DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Model Problem Based Learninguntuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 5 Pamekasan

Susilawati

Abstrak


RINGKASAN

 

Susilawati. 2019. Implementasi Model Problem Based Learninguntuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 5 Pamekasan. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tjang Daniel Chandra , M.Si,Ph.D (II) Dr. Abadyo, M.Si.

 

Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL), Representasi Matematis, Implementasi

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti terhadap siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 5 Pamekasan saat mengajar di kelas, diperoleh lebih dari 50% siswa tidak bisa merepresentasikan masalah matematika yang diberikan dengan baik. Siswa belum dapat merepresentasikan masalah yang diberikan ke dalam ekspresi matematis dengan benar, siswa juga tidak menuliskan simpulan dari selesaian dengan benar. Berdasarkan uraian tersebut makadiperlukan perbaikan dalam peningkatan kemampuan representasi matematis melalui pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi PBLyang dapat  meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 5 Pamekasan..Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitianini dilaksanakan dalam dua siklus pada bulan Oktober-November 2018. Pelaksanaan dalam setiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari penelitian ini diperoleh data hasil observasi guru dan siswa, catatan lapangan, hasil tes kemampuan representasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan caramereduksi, menyajikan dan membuat coding, serta membuat kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil aktivitas guru meningkat dari 71,85 % dengan kategori baik pada siklus I menjadi 100 % pada siklus II dengan kategori sangat baik. Hasil aktivitas siswa meningkat dari 71,8 % dengan kategori baik pada siklus I menjadi 94,03 % dengan kategori sangat baik pada siklus II. Hasil capaian kemampuan representasi matematis siswa secara klasikal meningkat dari 61,5 % pada siklus I menjadi 88,46 % pada siklus II. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa implementasi Problem Based Learning(PBL) telah meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Fase-fase Problem Based Learning (PBL) pada penelitian ini adalah 1)mengarahkan siswa pada masalah, guru meminta siswa untuk membaca masalah yang ada pada LKS, dan bertanya kepada guru jika terdapat hal yang belum diketahui oleh siswa, guru meminta siswa untuk menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam masalah tersebut dengan menggunakan bahasa siswa itu sendiri; 2)mengorganisasikan siswa untuk belajar, guru meminta dengan tegas agar siswa segera berkumpul dengan kelompoknya yang terdiri dari 4-5 siswa; 3)membantu penyelidikan mandiri dan kelompok, guru meminta siswa untuk menyelesaikan masalah matematika di LKS secara berkelompok, guru juga memberi kesempatan pada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber untuk membantu penyelidikan siswa, guru memberikan motivasi agar semua siswa berpartisipasi secara aktif dalam diskusi kelompok, dan guru berkeliling untuk memastikan bahwa diskusi berjalan sesuai dengan instruksi yang ada di LKS; 4)mengembangkan dan menyajikan hasil karya, guru memberikan masalah yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok di luar pembelajaran di kelas, hasil diskusi  harus dituliskan di tempat yang disediakan di LKS dan dipresentasikan pada pertemuan yang akan datang; 5)menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru meminta siswa untuk melihat kembali proses penyelesaian masalah dan hasil penyelesaian masalah, serta guru meminta siswa untuk membandingkan jawaban mereka dengan jawaban kelompok lain.