DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keterampilan Geometri Siswa Berdasarkan Tingkat Berpikir Van Hiele di Kelas IV SD

Pakaya, Widi Candika.

Abstrak


RINGKASAN

Pakaya, Widi Candika. 2019. Keterampilan Geometri Siswa Berdasarkan Tingkat Berpikir Van Hiele di Kelas IV SD. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Qohar, M.T dan (II) Dr. Susiswo, M.Si.

Kata Kunci: keterampilan geometri, teori van hiele

Keberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri dipengaruhi oleh keterampilan geometri. Selain keterampilan geometri, siswa juga membutuhkan perlakuan yang berbeda dari guru. Perlakuan yang diberikan oleh guru (pendekatan pembelajaran, strategi, model, maupun metode) hampir sama untuk setiap siswa, sedangkan siswa memiliki cara berpikir dan belajar yang berbeda-beda. Proses pembelajaran geometri di tingkat dasar dan menengah tidak terlepas dari teori Van Hiele. Van Hiele merupakan seorang guru matematika yang menulis disertasi mengenai pengajaran geometri pada tahun 1954. Ia mendapatkan kesimpulan bahwa terdapat lima level pemahaman tentang geometri dengan setiap tingkat merupakan prasyarat untuk naik ke tingkat berpikir yang lebih tinggi.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan keterampilan geometri siswa berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Jenispenelitian ini kualitatif deskriptif. Penelitian  ini dilaksanakan di SD Islam Mohammad Hatta Malang. Tes yang diberikan berupa tes VHGT dan tes keterampilan geometri. Subyek penelitian ini adalah 4 siswa kelas IV SD Islam Mohammad Hatta yang terdiri dari dua siswa yang mencapai tingkat 0 (visualisasi) dan dua siswa yang mencapai tingkat 1 (analisis). Subjek dipilih berdasarkan tes dan hasil wawancara serta mempertimbangkan kemampuan komunikasi siswa dari saran guru kelas.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan geometri siswa untuk tingkat 0 dan tingkat 1 adalah sebagai berikut: Untuk keterampilan visual, siswa tingkat 0 dan tingkat 1 mampu mengelompokkan bangun segiempat dan segitiga dengan benar dan memberikan alasan pengelompokkan dengan benar. Untuk keterampilan verbal, siswa tingkat 0 mampu menentukan nama bangun datar, tapi tidak mampu menuliskan sifat-sifat dari bangun datar tersebut dengan benar. Sedangkan untuk tingkat 1, siswa mampu menentukan nama bangun datar dengan benar dan mampu menuliskan sifat-sifat dari bangun datar tersebut, namun tidak lengkap. Untuk keterampilan menggambar, siswa tingkat 0 tidak mampumenggambar bangun dengan benar berdasarkan sifat-sifat bangun. Sedangkat untuk tingkat 1, siswa mampu menggambar bangun datar dengan benar berdasarkan sifat-sifat yang diberikan, mampu menentukan nama bangun tersebut, namun tidak melabeli titik sudutnya. Untuk keterampilan logika, siswa tingkat 0 dan tingkat 1 tidak mampu menjelaskan keterkaitan antara sifat bangun persegi dan persegi panjang. Untuk keterampilan terapan, siswa tingkat 0 dan tingkat 1 tidak mampumenggunakan sifat-sifat model geometri dalam menyelesaikan masalah.