DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Problem Posing Untuk Meningkatkan Penalaran Matematis Siswa Kelas 12 SMK Wiyata Mandala Kepung Pada Materi Ukuran Pemusatan Data.

Niila Amaalia Chasanah

Abstrak


Penalaran adalah salah satu unsur penting dalam matematika. Dengan memiliki penalaran yang baik, siswa memiliki kecenderungan untuk berhasil memecahkan masalah baik yang berhubungan langsung dengan matematika maupun kehidupan sehari-hari. Fakta yang terjadi pada siswa khususnya di kelas 12 Akuntansi SMK Wiyata Mandala Kepung tahun pelajaran 2018/2019 adalah mereka masih belum dapat mengoptimalkan penggunaan daya nalar dalam menjawab soal.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan problem posing yang dapat meningkatkan penalaran matematis siswa kelas 12 Akuntansi SMK Wiyata Mandala Kepung. Sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan tersebut sehingga dapat meningkatkan penalaran matematis siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Taggart. Model ini memiliki 4 tahapan penelitian dalam tiap siklusnya, yaitu (1) merencanakan, (2) melaksanakan, (3) mengamati dan (4) merefleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas 12 Akuntansi SMK Wiyata mandala Kepung tahun pelajaran 2018/2019. Subyek penelitian ini adalah 32 siswa yang terdiri atas 3 laki-laki dan 29 siswa perempuan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini dibatasi pada materi ukuran pemusatan data yaitu mean, median & modus.

Hasil penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan penalaran matematis siswa kelas 12 Akuntansi SMK Wiyata Kepung dengan problem posing adalah: (1) mengamati permasalahan ukuran pemusatan data dari soal tipe prosedural menuju tipe penalaran atau pemecahan masalah, (2) menyusun pertanyaan bantuan terkait ukuran pemusatan data dan menyelesaikan pertanyaan yang diajukan dengan bantuan strategi kerja mundur, serta (3) mempresentasikan hasil atau jawaban dari soal ukuran pemusatan data. Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut, dapat ditunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan persentase siswa yang memiliki kualifikasi penalaran minimal “Baik” dari siklus pertama ke siklus kedua. Diketahui persentase siswa yang memiliki kualifikasi penalaran minimal “Baik” pada siklus pertama sebanyak 56,25% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 81,25% dan hasil pengamatan guru dan siswa juga berada pada kualifikasi Baik.