DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Handout Biologi Berdasarkan Hasil Penelitian Eksperimen Daya Antagonisme Antara Kapang AntagonisTrichoderma sp. Terhadap Kapang Patogen Fusarium oxysporum Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK

Arif Rahman

Abstrak


RINGKASAN

 

Pada proses pencapaian tujuan pendidikan di SMK, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya sehingga tujuan dari pendidikan SMK belum tercapai secara maksimal. Bahan ajar yang digunakan di SMKN 1 Malang khususnya dalam mata pelajaran Biologi, masih memiliki kelemahan diantaranya adalah bahan ajar yang tersedia masih kurang bervariasi hanya berpedoman pada buku teks, selain itu kegiatan praktikum yang tersedia masih belum mengaitkan konsep yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswa, sehingga menyebabkan kurangnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa rendah khususnya pada materi Jamur, yang dibuktikan dengan hasil ulangan harian dengan ketuntasan secara klasikal hanya sekitar 47% siswa dari keseluruhan jumlah siswa kelas X ATPH 1 dan untuk kelas X ATPH 2 ketuntasan klasikalnya hanya sebesar 43% dari keseluruhan jumlah siswa. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang dijadikan responden, seluruh siswa responden (100%) menyatakan perlu dibuatkan bahan ajar untuk membantu pembelajaran Biologi tentang topik Antagonisme Antar Kapang. Alasan pemilihan topik tersebut adalah sebagai sekolah pertanian siswa harus diperkenalkan tentang pengendalian penyakit tanaman secara hayati, karena selama ini siswa masih melakukan pengendalian penyakit menggunakan pestisida kimia yang berdampak pencemaran bagi lingkungan.

Pemilihan bahan ajar berupa handout karena bersifat spesifik yaitu materi handout tidak terdapat pada buku teks siswa, sehingga membantu siswa dalam memahami materi secara lebih mendalam. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan handout Antagonisme berdasarkan hasil penelitian eksperimen yang dilakukan oleh peneliti dan untuk menguji perbedaan peningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan praktik siswa setelah menggunakan handout Antagonisme. Jenis penelitian ini ialah penelitian pengembangan (Research and Development) berdasarkan pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Materi handout disusun berdasarkan penelitian eksperimen yang dilakukan peneliti tentang “Antagonisme Kapang Antagonis Trichodermaharzianum dan Trichodermaviridae terhadap Kapang Patogen Fusariumoxysporum”. Handout divalidasi oleh validator materi dan validator media pembelajaran serta dilakukan uji keterbacaan. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan pada dua kelas yaitu kelas X ATPH 1 yang menggunakan handout (Kelompok perlakuan) dan kelas X ATPH 2 yang tidak menggunakan handout (Kelompok kontrol). Data hasil belajar kognitif diperoleh dari skor pretes dan postes, sedangkan data hasil belajar keterampilan diperoleh dari rubrik penilaian keterampilan praktik. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan Uji T untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rerata peningkatan hasil belajar siswa kelas X ATPH 1 dan X ATPH 2.

Hasil penilaian validasi handout Antagonisme oleh validator ahli materi sebesar 97,11% dengan kriteria sangat baik, validator ahli bahan ajar sebesar 96,67% dengan kriteria sangat baik, sehingga berdasarkan penilaian dari kedua validator tersebut memberikan keputusan uji yaitu perlu revisi pada sebagian kecil handout. Uji keterbacaan handout Antagonisme menghasilkan penilaian sebesar 90,91% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa handout Antagonisme valid dan praktis sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran Biologi. Hasil analisis menggunakan Uji T Tidak Berpasangan menghasilkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan rerata peningkatan hasil belajar kognitif antara kelas X ATPH 1 dengan kelas X ATPH 2. Rerata tertinggi untuk hasil belajar kognitif yaitu pada kelas X ATPH 1 sebesar 84,68 sedangkan kelas X ATPH 2 sebesar 75,65. Untuk hasil belajar keterampilan praktik menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga terbukti terdapat perbedaan rerata peningkatan hasil belajar keterampilan praktik antara kelas X ATPH 1 dengan kelas X ATPH 2. Untuk rerata tertinggi hasil belajar keterampilan praktik yaitu pada kelas X ATPH 1 sebesar 87,29, sedangkan kelas X ATPH 2 sebesar 77,71.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas X ATPH 1 yang menggunakan handout Antagonisme menunjukkan rerata tertinggi jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas X ATPH 2 yang tanpa menggunakan handout Antagonisme. Hal ini membuktikan bahwa proses pembelajaran menggunakan handout dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan proses pembelajaran tanpa menggunakan handout. Penggunaan handout dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif dan berdampak baik terhadap hasil belajar siswa. Hal ini karena materi handout Antagonisme ini disusun berdasarkan penelitian ekperimen dari fenomena yang sering ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran bersifat faktual dan siswa lebih termotivasi untuk mempelajarinya.