DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Experiential Learning Berbasis Fenomena Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Literasi Saintifik Siswa SMAN 7 Malang Pada Materi Suhu dan Kalor.

PRIMA WARTA SANTHALIA

Abstrak


Materi suhu dan kalor merupakan salah satu konsep fisika yang bersifat abstrak sehingga menyebabkan banyak terjadinya miskonsepsi pada siswa. Oleh karena itu, penguasaan konsep pada materi ini perlu diperhatikan agar konsepsi alternatif tidak kembali membayangi konsepsi siswa. Penguasaan konsep merupakan bagian terpenting dalam proses pemecahan masalah.Sedangkan Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu konsep dasar dari literasi saintifik. Pengembangan kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik dapat dilakukan melalui penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip abad-21 yakni pembelajaran yang bersifat kolaboratif dan kontekstual. Strategi pembelajaran yang sesuai prinsip tersebut salah satunya adalah experiential learning berbasis fenomena, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik siswa pada materi suhu dan kalor dalam Experiential learning berbasis fenomena.

Penelitian ini menggunakan mixed method dengandesain embedded experimental. Subyek penelitian adalah 32 siswa SMA Negeri 7 Malang. Instrumen tes berupa 10 soal essai untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan 11 soal esai untuk mengukur kemampuan literasi saintifik siswa. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji statistik yaitu paired sample t-test, N-gain, effect size.Data dianalisis pula secara kualitatif berdasarkan uraian jawaban siswa, reduksi hasil wawancara dan pengkodean kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik siswa.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan setelah diajar menggunakan experiential learning berbasis fenomena.Siswa mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah (KPM) pada kategori expert, walaupun masih terdapat siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori novice. Hal ini disebabkan karena siswa cenderung berfokus pada besaran yang diketahui dan melakukan manipulasi matematis. Selain itu hasil penelitian juga menunjukan bahwa terjadi peningkatan literasi saintifik siswa setelah diajar menggunakan experiential learning berbasis fenomena. Literasi saintifik siswa berada dalam tiga kategori yaitu conceptual scientific literacy, functional scientific literacy, dan nominal scientific literacy. Hal ini menunjukan sebagian besar siswa telah mampu menjawab soal berdasarkan konsep yang benar, mampu mengembangkan dan mengaitkan pemahamannya dengan konsep ilmu lain, walaupun masih ada sebagian kecil siswa yang mengalami miskonsepsi.