DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Kewirausahaan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Inovasi Sekolah di SMA Katolik Santo Albertus Malang dan SMA Katolik Santa Maria Malang

Wijayanti, Indra Dwi.

Abstrak


RINGKASAN

Wijayanti, Indra Dwi. 2019. Kepemimpinan Kewirausahaan Kepala Sekolah

dalam Pelaksanaan Inovasi Sekolah di SMA Katolik Santo Albertus

Malang dan SMA Katolik Santa Maria Malang. Tesis. Program Studi

Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd.,

(II) Drs.Burhanuddin, M.Ed, Ph.D.

 

Kata kunci: kepemimpinan kewirausahaan, kepala sekolah, inovasi sekolah.

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang dituntut untuk selalu

berkembang agar dapat berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam pelaksanaan perubahan sistem

sekolah sebagai upaya penyesuaian sistem dengan perkembangan situasi baru.

Sebagaimana dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang

Standar Kepala Sekolah/Madrasah, kepala sekolah sebagai pemimpin

berwirausaha memiliki kemampuan menciptakan inovasi, selalu bekerja keras,

memiliki motivasi yang kuat, pantang menyerah, dan memiliki naluri

kewirausahaan dalam pengembangan dan perubahan terhadap berbagai hal di

sekolahnya. Kepala sekolah yang pantang menyerah dalam mencari peluang

terbaik untuk mengembangkan sekolahnya dinamakan kepala sekolah yang kreatif

dan inovatif. Inilah mengapa dibutuhkannya kreatifitas yang tinggi dari kepala

sekolah untuk membuat perubahan di sekolahnya. Karena kreatifitas itu berada

pada titik tertinggi dalam manajemen sehingga kita diharuskan untuk selalu

berkreasi meskipun hanya mampu melakukan sedikit perubahan, setidaknya ada

perbedaan yang terjadi dari apa yang sebelumnya telah ada.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan memaparkan,

(1).karakter kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah;

(2) hasil kepemimpinan

kewirausahaan kepala sekolah dalam pelaksanaan inovasi sekolah; dan

(3).pemecahan masalah dalam kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif

dengan rancangan multi situs yang dilakukan di SMAK Santo Albertus Malang

dan SMAK Santa Maria Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan

wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data

dilakukan melalui analisis data sekolah tunggal dan analisis data lintas sekolah.

Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, yaitu triangulasi,

perpanjangan waktu pengamatan, kecukupan bahan referensi, dan pengecekan

anggota.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan enam

karakter kepemimpinan kewirausahaan dan masing-masing karakter menghasilkan

tindakan kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan yang visioner. Melalui

kepemimpinan kewirausahaan beberapa inovasi telah dilakukan kepala sekolah,

terutama dalam bidang kurikulum, pembelajaran, dan sarana prasarana. Demi

memenuhi tuntutan pendidikan yang selalu dinamis, terdapat sejumlah inovasi

dalam pengembangan kurikulum, seperti terdapat beberapa penambahan di dalam

mata pelajaran seni budaya, prakarya kewirausahaan, lintas minat berbagai macam

bahasa, dan penambahan mata pelajaran TOEFL. Selain itu, penerapan SKS

disertai dengan sistem on-off mata pelajaran dan moving class, sementara sistem

administrasi dalam kurikulum juga dirubah menjadi sistem onlne. Inovasi

pembelajaran menghasilkan kreasi dalam bentuk ujian praktik Bahasa Indonesia

melalui Karya Tulis Ilmiah sebagai pengganti praktik mengarang. Terdapat juga

berupa penerapan Unit Kegiatan Belajar Mandiri bagi para peserta didik yang

penerapannya didasarkan pada tiga kategori prestasi belajar peserta didik cepat,

normal, dan kurang cepat. Selain itu, kepala sekolah juga memberikan dukungan

penuh berupa fasilitas bagi para guru yang memiliki kreatifitas terhadap inovasi

pembelajarannya di kelas. Sementara inovasi dalam sarana prasarana selalu

dilakukan untuk dapat menunjang pelaksanaan setiap program, kegiatan, ataupun

perubahan-perubahan yang terjadi di sekolah. Terdapat dua bentuk pemecahan

masalah yang dilakukan oleh kepala sekolah, yaitu pemecahan masalah secara

pribadi dan pemecahan masalah melalui kelompok. Pemecahan masalah secara

pribadi dilakukan melalui pertemuan face to face/tatap muka, sementara

pemecahan masalah secara kelompok dilakukan melalui rapat-rapat, pertemuan,

dan briefing. Pemecahan masalah secara kelompok juga disertai dengan reward

atau punishment sebagai penilain hasil akhir kelompok dengan tujuan untuk

memotivasi dan mendorong para guru dan karyawan untuk meningkatkan

profesionalitas kinerja mereka.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang ditujukan pada kepala sekolah

adalah memperkuat jiwa kewirausahaan dan selalu berinovasi di sekolah agar

dapat mengikuti perubahan dalam pendidikan. Bagi para guru agar menyesuaikan

diri dan mendukung setiap perubahan yang dilaksanakan kepala sekolah. Bagi

Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memberikan kemudahan serta bantuan

fasilitas bagi sekolah-sekolah yang mau berkembang. Kepada yayasan agar selalu

mendukung dan mendanai perubahan yang dilakukan kepala sekolah. Bagi para

orangtua, peserta didik, alumni, dan instansi kerjasama sekolah untuk selalu

memberikan dukungan bantuan terhadap perubahan di sekolah. Untuk para

stakeholder agar memberikan masukan dan evaluasi program untuk sekolahsekolah. Peneliti lain dapat menjadikan penelitian ini sebagai dasar untuk

melakukan penelitian selanjutnya.

SUMMARY

 

Wijayanti, Indra Dwi. 2019. Principals Entrepreneurial Leadership In

Implementing School Innovations at Santo Albertus Catholic High

School Malang and Santa Maria Catholic High School Malang. Thesis.

Study Program of Management Education, Post-Graduate Program of

State University of Malang. Advisors:

(I)Prof. Dr. Ibrahim Bafadal,M.Pd.,

(II) Drs. Burhanuddin, M.Ed, Ph.D.

 

Keyword: entrepreneurial leadership, principals, school innovations.

Education is required by people in developing their intellectual life. The

principal has an important role on implementing the changes of school system, as

an effort to fit the school programs to the situation. As explained in Permendiknas

Number 13 of 2007 concerning Standart of Principals, principals as

entrepreneurial leaders must have ability to create innovation, work hard, have a

strong motivation, never give up, and have entrepreneurial instincts in developing

and managing the changes at their schools. Principals who never gives up in

finding the best opportunities to develop their schools are called creative and

innovative principals. Creativity is needed from the principal to make changes at

his school.

The purpose of this study is to explain and describe,

(1) the characteristics

of entrepreneurial leadership of the principal;

(2) results of entrepreneurial

leadership in implementing school innovations; and

(3) problem solving in the

principal's entrepreneurial leadership. This study used a descriptive qualitative

approach with a multi-site design at Santo Albertus Catholic High School Malang

and Santa Maria Catholic High School Malang. Data collection techniques used

are in-depth interviews, observation, and documentation study. The data analysis

was carried out through single and cross-school data analysis. Credibility check

was done through several steps: triangulation, multi reference, extension of

research time, and membercheck.

The results of this study indicate that principals had implemented six

entrepreneurial leadership characters and each character produced actions that

showed principals were visionary change leaders. From the entrepreneurial

leadership implemented by the school principal in managing and developing the

school, several major innovations have been made by the principal in curriculum

development, teaching and learning, and facilities procurement and maintenance.

In order to fulfill the demands of an ever-dynamic education, there are many

innovations made by principals in the curriculum, including the addition of

several subjects in cultural arts, entrepreneurship craft, cross interests of various

languages, and TOEFL preparation. In addition, the “SKS” application with onoff system subject and moving class, while the administration system in the

curriculum is also transformed into an online system. Learning innovation

produces creations in Bahasa Indonesia practice exams through scientific papers

to replace writing exams. Self learning management was conduct for three

categories of student learning capacity: fast, normal, and slow. The principal also

provides teachers with facilities for creating learning innovations. While

innovation on infrastructure is always be done to be able to support the

implementation of every program, activity, or changes that occur at school. There

are two ways of problem solving carried out by principals, personal and group

problem solving. Personal problem solving is done through face to face meetings,

while group problem solving is done through meetings and briefings. Sometimes

group problem solving is also accompanied by providing reward and punishment.

There was indeed to motivate and encourage teachers and employees to improve

their professionalism and performance.

Based on the results of the study, principals have to strengthen the

entrepreneurial spirit and always innovate, so that they are able to follow changes

of education. For teachers, they have to profesionality and support changes made

by the principal. To Education Office of the City of Malang to provide facilities

and education allowances for schools that want to develop, for the school

foundation to support and provide financial assistance. For parents, alumni, and

school collaboration agencies to provide assistance support for changes in school.

For stakeholders to provide input and program evaluation. Other researcher, this

 

research can be used as a basis for conducting more in-depth research.