DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-faktor yang Berkontribusi Terhadap Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Sistem Reproduksi Manusia

Naning Wahyuni

Abstrak


RINGKASAN

 

Wahyuni, Naning.  2019.  Faktor-faktor yang Berkontribusi Terhadap Miskonsepsi Siswa SMA Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia.  Tesis, Jurusan Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (2) Dr. Umie Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci:faktor miskonsepsi, jenis miskonsepsi, Sistem Reproduksi Manusia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMA dalam mempelajari Sistem Reproduksi Manusia dan faktor-faktor yang berkontribusi di dalamnya.Sebanyak 359 siswa SMA dan 20 guru Biologi SMA di Kota Malang dilibatkan dalam penelitian yang didesain dengan menggunakan metode survei deskriptif cross-sectional.Data diperoleh melalui tiga pendekatan, yaitu tes diagnostik  multiple choice three-tier beralasan tertutup (TMTT), kuesioner (untuk siswa dan guru) dan tinjauan terhadap buku teks yang digunakan.  Analisis data miskonsepsi dilakukan secara kuantitatif, sedangkan analisis data faktor-faktor yang berkontribusi dalam miskonsepsi dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis konten.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA teridentifikasi mengalami miskonsepsi dalam mempelajari Sistem Reproduksi Manusia.Sebanyak 40,52% siswa mengalami miskonsepsi dengan penyebab pemahaman konsep yang kurang (false positive) sebanyak 19,11% dan pemahaman konsep yang tidak lengkap/sebagian (false negative) sebanyak 6,07%.Terdapat 10 jenis miskonsepsi yang teridentifikasi, yaitu hubungan antara konsep: (1) sel kelamin dan gen penyusun (84,96%); (2) menopause dan hormon (79,94%); (3) menstruasi dan hormon (76,88%); (4) peranan uterus dan kehamilan (76,32%); (5) terbentuknya bayi kembar dan fertilisasi (59,61%); (6) penyebaran PMS pada remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas pada remaja (53,20%); (7) penyakit HIV/AIDS dan kekebalan tubuh (52,09%); (8) penularan PMS dan penggunaan kondom (42,90%); (9) teknologi bayi tabung dan kehamilan (43,18%); (10) sel kelamin dan fertilisasi (38,72%).

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap miskonsepsi siswa: (1) miskonsepsi guru; (2) cara mengajar guru yang cenderung teacher center; (3) buku teks yang digunakan memuat materi yang kurang lengkap.  Temuan ini menyarankan implikasi pengajaran dimana guru harus memperbaiki kualitas pengajaran dan pemahaman konsep yang benar pada siswa, serta mengidentifikasi buku teks yang digunakan sebagai sumber belajar.