DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Pengayaan Pembelajaran Cerita Fabel Berbasis Literasi Baca-tulis Untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar

Fakhri, Moh. Nuha.

Abstrak


RINGKASAN

Fakhri, M. Nuha. 2019. Pengembangan Buku Pengayaan Pembelajaran Cerita Fabel Berbasis Literasi Baca-tulis untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing

(I)Dr. Yuni Pratiwi, M. Pd, Pembimbing

(II) Dr. Nurchasanah, M. Pd

Kata Kunci: buku pengayaan, cerita fabel, literasi baca-tulis

Keberadaan buku pengayaan sangat diperlukan guna mercapai tujuan pembelajaran yang lebih optimal. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 2 tahun 2008 pasal 6 menyatakan bahwa selain menggunakan buku teks pelajaran, pendidik dapat menggunakan buku panduan pendidik, buku pengayaan, dan buku referensi dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Implementasi Kurikulun 2013 menuntut siswa pada jenjang usia sekolah dasar dengan berbagai jenis teks yang harus dikuasai, salah satunya adalah teks fabel yang dibelajarkan pada jenjang kelas II sekolah dasar. Sementara itu, buku teks pelajaran siswa yang memuat pembelajaran cerita fabel rata-rata memiliki struktur teks yang panjang dan tidak dibantu dengan ilustrasi yang sesuai dan menarik, ditambah lagi ketersediaan buku penunjang yang digunakan dalam pembelajaran cerita fabel masih terbatas. Cerita yang tersedia tergolong cerita fabel klasik, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menggali informasi yang terdapat pada bacaan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan buku pengayaan pembelajaran cerita fabel untuk memperkaya bahan belajar yang diperlukan siswa di sekolah maupun di rumah, sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi teks yang dibelajarkan.

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini untuk

(1) menghasilkan produk buku pengayaan pembelajaran cerita fabel berbasis literasi baca-tulis untuk siswa kelas II sekolah dasar yang memperhatikan kelayakan dari segi isi, sistematika, bahasa, dan ilustrasi,

(2) menguji keefektifan produk buku pengayaan pembelajaran cerita fabel berbasis literasi untuk siswa kelas II Sekolah Dasar, dan

(3) mendeskripsikan hasil uji kelayakan dan uji efektivitas produk buku pengayaan pembelajaran cerita fabel berbasis literasi untuk siswa kelas II sekolah dasar.

Model penelitian dan pengembangan ini  mengadopsi dari model pengembangan 4D (four D Model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Melvyn (1974). Tahapan dari model ini ialah

(1) define (pendefinisian),

(2) design (perencanaan),

(3) develop (pengembangan), dan

(4) disseminate (penyebaran). Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari ahli pembelajaran cerita fabel, ahli desain grafis, ahli praktisi, dan siswa kelas II sekolah dasar.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen

(1) lembar validasi,

(2) angket penilaian,

(3) pedoman wawancara, dan

(4) tes. Instrumen lembar validasi ditujukan kepada ahli pembelajaran cerita fabel dan ahli desain grafis untuk memperoleh penilaian, komentar dan saran guna memperbaiki produk yang dikembangkan. Angket penilaian ditujukan kepada ahli praktisi untuk memperoleh penilaian, komentar dan saran guna memperbaiki produk yang dikembangkan. Wawancara dilakukan untuk memperoleh respon dari narasumber guna kepentingan produk yang dikembangkan. Tes ditujukan kepada siswa untuk mengetahui tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan.

Produk yang dihasilkan penelitian dan pengembangan ini berupa buku pengayaan pembelajaran cerita fabel berbasis literasi baca-tulis untuk siswa kelas II sekolah dasar. Produk ini ditujukan sebagai buku pendamping yang digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Proses pengembangan produk ini memperhatikan kriteria kelayakan yang meliputi aspek isi cerita dengan persentase skor 85% (sangat layak), aspek sistematika penyajian 85% (sangat layak), aspek bahasa 69% (cukup layak), dan aspek desain grafis dengan persentase skor 88% (sangat layak). Uji kelayakan tersebut dilakukan terhadap ahli pembelajaran cerita fabel dan ahli desain grafis. Uji kelayakan juga dilakukan terhadap ahli praktisi dengan hasil pencapaian indikator yang meliputi aspek kurikulum dengan persentase skor 100% (sangat layak), isi materi 81% (layak), pembelajaran 87% (sangat layak), interaksi 91% (sangat layak), dan aspek umpan balik dengan persentase skor 87% (sangat layak). Hasil dari penilaian, komentar, dan saran yang diperoleh dari subjek penelitian, produk ini dilanjutkan pada tahap perbaikan sebelum dinyatakan benar-benar layak untuk disebarkan.

Perbaikan produk yang dilakukan berdasarkan saran dari subjek penelitian mencakup beberapa aspek, seperti

(1) penggunaan bahasa yang lebih komunikatif,

(2) memberikan sampul judul pada masing-masing bagian cerita,

(3) menggunakan hard cover,

(4) menggunakan jenis huruf yang lebih menarik, dan

(5) memperbaiki pemilihan kata yang sesuai dengan kriteria siswa kelas II sekolah dasar. Setelah melalui tahap perbaikan, produk ini dapat dinyatakan layak untuk dimanfaatkan dan disebarkan.

Uji coba lapangan kepada 22 siswa dilakukan untuk mengetahui tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan. Uji keefektifan produk dilakukan dengan menggunakan desain pre-experimental jenis one group pretest-posttest design dengan uji T paired sample t-test. Data pretest dan postest dianalisis melalui uji normalitas dan uji beda dengan menggunakan program SPSS 22 for Windows. Hasil perhitungan uji normalitas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200 > 0,05, maka dapat disimpulkan nilai residual berdistribusi normal, sedangkan hasil uji beda pada ringkasan statistik data mean pretest sebesar 78.1818, dan mean postest sebesar 89.6364 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 0.05, it can be concluded that the residual value is normally distributed, while the results of different tests on the statistical summary of the mean pretest data are 78.1818, and the mean posttest is 89.6364 with a significance value (2-tailed) of 0.000