DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Mandiri dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bontang. (Tesis)

Usman Usman

Abstrak


Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini didasari oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat.

Namun dalam proses belajar mengajar di kelas, pelajaran matematika dianggap sulit, tidak menarik dan membosankan bagi siswa pada umumnya, motivasi belajar siswa menjadi rendah dan hasil belajarnyapun juga rendah, hal ini tercermin dari masih minimnya perolehan nilai matematika dalam ulangan kompetensi dasar baik dalam ulangan per Kompetensi Dasar (KD), ulangan blok maupun Ujian Akhir Nasional (UAN).

Dari pengamatan penulis selama mengajar dan hasil angket motivasi awal siswa serta data hasil tes skolastik yang dilakukan oleh pihak sekolah setiap penerimaan siswa baru menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa bukan karena kurangnya intelegensi yang dimiliki oleh siswa tetapi karena sangat sedikit siswa yang termotivasi untuk belajar matematika. Data motivasi awal siswa dapat dilihat pada lampiran 1. Hal ini karena adanya persaingan yang dapat merusak dan bahkan dapat mematikan motivasi sebagian besar siswa dalam kelas tersebut. Dalam setiap pembelajaran seorang guru sadar atau tidak telah membangun situasi persaingan diantara siswa. Bagi sebagian besar siswa dengan prestasi rendah persaingan adalah motivator yang buruk, bagi sebagian lainnya ini bahkan bisa menjadi penderitaan psikologi yang menetap yang pada akhirnya mereka beranggapan bahwa matematika hanya mampu dikuasai oleh siswa-siswa tertentu saja dan mereka tidak termasuk didalamnya

Berdasarkan permasalahan di atas melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran. Seorang guru harus mampu menggunakan metode pembelajaran yang tepat sehingga dapat memudahkan serta dapat mengubah image siswa yang keliru terhadap matematika, yang pada akhirnya matematika menjadi pelajaran yang mudah, menarik serta menyenangkan bagi semua peserta didik.

Untuk mengetahui metode yang tepat maka dalam penelitian ini dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) Apa rancangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk Transformasi Geometri pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bontang? (2) Bagaimana pelaksanaan dan hasil dari rancangan pembelajaran model kooperatif tipe STAD? (3) Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa setelah pelaksanaan rancangan pembelajaran tersebut?. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) serta dilaksanakan di kelas XII IPA SMA Negeri 1 Bontang, Kalimantan Timur.

Setelah rancangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas motivasi siswa meningkat dari rata-rata kategori cukup menjadi kategori baik. Demikian pula dengan hasil belajar siswa dimana dari dua siklus dalam penelitian ini memperlihatkan hasil yang meningkat. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata siswa 86,3 menjadi rata-rata 91,0 pada siklus II.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan sebagaimana diuraikan dalam bab terdahulu, dapat disimpulkan bahwa: (1) Penggunaan media pembelajaran mandiri (MPM) dapat memusatkan perhatian siswa pada materi pelajaran yang sedang dibahas, namun tidak diikuti oleh peningkatan aktifitas diskusi kelompok siswa. Sehingga hasil belajar yang dicapai masih bersifat individual, hal ini masih menimbulkan persaiangan antar individu yang dapat mematikan motivasi sebagian besar siswa yang berkemampuan kurang. (2) Rancangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimana pada tahap pembahasan materi, guru tidak menjelaskan secara klasikal maupun menyajikan dalam bentuk presentasi pembelajaran tetapi dibahas dengan menggunakan media pembelajaran mandiri sangat cocok diterapkan pada pembelajaran transformasi geometri. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya aktifitas dan hasil belajar siswa dari tindakan 1 siklus I sampai pada tindakan 2 siklus II. (3) Rancangan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dirancang dan dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran mandiri dalam pembahasan materi dapat meningkatkan rata-rata motivasi belajar siswa dari kategori cuku menjadi kategori baik. (4) Pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran mandiri sangat efektif diterapkan dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan aktifitas siswa dalam belajar serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal.

Bertitik tolak dari penemuan di atas maka dimana rancangan media pembelajaran mandiri yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa maka disarankan: (1) Agar para guru dapat menggunakan model ini dalam pembelajaran matematika di SMA. (2) Bagi para guru yang ingin melaksanakan penelitian yang sejenis disarankan agar melengkapi media pembelajaran dengan simulasi yang diberikan pada setiap akhir materi.

Abstract:

Mathematics is a universal science which underlay the development of modern technology has an important role in every discipline of science and improves the human's way of thinking. This rapid development of information and communication technology recently is underlied by the development of Mathematics in the Number Theory, Algebra Probability Theory, and Mathematics discrete. To master and create technology in the future, Mathematics mastery is much needed.

Although in the teaching and learning process in class, Mathematics lesson was considered difficult, uninteresting. and boring for the students generally the students' motivation was low and their achievement was also low, this can be seen from the students' scores in the test of basic competence either in each basic competence, test block, or the final examination.

The result of the writer's observation during teaching and the result of the observation sheets in the very beginning, and the result of the scholastic test done by the school in every new academic year showed that the students' achievement were considered low. It was not caused by the less intelligence of the students but it was because of the less motivation owned by the students in learning Mathematics. The data about the students' motivation can be seen in appendix 14. This was caused by the competence' that can destroy and switch off the students' motivation mostly in that class. In every learning activity, the teachers are aware or not built the competition among students. For the lower achievers, competition is a bad motivation. For some others, this can even be a psychology infliction so that they think that Mathematics only for the higher achievers and they do not include within.

Based on the problem above, through this study the teacher is supposed to be able to play a role as a learning innovator. A teacher must be able to use learning method in an exact way so that she can facilitates and changes the students' wrong images towards Mathematics so that eventually Mathematics can be an easy, an interesting, and an enjoyable lesson for all students.

To know the method in an exact way so that in this study the problem were stated as follows: (1) What kind of cooperative learning model type STAD for Geometric Transformation for the students of class XII-science SMAN 1 Bontang? (2) How the implementation and the result of the cooperative lesson plans type STAD? (3) How the improvements of the students' motivation after the implementation of that lesson plan? To answer those questions, this study was designed as the Classroom Action Research (CAR) which was implemented in class XII ­science SMAN 1 Bontang East Kalimantan.

After the cooperative learning model type STAD was implemented in the class, the student's motivation improves from the category enough to the good one. This also happened with the student's achievement where from the two cycles show that the result improves. In cycle I the average scores was 86,3 become 91.0 in cycle II.

Based on the result of the data analysis and the investigation as revealed in the previous part, the researcher can conclude as follows: (l) The use of independent learning media can focus the student's interest to the lesson that was learned, but it was not followed by the improvement of the group discussion. The result was an individual result so that this still causes the competition among individual which can switch off most of the low achievers. (2) The cooperative learning model type STAD where in the investigation of the material stage, the teacher do not explain the material classically or in the form of presentation but it was investigated by using independent media learning that is suitable to be implemented in the geometric transformation learning. This can be seen from the improvement of the activities and the student's achievement from the cycle I to the cycle II. (3) Cooperative learning type STAD was planned and combined by the use of the independent learning in investigating the materials can improve the average of the students' motivation from the category enough to the good one. (4) The cooperative learning type STAD which is combined by the use of independent learning media is much effective to be implemented in the effort of improving the students' participation and activities in learning and also can improve the students' achievement totally.

From the findings above where the independent media learning which was combined by the cooperative learning type STAD can improve ,the students' motivation and achievement so that the researcher suggests: (1) The teachers can use this model in the process of teaching Mathematics. (2) The future researcher was supposed to complete the learning media by the simulation given in the end of every meeting.