DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Effectiveness of the SSS (Start with Simple Stories) Extensive Reading toward the Comprehension of the Low Achieving Students of the First Grade at PGRI Lawang Senior High School. (Thesis)

Choirur Rozi

Abstrak


Most students still have reading problems such as difficulty to understand the texts, low mastery of vocabulary, low speed of reading, and low habit of reading. These problems could result from many factors. They could derive from the teaching strategy, the students' intelltual competence themselves, or the students' socio and economic condition which force them to be lack of school facilities and eventually causes low interest of studying and low scores of English. To provide solution to these problems the writer proposed what so called the SSS Extensive Reading Program. The SSS Extensive Reading Program is a kind of reading strategy in which the learners are introduced with the reading activity using a variety of short illustrated stories.

The aim of the study is to verify whether the first grade students of PGRI Lawang Senior High School taught using the SSS extensive reading perform better in reading comprehension than the students taught reading using the conventional way. The study intended to obtain a logical and reliable information whether there was a significant difference between students' reading comprehension of the experimental and control groups.

The subjects of the study were 61 students of the first grade of PGRI Lawang Senior High School. Thirty students were assigned as the experimental group and the other thirty one students were assigned as the control group. Of the two groups, those who get UAN scores below the school passing grade will be compared and analyzed in terms of the post test given after the treatment.

The design of the research is quasi-experimental with non randomized control group post test. It is called quasi-experimental because of two reasons. First, the researcher could not fully control the scheduling of the experimental condition. Second, the researcher could not assign subjects randomly. The research instrument was in the form of 30 multiple choice-test items which covers English reading comprehension of the first grade students of PGRI Lawang Senior High School. The experimental group was taught reading using the SSS extensive reading while the control group was taught reading conventionally. Afterwards, both groups were simultaneously given the same post test.

Further, since the two groups were homogeneous, the data analysis for the post test scores was computed using the t-test. The average scores of reading comprehension of the control and the experimental group were compared. The result of the computation shows that there is a significant difference between the scores of the students taught using the SSS extensive reading and the scores of those taught using the conventional way with the average score 66.67 for the experimental group and 48.94 for the control group.

Based on the findings of the research, it is recommended that English teachers apply the SSS extensive reading program to obtain better students' achievement in reading comprehension. In addition, the SSS extensive reading could provide such a pleasant feeling of reading that at the proper time it could improve the students' habit of reading. To support the efficacy of the triple "S" extensive reading program smoothly at school, it is strongly recommended for English teachers to provide a small classroom library which contains various reading texts with different levels of difficulty, some administrative forms required to monitor the extensive reading program. To maintain students' motivation and interest in reading, cooperation with the students' parents in a conducive situation is of great importance. Teachers or parents can give information about the progress of their students in conducting the extensive reading program. The school librarians could endow the school library with a large number of readers as a supplement for students in learning English extensively. To provide sufficient reading materials for the library, it is advisable for them to build cooperation with either state or private owned company to accomplish the financial budget needed in this program.

 

Abstrak:

Sebagian besar siswa masih memiliki masalah membaca seperti kesulitan memahami teks, rendahnya penguasaan kosa kata, rendahnya kecepatan membaca, dan rendahnya tingkat kebiasaan membaca. Masalah-masalah ini muncul karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa strategi pengajaran, kemampuan intelektual siswa, kondisi sosial-ekonomi siswa yang menyebabkan mereka tidak cukup memiliki perlengkapan sekolah yang pada akhirnya akan menyebabkan minat belajarnya berkurang dan rendahnya nilai bahasa Inggris. Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut, penulis mengusulkan penerapan program "the SSS Extensive Reading." Program "The SSS Extensive Reading" adalah satu jenis strategi pengajaran membaca yang mengenalkan siswa dengan kegiatan membaca teks bahasa Ingrris menggunakan bermacam-macam cerita pendek bergambar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempertegas apakah siswa kelas I SMA PGRI Lawang yang diajar membaca dengan menggunakan SSS extensive reading mendapatkan prestasi pemahaman yang lebih baik dari pada siswa yang diajar membaca dengan menggunakan cara konvensional. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi secara logis dan bisa dipercaya dari pertanyaan apakah ada perbedaan yang signifikan antara pemahaman membaca siswa yang berada di kelompok experimen dan kelompok kontrol.

Subjek dari penelitian ini berjumlah 61 siswa kelas satu SMA PGRI Lawang. 30 siswa diberi tugas sebagai kelompok exprimen dan 31 siswa lainnya sebagai kelompok kontrol. Dari dua kelompok tersebut, prestasi siswa yang memperoleh nilai UAN dibawah (lebih kecil) dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditentukan sekolah, akan dibandingkan dan dianalisis berdasarkan hasil post test yang diberikan setelah mereka mendapatkan perlakuan.

Rancangan penelitian ini menggunakan "quasi-experimental design" dengan menggunakan post test kelompok kontrol non random. Insrument dalam penelitian ini menggunakan 30 soal tes pilihan ganda yang mencakup pemahaman membaca teks bahasa Inggris kelas satu SMA PGRI Lawang. Kelompok experimen diajar membaca teks bahas Inggris dengan menggunakan SSS extensive reading, sebaliknya kelompok kontrol diajar membaca teks bahasa Inggris dengan menggunakan cara konvensional. Setelah itu kedua kelompok diberi post test yang sama yang dilaksanakan secara bersamaan.

Selanjutnya karena kedua kelompok tersebut homogen, maka analisis data post test menggunakan uji t (t test). Peneliti membandingkan perolehan skor rata-rata siswa dalam pemahaman membaca teks bahasa Inggris dari kelompok kontrol dan experimen. Hasil penghitungan statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor siswa yang diajar pemahaman membaca dengan menggunakan SSS extensive reading dan skor siswa yang diajar dengan menggunakan cara konvensional dengan hasil rata-rata 66.67 untuk kelompok experimen dan 48.94 untuk kelompok kontrol.

Berdasarkan hasil penemuan dalam penelitian ini, disarankan agar guru bahasa Inggris tingkat SMA khususnya dapat menerapkan SSS extensive reading sebagai salah satu cara untuk meningkatkan prestasi siswa yang lebih baik dalam mengajar pemahaman membaca. Selain itu SSS extensive reading juga bisa memberikan kesenangan membaca, sehingga dalam waktu yang cukup bisa meningkatkan kebiasaan membaca. Untuk mendukung keberhasilan penerapan program "the SSS extensive reading" secara lancer di sekolah, sangat disarankan agar guru bahasa Inggris melengkapi ruang kelas dengan sebuah perpustakaan kecil yang berisi bermacam-macam bacaan dengan tingkat kesukaran yang berbeda-beda, beberapa format administrasi yang diperlukan untuk memonitor kegiatan membaca secara ekstensif. Untuk memperkuat motivasi dan minat baca siswa, kerjasama dengan wali murid dalam suasana yang kondusif sangat diperlukan. Guru atau orang tua bisa memberikan informasi tentang kemajuan siswa dalam melaksanakan program membaca ekstensif. Pustakawan sekolah bisa melengkapi perpustakaan sekolah dengan berbagai macam bacaan sebagai pelengkap bagi siswa untuk belajar bahasa Inggris secara ekstensif. Untuk melengkapi perpustakaan sekolah dengan materi bacaan yang cukup, disarankan agar sekolah mengembangkan kerjasama dengan perusahaan swasta atau perusahaan milik Negara untuk mengatasai biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program ini.