DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF, SIKAP ILMIAH, DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XII IPA SMAN 2 KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK

Nur Umami Rosidah

Abstrak


RINGKASAN

 

Rosidah, N.U. 2019. Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi  Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif, Sikap Ilmiah, dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XII IPA SMAN 2 Karangan Kabupaten Trenggalek. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D., (2) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.

 

Kata Kunci: modul, PjBL, keterampilan berpikir kreatif, sikap ilmiah, hasil belajar kognitif, Pertumbuhan dan Perkembangan, Hidroponik, Bioteknologi

Dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan hidup abad 21 ini dituntut untuk mempersiapkan siswa agar memiliki kecakapan hidup (life skill). Salah satu bentuk kecakapan hidup (life skill) adalah keterampilan berpikir kreatif (creative thinking). Creative thinkingmerupakan aspek penting bagi siswa agar dapat memecahkan suatu masalah dan menemukan ide untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu komponen yang juga sangat penting dalam pembelajaran abad 21, khususnya pada pembelajaran sains selain keterampilan berpikir adalah sikap ilmiah. Metode pembelajaran yang tepat diperlukan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan sikap ilmiah sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Project Based Learning(PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang mengajarkan banyak strategi penting untuk kecakapan abad 21 yaitu mendorong siswa dalam pembelajaran mereka sendiri melalui penyelidikan, serta bekerja sama untuk meneliti dan menciptakan proyek yang merefleksikan pengetahuan mereka. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pembelajaran masih didominasi oleh diskusi dan presentasi, sehingga belum dapat memberdayakan keterampilan berpikir siswa. Perlu dikembangkan modul biologi, khususnya pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan dan materi Bioteknologi berbasisProyek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, sikap ilmiah, dan  hasil belajar. Pada materi Pertumbuhan dan perkembangan, siswa dapat menggunakan teknik Hidroponik dalam melakukan pengamatan dan bereksperimen tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman, kemudian menghasilkan produk kreatif berupa perangkat/media tanam hidroponik sederhana. Proyek pada materi Bioteknologi memfasilitasi siswa dalam mempraktikkan berbagai macam bentuk bioteknologi konvensional, dengan memberikan unsur kreativitas siswa dalam menghasilkan bentuk produk yang berbeda dari yang telah ada.

Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model ADDIE. Modul yang telah dikembangkan divalidasi oleh validator dan diuji coba pendahuluan kepada perwakilan siswa pada tahap Develop. Modul kemudian diimplementasi dalam proses pembelajaran menggunakan penelitian eksperimen semu (Pre test-Post test Control Group Design) pada tahap Implement. Data dalam penelitian ini terdiri dari data untuk pengembangan modul berupa hasil angket validasi oleh validator dan respon siswa serta data hasil pengukuran keterampilan berpikir kreatif, sikap ilmiah, dan hasil belajar kognitif. Jenis data adalah data kualitatif (berupa komentar dan saran validator dan siswa, hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran) dan data kuantitatif (meliputi skor validasi modul, skor respon siswa, dan skor pre test-post test). Data skor validasi modul dan respon siswa dianalisis dengan teknik analisis persentase untuk menguji kevalidan dan keterbacaan modul, sedangkan data pre-test-post test dianalisis dengan anakova untuk menguji efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, sikap ilmiah, dan hasil belajar kognitif siswa.

Hasil validasi modul oleh ahli materi memiliki nilai 94 %, ahli modul 88 %, praktisi lapangan 94,75 menunjukkan bahwa kriteria kevalidan modul valid. Hasil respon siswa memiliki rerata nilai 89,67 % pada uji coba satu lawan satu, 90,16 % pada uji coba kelompok kecil, dan 89,12 % pada tanggapan setelah selesai pembelajaran, menunjukkan kriteria keterbacaan sangat baik. Hasil pre test-post test pada eksperimen semu menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan modul PjBL Pertumbuhan dan Perkembangan dan Bioteknologi dengan siswa yang tidak menggunakan modul. Hasil angket sikap ilmiah menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan sikap ilmiah siswa yang menggunakan modul PjBL Pertumbuhan dan Perkembangan dan Bioteknologi dengan siswa yang tidak menggunakan modul. Simpulan dalam penelitian ini yaitu modul PjBL Pertumbuhan dan Perkembangan dan Bioteknologi yang dikembangkan valid, praktis digunakan dalam pembelajaran, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa. Saran yang dapat diajukan untuk pengembangan modul lebih lanjut adalah perlunya upaya pengembangan melalui inovasi lebih lanjut sehingga dapat menerapkan produk hasil proyek siswa menjadi produk tepat guna hingga dapat disosialisasikan dan diterapkan pada masyarakat sekitar sebagai bentuk pembelajaran Science Technology Society (STS) dan perlunya pengembangan modul serupa pada materi/Kompetensi Dasar yang lain, atau diterapkan pada sekolah yang berbeda, misalnya sekolah kejuruan (SMK) sehingga menghasilkan modul yang lebih kaya.