DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA KULIAH STRUKTUR HEWAN TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK DAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA

Romy Faisal Mustofa

Abstrak


Proses pembelajaran harus secara progressif melatih, membangun dan mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa. Di antara keterampilan-keterampilan tersebut adalah keterampilan generik dan keterampilan metakognitif. Keterampilan generik merupakan keterampilan yang dapat membantu mahasiswa dalam mensukeskan mereka sebagai pebelajar maupun sebagai praktisi di dunia kerjanya. Keterampilan generik bersifat fundamental karena terkait dengan kemampuan mengelola diri sendiri, orang lain, informasi dan tugas. Sementara itu, keterampilan metakognitif merupakan kemampuan untuk mengaitkan pesan penting dengan pengetahuan sebelumnya, menarik simpulan, dan memantau serta menilai kinerja pribadi; metakognitif adalah proses kognitif tingkat tinggi yang merupakan tujuan akhir dari sebuah instruksi pembelajaran untuk memberikan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, memonitor dan mereorganisasi strategi belajar.

Penelitian tentang melatih dan mengembangkan keterampilan generik serta keterampilan metakognitif dengan menggunakan model, strategi serta metode-metode pembelajaran menunjukkan bahwa keterampilan-keterampilan terbaik adalah yang dikembangkan melalui pendekatan aktif. Dengan demikian, ada kekuatan dan hubungan yang berulang antara pengembangan keterampilan generik, keterampilan metakognitif oleh peserta didik, pengajaran dan model pembelajaran. Problem based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang bersifat student centered learning yang dapat dijadikan alternatif dalam mengembangkan keterampilan peserta didik. Belajar dengan problem based learning berarti belajar yang diawali dari masalah yang bersifat autentik dan membuat refleksi diakhir proses pembelajaran sebagai proses berpikir yang kompleks. Proses inilah yang memberikan kontribusi terhadap penguatan belajar dan mengembangkan keterampilan generik untuk pengembangan individu-individu yang holistik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh model problem based learning terhadap keterampilan generik dan keterampilan metakognitif mahasiswa pada mata kuliah struktur hewan. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen desain nonequivalent pretest-postest control group design. Variabel bebas penelitian ini adalah model problem based learning.

Variabel terikatnya

(1) keterampilan generik dengan lima indikator yaitu keterampilan berpikir, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kepemimpinan, keterampilan manajemen dan keterampilan kerja sama;

(2) keterampilan metakognitif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar validasi, angket keterampilan generik, tes essay hasil belajar terintegrasi keterampilan metakognitif, rubrik penilaian keterampilan metakognitif dan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan analisis kovariat.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa

(1) Penggunaan model problem based learning berpengaruh terhadap keterampilan generik mahasiswa pada mata kuliah struktur hewan. Mahasiswa di kelas problem based learning memiliki rerata skor terkoreksi yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa di kelas konvensional;

(2) Penggunaan model problem based learning secara parsial berpengaruh terhadap lima indikator keterampilan generik mahasiswa pada mata kuliah struktur hewan. Kelima jenis keterampilan generik tersebut adalah keterampilan berpikir, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kepemimpinan, keterampilan manajemen dan keterampilan kerjasama. Rerata skor terkoreksi keterampilan berpikir menjadi rerata skor tertinggi di antara kelima indikator keterampilan generik yang diteliti;

(3) Penggunaan model problem based learning berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif mahasiswa pada mata kuliah struktur hewan. Mahasiswa pada kelas problem based learning memiliki rerata skor terkoreksi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa di kelas konvensional.

Temuan penelitian berupa:

(1) Problem based learning lebih efektif dalam melatih dan mengembangkan keterampilan generik dan keterampilan metakogntif;

(2) Keterampilan generik pada calon guru biologi dapat dilatih dan dikembangkan selama proses pembelajaran terutama dengan menggunakan model problem based learning; dan

(3) Keterampilan metakognitif mahasiswa calon guru biologi dapat dilatih dan dikembangkang dengan berbagai model pembelajaran, tetapi problem based learning lebih efektif dibandingkan model konvesional.

Berdasarkan kemanfaatan dari penelitian ini, disarankan agar keterampilan generik dan keterampilan metakognitif tercantum secara eksplisit di dalam setiap indikator maupun tujuan pembelajaran, sehingga berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh mahasiswa di masa depan dapat dilatih dan dikembangnkan sejak dini; dan perangkat pembelajaran berbasis problem based learning dapat digunakan pada berbagai mata kuliah dengan mencantumkan keterampilan generik dan keterampilan metakognitif sebagai tujuan pembelajarannya. Pencantuman dua keterampilan tersebut dalam tujuan pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik mata kuliahnya