DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

StrukturArgumentasiMahasiswadalamMengonstruksiBuktiMatematis.

Christina M. Laamena

Abstrak


ABSTRAK

Christina M. Laamena, 2018.  StrukturArgumentasiMahasiswadalamMengonstruksiBuktiMatematis.   Disertasi, Program StudiPendidikanMatematika, PascasarjanaUniversitasNegeri Malang.  Promotor: Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si, Ko-Promotor I: Dr. EdyBambangIrawan, M.Pd, Ko-Promotor II: Dr. MakbulMuksar, S.Pd, M.Si

Kata Kunci:   Argumentasi,  StrukturArgumentasi, ArgumentasiToulmin, Berpikirmatematis, MengonstruksiBukti.

Argumentasimerupakansalahsatukomponenpentingdalammembangunpemahamanmatematissiswa. Argumentasiberkaitandenganproses menyusunargumen-argumenuntukmenghasilkankesimpulan yang benardanseringdigunakandalampembuktianmatematis. Argumenmatematis yang valid pastimenghasilkanclaimbenar, danseringdisebutargumenformal  Namun, argumen informal jugaseringdigunakansebagai ‘jembatan’ untukmengonstruksibuktideduktif.  OlehkarenaitupenelitimenggunakanargumenToulminuntukmenganalisargumentasimahasiswadalammengonstruksibuktimatematisgunamemberikankesempatanbagipenggunaankeduajenisargumentersebut.

Penelitianinibertujuanmendeskripsikanstrukturargumentasimahasiswadalammengonstruksibuktimatematisdanmenganalisis proses berpikirmahasiswa yang mendasaristrukturargumentasitersebut.  Penelitiantergolongpenelitianeksploratifdenganpendekatandeskriptifkualitatif.  Subjekpenelitianberjumlah 6 orang yang berasaldariUniversitasPattimura Ambon, yaitu 3 subjekdarijurusanmatematikaFakultas MIPA dan 3 subjekdari program studipendidikanmatematika FKIP.  Data yang dikumpulkanterdiridaripekerjaansiswa, think aloud, hasilwawancaradanobservasi.  Semua data digunakanuntukmenganalisisstrukturargumentasimahasiswamenggunakantahapanberpikirmatematis yang dikemukakanoleh Mason (entry, attack, reviu).

Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaterdapat 3 jenisstrukturargumentasimahasiswadalammengonstruksibuktimatematis: 

(1) strukturargumentasitipe 1 yang ditandaidenganberulangnyasemuakomponenargumentasipadafasereviutanpaadapenambahan.  Subjekpadakelompokinimemilikipengetahuan yang sempurnatentangmasalahpembuktian yang diterimasehinggadenganmudahmenghasilkanclaimtanpamembuatkesalahan; 

(2) strukturargumentasitipe 2 yang ditandaidenganperubahansebagiankomponenargumentasidanmenghasilkanbeberapa kali faseattack.  Subjekpadakelompokstrukturargumentasitipe 2 melakukankesalahanbaikkarenawarrantinduktif yang lemah, maupunpenggunaanmetodepembuktian yang tidaksesuaisehinggabeberapa kali menghasilkanclaimsalah.  Kesadaranakankesalahan yang telahdibuat, membuatsubjekmemperbaikikonstruksipembuktianawaldanmenghasilkankonstruksibukti yang barudenganmemperbaharuisebagiankomponenargumentasi, 

 

(3) strukturargumentasitipe 3 yang ditandaidenganperubahansemuakomponenargumentasiakibatkesalahankonstruksibuktidanclaim yang salah.  Kesalahanterjadikarenasubjekmengalamisalahpersepsitentangmasalah yang diberikandanmembuatkesalahanketikamengonstruksibuktikarenaterjadipencampuraninformasi (interferensi).  Kesalahanjugaterjadikarenawarrantinduktiflemah yang menghasilkanklaimsalah yang kemudiandigunakansebagai data baruuntuk proses pembuktian.  Pembaharuansemuakomponenargumentasiterjadibaiksecarasadarmaupuntidak.  Subjekkemudianmenghasilkanclaimbaru yang benardenganmemperbaharuisemuakomponenargumentasipadakonstruksiawal.