DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Belajar Inkuiri Terbimbing Berbantuan Multimedia Materi Metabolisme Sel dan Pengaruhnya Terhadap Literasi Sains, Keterampilan Berpikir Kritis, serta Hasil Belajar Siswa Kelas XII SMA

MOCHAMMAD ALI MASHUR

Abstrak


RINGKASAN

 

Kegiatan observasiyang telah dilakukan di SMA DarulUlum 2 Jombangmenunjukkan bahwapola pembelajaran biologi masih dominan berpusat pada guru. Penggunaanbahan ajar yang kurangmengasahpadaaspek literasisainsdanketerampilanberpikirkritisberdampakpadarendahnyakemampuanliterasisains, keterampilanberfikirkritis, danhasilbelajarsiswa. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang masih rendah. Hasilangketpada kompetensi dasar (KD) biologi di kelas XII SMA menunjukkanbahwa 37 % siswakesulitanpada KD metabolismesel yang merupakanpersentaseterbesarapabiladibandingkandengan KD pertumbuhandan perkembangan,  KD materi genetik, danKD polapewarisansifat. Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan modul inkuiri terbimbing berbantuan multimedia materi metabolisme sel yang layak dan tervalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli modul, dan praktisi pembelajaran. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui perbedaan skor literasi sains, keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar siswa kelas XII SMA.

Penelitianinimenggunakan modelpengembangan Lee dan Owens. Peneliti menggunakan model ini karena sesuai dengan konten yang akan dikembangkan yaitu modul belajar yang terintegrasi dengan multimedia pembelajaran. Modelpengembanganpembelajaran Lee dan Owensmeliputi lima tahapankegiatan yang sistematis yaitu (1) analysisterdiri dari dua komponen utama yaitu analisis kebutuhan (Need Assesment)serta analisis menyeluruh Front-end Analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan(5) evaluation. Tahapan analisis yang terdiri atas analisis kebutuhan dan analisis menyeluruh (awal–akhir).Observasi lapangan (analisis materi, siswa, teknologi, situasi, isu, tujuan, dan biaya). Tahap desain, yang terdiri atas membuat rencana jadwal penyelesaian modul inkuiri terbimbing dan multimedia pembelajaran, menentukan spesifikasi multimedia, menyusun kerangka modul dan kerangka multimedia, struktur materi, kontrol konfigurasi yang dibuat. Tahap mengembangkan, yang terdiri atas tahapan (1) preproduksi (menyiapkan materi, video, gambar dan soal), (2) tahapan produksi (proses editing, menambahkan media yang diperlukan) dan (3) tahapan pascaproduksi (mensimulasikan hasil yang sudah dibuat dan mereview oleh ahli media, ahli materi, praktisi lapang/guru). Tahap implementasi terdiri dari uji coba skala kecil, dan implementasi yang dilakukan dengan kondisi pembelajaran sebenarnya dilakukan dengan quasi eksperimen di dua sekolah yaitu SMA Darul Ulum 2 Peterongan dan SMA Budi Utomo Jombang. Tahap evaluasi menentukan tujuan evaluasi, menyusun instrumen, analisis dan pengumpulan data. Data hasil pengembangan dari validasi dianalisis secara deskriptif, sedangkan data nilai keterampilan berpikir kritis, literasi sains, dan hasil belajar dianalisis dengan statistik inferensial anakovaone way dengan taraf signifikansi 5%.Uji prasyarat akan dilakukan terlebih dahulu, yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitassebelum analisis dengan anacova. Uji normalitas dengan memakai uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov, sedangkan  Levene’s Test of Equality of Error Variances digunakan untuk uji homogenitas.

 

Perolehan nilai validasi ahlimateripada tahap pertama yaitu pada tanggal 29 Juli 2018 diperoleh nilai68,90 % dengan kriteria penilaian kurang valid. Hasil validasi tahap kedua setelah proses bimbingan dan revisi pada tanggal 6 Agustus 2018 diperoleh nilai validasi 100 % dengan kriteria penilaian sangat valid. Validasi oleh ahli modul sebesar 89,67%, ahli media 96,67%, validasi modul dan media oleh praktisi pembelajaran 87,50% dan 89,80%. Respon siswa terhadap modul dan media 80,08% dan 80,56%. Implementasi produk pengembangan di SMA Darul Ulum2 dan SMA Budi Utomo menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan untuk keterampilan berpikir kritis siswa, karena nilai p= 0, 000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan modul hasil pengembangan dapat meningkatkan dengan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa. Kemampuanliterasisainsterjadi peningkatan yang signifikan, karenanilai p= 0, 001 ˃ 0,05, sedangkanuntukhasilbelajarsiswamenunjukkan peningkatan yang signifikan, karena nilai p = 0, 000< 0,05.