DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Graphic Organizers to Improve Students’ English Writing Skill in the Process of Communicating at the Fifth Grade Elementary School of Sekolah Citra Berkat Surabaya. (Thesis)

Maria Josephine Kriesye Sriemulyaningsih

Abstrak


English teachers in Indonesia, particularly those whose field is teaching the young learners, have felt the need to find easy, comprehensive, yet still stimulating techniques to expose their students and arouse their interest in the target language use, particularly in writing. This study is then conducted to find efforts in order to enhance the young learners' proficiency in English as foreign language. This research is intended to describe how the three types of graphic organizers, the Concept Map, the Venn Diagram, the Cyclical / Cycle Map, help to improve the students' English written skill in the school's learning cycle certain process.

As the basis of analysis, the theories on children's need and motivation to learn English, constructivism, and the graphic organizers are employed. Some explanation of the previous related studies were also discussed to help strengthen the writer's belief that the graphic organizers play a great visual help for the children expressing their thoughts, particularly in dealing with the target language.

In this research, the writer employed classroom action research (CAR) since it was aimed to answer the present, real problems of the collaborative teacher's class. As the school applies its own learning cycle, called Teaching Best Practices, that consists of five interrelated steps of Exploring-Planning-Doing-Communicating-Reflecting, the CAR is then accommodated into that school's learning cycle. Certain focus is dedicated to the Communicating step, as it is the step in which the students perform their achieved result, either in written or verbally The writer wishes to give descriptive-explanatory-interpretative accounts, so six instruments to collect data were used. They were the results of students' writing inputs and outputs, the checklists of students and teachers' observation, the field note-taking, and the interview. Partial video recordings were also done several times. To analyze the data, the writer, the collaborative teacher and the triangulator rated the writing inputs and outputs using the established rubrics, conducted the detailed interview to the class students, and conducted internal meeting to discuss the findings.

The writer and the collaborative teacher set the teaching guidelines, in which the three types of Graphic Organizers were applied to the Exploring step to brainstorm and compare ideas, to the Planning step to arrange their processes and work plans, and also to the Communicating when they had to deliver verbal presentation to their friends.

Having succeeded the CAR cycle for one time, lasted for about four weeks, the result of the study convinced that the graphic organizers are useful for the students to use in their Communicating step, at the moment when they had to perform their verbal group presentation and when they had to express their ideas in a written form. The organizers were helpful to improve students' English written skill as they were found to be practically applied to explore extensive ideas, compare and draw similarities, and plan sequences.

Having applied the types of the organizer, most students experienced the increased result performance. The students also stated their satisfaction of having used the organizers for their verbal communication, in carrying out the presentation. Being used for class presentation, the students confirmed that the organizers also functioned well as media tools which both eased their tension and clarified the topics being discussed.

Eventually, it is hoped that the findings of the research could benefit the English teachers and the teachers to be, in their effort improving the language teaching, particularly for the young learners to whom particular treatment should be addressed. The suggestions are also offered to various primary schools in their attempt to make the English teaching learning situation better.

 

Abstrak:

Guru bahasa Inggris di Indonesia, khususnya mereka yang berkecimpung dalam pengajaran bahasa Inggris terhadap anak-anak, merasakan adanya kebutuhan untuk menemukan teknik pengajaran yang mudah, menyeluruh, namun tetap cukup menarik minat guna membiasakan para anak didiknya menggunakan bahasa asing yang diajarkan. Penulis juga melihat adanya kebutuhan ini dan berusaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak dengan melakukan penelitian berikut. Penelitian yang dimaksud bertujuan untuk mendeskripsikan suatu proses yang guna meningkatkan kemampuan siswa menulis atau membuat cerita dalam tahapan-tahapan tertentu di siklus belajar sekolah.

Sebagai landasan analisis, teori mengenai kebutuhan dan motivasi anak untuk belajar bahasa Inggris, konstruktivisme, dan Graphic Organizers diaplikasikan dalam studi ini. Beberapa penjelasan mengenai penelitian-penelitian terdahulu, terkait dengan bidang ini, juga turut disajikan guna mempertegas pendapat penulis tentang kegunaan Graphic Organizers, terutama dalam kaitannya dengan bahasa yang dipelajari.

Penulis melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) karena studi ini juga terkait erat dengan usaha untuk menjawab masalah yang sedang dialami di kelas guru kolaborator. Oleh karena sekolah tempat penelitian menggunakan lima tahapan dalam siklus belajar yang saling berhubungan yaitu Exploring-Planning-Doing-Communicating-Reflecting, Penelitian Tindakan Kelas diimplementasikan dalam siklus terkait. Perhatian khusus diarahkan pada tahapan Communicating, tahapan keempat dalam siklus belajar sekolah. Penulis menggunakan enam instrumen guna memberikan penjelasan yang bersifat deskriptif. Instrumen yang dimaksud adalah hasil input dan output siswa, hasil observasi guru dan siswa, catatan observasi di kelas, dan hasil wawancara. Beberapa rekaman video juga dilakukan dalam tahapan tertentu. Untuk menganalisa data, penulis, guru kelas yang berkolaborasi, dan seorang triangulator menilai hasil input dan output siswa dengan menggunakan rubrik yang sudah dipersiapkan, melaksanakan wawancara intensif dengan seluruh siswa, dan mengadakan pertemuan internal untuk mendiskusikan hasil-hasilnya.

Penulis dan guru kelas merancang rencana pembelajaran, dimana tiga jenis Graphic Organizersdiaplikasikan dalam tahapan Exploring untuk curah pendapat dan membandingkan berbagai ide, dalam tahapan Planning untuk menyusun proses dan rancangan kerja, dan juga dalam tahapan Communicating ketika presentasi lisan dilakukan di hadapan teman sekelas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Graphic Organizers sangatlah berguna bagi siswa untuk digunakan dalam tahapan Communicating ketika mereka harus mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas, pun ketika mereka diminta mengekspresikan idenya dalam bentuk tertulis.

 Graphic Organizers yang diajarkan ternyata berguna untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis atau membuat cerita karena ketiga jenis organizer yang diajarkan terbukti aplikatif dan praktis untuk mengeksplorasi atau menggali ide awal, membandingkan, dan menarik persamaan antara dua hal atau lebih, dan untuk merencanakan suatu urutan proses. Setelah diperkenalkan dan berlatih menggunakan Graphic Organizer, para siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Mereka juga menyatakan senang dan puas menggunakan Graphic Organizer dalam proses presentasi, karena ketiga jenis organizer tersebut berfungsi baik sebagai alat peraga yang membantu mengurai ketegangan siswa dan juga memperjelas topik yang sedang didiskusikan. Penulis juga mengamati jikalau ada korelasi antara kemampuan siswa menggunakan Graphic Organizer dalam proses kerja berkelompok dengan hasil perolehan individu yang ternyatakan dalam hasil output siswa. Hasil studi menyimpulkan bahwa ternyata tidak ada korelasi yang cukup signifikan antara kemampuan siswa dalam mengunakan Graphic Organizer saat bekerja dalam kelompok dengan pencapaian hasil output individu.

Penulis berharap hasil temuan penelitian ini dapat bermanfaat bagi para calon guru dan guru bahasa Inggris, khususnya yang berkecimpung dalam pengajaran bahasa Inggris, sehingga kualitas pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris dapat ditingkatkan. Sumbang saran dan pikiran yang disampaikan penulis juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar secara keseluruhan.