DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Merepresentasikan BilanganPecahan Menggunakan Garis Bilangan

Tandilangi, Eka

Abstrak


Ringkasan

 

Tandilangi, Eka. 2019. Diagnosis Kesulitan Siswa Dalam Merepresentasikan Bilangan Pecahan Menggunakan Garis Bilangan. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(1) Dr. Erry Hidayanto, M.Si.

(2) Dr. Sudirman, M.Si.

Kata Kunci: Kesulitan, Representasi, Pecahan, Garis Bilangan

Garis bilangan merupakan pondasi yang penting dalam matematika karena garis bilangan dapat mengintegrasikan pengetahuan siswa tentang pecahan. Namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam merepresentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan.

Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan

(1) jenis kesulitan siswa sekolah dasar dalam merepresentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan,

(2) penyebab kesulitan siswa sekolah dasar dalam merepresentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas lima SD Advent Dieng Malang, yang terdiri dari empat orang siswa. Teknik pemilihan subyek penelitian menggunakan tehnik purposive sampling.

Kriterianya adalah

(1) siswa mengalami kesulitan dalam merepresentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan

(2) siswa mampu berkomunikasi secara verbal dengan baik Temuan penelitian tentang jenis kesulitan siswa dalam merepresentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan menunjukkan bahwa siswa mempunyai kesulitan pada lima dari enam kompetensi dasar yang diujikan dalam penelitian ini, yakni: (1) mereka tidak dapat menempatkan bilangan pecahan pada garis bilangan dengan tepat.

 (2) tidak dapat menentukan pecahan senilai menggunakan garis bilangan.

 (3) tidak dapat menentukan perbandingan dari dua bilangan pecahan menggunakan garis bilangan.

(4) tidak dapat menggambar operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan, dan

(5) tidak dapat menggambar operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan menggunakan garis bilangan. Adapun penyebab kesulitan siswa dalam merepresentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan disebabkan oleh beberapa hal, yakni

(1) pemahaman siswa tentang konsep pecahan lemah.

 (2) siswa tidak memahami prosedur dalam menempatkan bilangan pecahan pada garis bilangan.

(3) siswa salah tentang makna pecahan senilai.

(4) siswa tidak dapat membedakan tanda bilangan dengan tanda operasi bilangan pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan, dan

 (5) siswa salah dalam memaknai perkalian dan pembagian bilangan pecahan sehingga sulit saat menggambarkannya pada garis bilangan.                                                                                Selain itu hasil penlitian ini juga menunjukkan bahwa subjek yang tidak dapat menentukan letak bilangan pecahan pada garis bilangan dengan tepat cenderung mengalami kesulitan dalam semua jenis representasi bilangan pecahan menggunakan garis bilangan. Demikian pula dengan subjek yang tidak dapat menentukan pecahan senilai mengunakan garis bilangan cenderung tidak dapat menentukan perbandingan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan dengan benar. Dari semua jenis kesulitan dalam merepesentasikan bilangan pecahan menggunakan garis bilangan, kesulitan yang paling banyak dialami oleh subjek adalah kesulitan dalam merepresentasikan perkalian dan pembagian bilangan pecahan menggunakan garis bilangan. Penyebabnya adalah subjek belum memahami makna perkalian dan pembagian bilangan pecahan dengan benar, selain itu disekolah dasar perkalian dan pembagian bilangan pecahan menggunakan model gari bilangan masih jarang diajarkan.                                                                                                Saran penelitian sebagai berikut:

(1) Guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa untuk mengembangkan dan menggunakan banyak representasi dalam pembelajaran matematika secara efektif, salah satunya adalah representasi bilangan pecahan menggunakan garis bilangan.

(2) Guru perlu memperhatikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran agar dapat membuat penyesuaian dalam menyusun, merencanakan, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.

(3) perlu diadakan penelitian lanjutan khususnya pada representasi operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan menggunakan garis bilangan dengan soal-soal yang lebih bervariasi.