuntasan. Sedangkan hasil wawancara dengan subjek penelitian terlihat bahwa siswa yang termasuk kategori sangat baik selain telah lancar dan luwes dalam memberikan gagasan, juga telah dapat membuat contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkenaan dengan pertidaksamaan dan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut serta memberikan alasan-alasan yang benar..

Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan (1) langkah-langkah pembelajaran dengan strategi REACT yang meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu pada tahap awal guru memberikan penjelasan materi prasyarat, pada tahap relating guru memberikan soal yang mengaitkan antara materi yang akan dipelajari dengan materi prasyarat atau contoh dalam kehidupan sehari-hari, pada tahap experiencing guru memberikan soal-soal yang mengarahkan kegiatan siswa sehingga siswa dapat mengalami sendiri proses membangun pengetahuannya, pada tahap applying guru memberikan soal-soal yang penyelesaiannya menggunakan konsep-konsep yang telah dipelajari siswa, pada tahap cooperating guru menciptakan kondisi agar siswa dapat saling sharing pendapat, pada tahap transferring guru memberikan soal-soal dari konteks berbagai konteks lain, pada tahap penutup guru membimbing siswa membuat kesimpulan dan melakukan evaluasi (2) Kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari kategori kurang baik (38,63%) pada siklus I menjadi kategori cukup baik (56,00%) pada siklus II.

Dalam pembelajaran materi pertidaksamaan dengan strategi REACT agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, peneliti menyarankan kepada para guru untuk (1) mengalokasikan waktu secara cermat dalam merancang perangkat pembelajaran dan mengelola pembelajaran, (2) memperhatikan kemampuan materi prasyarat siswa, (3) mengatur, mengawasi dan memberi bimbingan kepada siswa agar dalam tahap cooperating dapat berjalan dengan optimal, (4) memberikan beberapa soal transfer yang realistik dan relevan dan bervariasi dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu.