DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Perkuliahan Makroekonomi Bermuatan Ekonomi Heterodoks

MICA SIAR MEIRIZA

Abstrak


ABSTRAK

Mica Siar Meiriza. 2019. Pengembangan Model Perkuliahan Makroekonomi Bermuatan Ekonomi Heterodoks. Disertasi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing

(I)Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si.

(II) Prof. Dr. H. Wahjoedi, M.E.

(III) Dr. Hari Wahyono, M. Pd.

Kata Kunci: Pengembangan Perkuliahan, Makroekonomi, Ekonomi

Heterodoks, Pluralisme

Studi ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Makroekonomi yang selama ini diajarkan diperguruan tinggi bersifat monis, yaitu mengajarkan satu perspektif teoritis yang sangat kontradiktif ketika diuji dengan bukti empiris. Sementara itu, ada begitu banyak perspektif ekonomi yang dapat digunakan sebagai alterantif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi yang ada. Pembelajaran ekonomi juga hanya menyentuh pengenalan aspek pengetahuan, nilai dan teori-teori ortodoksi ekonomi saja yang jauh dari ekonomi dunia nyata. Sehingga proses pembelajaran dengan metode seperti ini belum mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan sikap kritis mahasiswa. Tentu saja hal ini berdampak pada capaian yang dihasilkan, yaitu munculnya permasalahan sosial dengan sempitnya sudut pandang analisis karena perguruan tinggi belum mampu meningkatkan mutu dan relevansinya khususnya melalui mata kuliah Makroekonomi, padahal potensi keanekragaman perspektif ekonomi sudah sangat luas untuk dimanfaatkan dalam mengembangkan pluralisme ekonomi.  Oleh sebeb itu, perlu dilakukan inovasi dan rekonstruksi sosial makroekonomi bermuatan ekonomi heterodoks dengan memanfaatkan keanekaragaman perspektif ekonomi sebagai instrumen pembentukan pluralisme ekonomi mahasiswa dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial yang timbul.

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk:

(1) mendeskripsikan potret permasalahan dan kebutuhan perkuliahan Makroekonomi bermuatan Ekonomi Heterodoks;

(2) pengembangan produk awal, terdiri dari penyusunan prototipe produk perkuliahan. Produk awal sudah melewati uji validasi ahli dan uji terbatas;

(3) uji produk akhir/uji lapangan melalui pre eksperimen. Data yang digunakan pada tahap uji coba memanfaatkan kuesioner, penilaian produk dan penilaian penyajian lisan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan persentase sederhana dan kuantitatif berupa independent t-test dengan menggunakan software SPSS for windows.

Hasil penelitian memperlihatkan temuan-temuan sebagai berikut:

(1) Pelaksanaan Makroekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan belumlah maksimal malah cendrung bersifat konvensional. Hal ini dapat dilihat dari materi dan pelaksanaan perkuliahan yang kurang memperhatikan kebutuhan mahasiswa. Hasil analisis kebutuhan memperlihatkan bahwa keanekaragaman perspektif ekonomi menjadi substansi penting dalam makroekonomi dengan memanfaatkan pembelajaran konstruktivisme sosial;

(2) desain perkuliahan yang dikembangkan terbagi atas 3 komponen utama, yaitu tujuan pembelajaran, prosedur pembelajaran serta penilaian. Dari rancangan perkuliahan dihasilkan produk yang terdiri dari silabus, RPS, buku ajar, buku panduan pembelajaran, media serta perangkat penilaian;

(3) hasil uji produk awal memperlihatkan bahwa secara keseluruhan, hasil rancangan perkuliahan dan produk perkuliahan berada pada kategori yang sangat baik. Sementara untuk hasil uji lapangan dengan menggunakan static group comparison memperlihatkan perbedaan yang signifikan pluralisme ekonomi antara kelas eksperimen dengan kelas statis.

Hasil penelitian pengembangan memperlihatkan bahwa makroekonomi bermuatan ekonomi heterodoks efektif dalam meningkatkan kemampuan pluralisme ekonomi mahasiswa. Disamping itu, dosen dan mahasiswa juga memberikan respon yang positif dan sangat baik terhadap model yang dihasilkan. Hal ini diperlihatkan pada aspek relevance, reflection, interaction, tutor support, peer support, dan interpretation.

Merujuk pada kesimpulan:

(1) Saran pemanfaatan yaitu bagi Fakultas Ekonomi yang mengajarkan mata kuliah Makroekonomi untuk mengadopsi produk ini. Selain itu, pengambil kebijakan hendaknya mengembangkan peningkatan relevansi pendidikan dan menjadikan mahasiswa sebagai sumber belajar utama;

(2) saran desiminasi ditujukan pada perguruan tinggi lewat sosialisasi, penggandaan, workshop dan implementasi melalui lesson studi. Sementara untuk pengambil kebijakan bisa melakukan penyebarluasan model lewat penggandaan, memfasilitasi perguruan tinggi untuk membuat program workshop ataupun menerapkannya lewat lesson study dan terakhir pengemasan secara digital; dan

(3) saran pengembangan produk lanjutan bagi peneliti adalah perluasan substansi produk, memperluas subjek, memperluas komponen produk, pengemasan dalam bentuk digital dan sebagainya.

ABSTRACT

Mica Siar Meiriza. 2019. Developing Macroeconomics Teaching Consist Heterodox Economics. Dissertation Economic Study Program, Postgraduate School, University of Malang, Universitas Negeri Malang. Supervisor

(I)Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W, M.A., M.Si.,

(II) Prof. Dr. H. Wahjoedi, M.E.,

(III) Dr. Hari Wahyono, M. Pd.

Key Words: Developing, Macroeconomics, Heterodox Economics, Pluralism

This study is motivated by the fact that the macroeconomics that has been taught in higher education is monistic, which teaches a very contradictory theoretical perspective when tested with empirical evidence. Meanwhile, there are so many economic perspectives that can be used as alternatives in solving existing economic problems. Economic learning also only touches on the introduction of aspects of knowledge, values and theories of economic orthodoxy that are far from the real world economy. So that the learning process with this method has not been able to increase active involvement and critical attitude of students. Of course this has an impact on the results produced, namely the emergence of social problems with the narrow perspective of analysis because universities have not been able to improve quality and relevance especially through Macroeconomic courses, even though the economic potential of economic perspectives is very broad to be utilized in developing economic pluralism. Therefore, innovation and social macroeconomic reconstruction must be carried out with heterodox economics by utilizing the diversity of economic perspectives as instruments for the formation of student economic pluralism in overcoming social problems that arise.

This development research aims to:

(1) describe a portrait of the problems and needs of Heterodox Economy-charged Macroeconomic lectures;

(2) initial product development, consisting of the preparation of lecture product prototypes. The initial product has passed expert validation testing and limited testing;

(3) final product test / field test through pre-experiment. The data used at the trial stage utilizes questionnaires, product assessments and oral presentation assessments. Data were analyzed quantitatively by using simple and quantitative percentages in the form of independent t-tests using SPSS for Windows software.

The results of the study show the following findings:

(1) Macroeconomic implementation at the Faculty of Economics, Medan State University has not been maximal but tends to be conventional. This can be seen from the material and the implementation of lectures that do not pay attention to the needs of students. The results of the needs analysis show that the diversity of economic perspectives becomes an important substance in macroeconomics by utilizing social constructivism learning;

(2) the lecture design developed is divided into 3 main components, namely the learning objectives, learning procedures and assessment. The product design produced products consisting of syllabus, RPS, textbooks, learning manuals, media and assessment tools;

(3) the results of the initial product test show that overall, the results of the lecture design and lecture products are in a very good category. While the results of field tests using static group comparison show a significant difference in economic pluralism between the experimental class and the static class.

The results of the development research show that macroeconomics with heterodox economics is effective in increasing the ability of student economic pluralism. In addition, lecturers and students also responded positively and very well to the models produced. This is shown in the aspects of relevance, reflection, interaction, tutor support, peer support, and interpretation.

Referring to the conclusions:

(1) Suggestions for use, namely for the Faculty of Economics which teaches Macroeconomic courses to adopt this product. In addition, policy makers should develop increased relevance of education and make students the main learning resource;

(2) suggestions for dissemination aimed at universities through socialization, duplication, workshops and implementation through lesson study. While policy makers can disseminate the model through duplication, facilitate universities to make workshop programs or apply them through lesson study and finally digital packaging; and

(3) advice on advanced product development for researchers is the expansion of product substance, expanding the subject, expanding product components, packaging in digital form and so on.