DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Manajemen Kelas Untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Negeri 14 Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara

Warjin Hi Soleman

Abstrak


Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mencapai tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru melaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan belajar mengajar dan manajemen kelas. Manajemen kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas secara fisik, melainkan juga secara psikis. Kegiatan manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas yang kondusif. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efesien.

            Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk mengetahui tingkat keefektifan model manajemen kelas berbentuk U, meja pertemuan, dan lingkaran, Pada penelitian ini peneliti memodifikasi model penelitian dan pengembangan menurut (Borg dan Gall) menjadi lima langkah yaitu : (1) penelitian awal, (2) pengembangan produk awal, (3) validasi ahli, (4) uji coba skala kecil,(5) uji coba skala besar.

 Pada penelitian awal peneliti menggunakan angket yang disebarkan kepada 80 peserta didik pada semua jenjang kelas dan wawancara. Dari penyebaran angket dan wawancara tersebut dapat menghasilkan (1) model manajemen kelas bentuk konvensional yang digunakan guru di sekolah tersebut mencapai 100%, (2) metode mengajar guru mencapai 98% menggunakan metode ceramah, (3) kurangnya fasilitas meja dan kursi yang digunakan siswa ketika belajar, (4) kurangnya buku-buku penunjang pembelajaran. Melihat berbagai masalah di atas maka manajemen kelas berbentuk U, meja pertemuan dan lingkaran di pandang perlu untuk diterapkan di SMP Negeri 14 Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara karena ketiga model ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan sekolah tersebut.

            Produk awal yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian awal adalah (1) gambar model manajemen kelas, (2) panduan manajemen kelas. Produk tersebut divalidasi oleh kedua ahli di bidang manajemen pendidkan, hasil dari validasi adalah memisahkan ketiga panduan dari masing-masing model manajemen kelas serta panduan harus berbentuk Standar Oprasional Procedure (SOP).

Pada uji coba skala kecil melibakan dua guru yaitu guru bidang studi Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Hasil pada model manajemen kelas berbentuk U menunjukan keefektifan pada aspek  visibility mencapai nilai tinggi , accessibility nilai tinggi dan  flexibility nilai tinggi, hasil pada model manajemen kelas berbentuk meja pertemuan menunjukan kefektifan pada aspek tingkah laku mencapai nilai tinggi, sosio emosional nilai tinggidan pengorganisasian nilai tinggi, hasil pada model manajemen kelas berbentuk lingkaran menunjukan keefektifan pada aspek keindahan mencapai nilai tinggi, tingkah laku nilai tinggi dan sosio emosional nilai tinggi, masukan utama dari guru pelaksana uji coba adalah memisahkan kegiatan awal, inti dan akhir pada kegiatan pelaksanaan, serta pada model manajemen kelas berbentuk U siswa perempuan menempati barisan kursi yang menghadap kedepan sedangkan pada model manajemen kelas benbentuk meja pertemuan tempat duduk siswa tidak membelakangi guru atau papan tulis.

Pada uji coba skala besar melibatkan lima guru yaitu guru bidang studi Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, PJOK dan Prakarya. Hasil pada model manajemen kelas berbentuk U menunjukan keefektifan pada aspek  visibility mencapai nilai sangat tinggi , accessibility nilai sangat tinggi dan  flexibility nilai sangat tinggi, hasil pada model manajemen kelas berbentuk meja pertemuan menunjukan kefektifan pada aspek tingkah laku mencapai nilai sangat tinggi, sosio emosional nilai sangat tinggi dan pengorganisasian nilai sangat tinggi, hasil pada model manajemen kelas berbentuk lingkaran menunjukan keefektifan pada aspek keindahan mencapai nilai sangat tinggi, tingkah laku nilai sangat tinggi dan sosio emosional nilai sanga tinggi.

Saran peneliti pada penelitian dan pengembangan ini adalah (1) untuk sekolah SMP Negeri 14 Halmahera Barat diharapkan untuk terus mempertahankan model manajemen kelas secara rutin pada saat pembelajaran dikelas, (2) untuk Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi memasukan model manajemen kelas sebagai mata kuliah pada program studi manajemen pendidikan, (3) untuk dinas pendidikan kabupaten Halmahera Barat harus mensosialisasikan dan mendistribusikan panduan model ini kepada sekolah-sekolah lain agar model manajemen kelas yang digunakan guru tidak hanya pada satu model yaitu model konvensional, (4) peneliti dan atau peneliti lain dapat mengembangkan model-model manajemen kelas yang lain selain ketiga model ini guna menyesuaikan dengan perubahan  zaman yang ada.