DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Blended Collaborative Problem Based Learning (BCPBL) pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Biologi dan Pengaruhnya terhadap Keterampilan Berkomunikasi, Metakognisi, dan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universi

Bowo Sugiharto

Abstrak


RINGKASAN

 

Sugiharto, Bowo. 2019. Pengembangan Model Blended Collaborative Problem Based Learning (BCPBL) pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Biologi dan Pengaruhnya terhadap Keterampilan Berkomunikasi, Metakognisi, dan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Disertasi, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd., (II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (III) Dr. Ibrohim, M.Si.

 

Kata Kunci: BCPBL, berpikir tingkat tinggi, keterampilan berkomunikasi, metakognisi, Strategi Pembelajaran Biologi

 Era informasi yang semakin terbuka dan kompetitif menuntut dibutuhkannya keterampilan untuk mempertahankan eksistensi dan memenangi persaingan. Keterampilan yang dimaksud merujuk kepada 4Cs competencies yang terdiri dari creativity, communication, collaboration and critical think (kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis) dan sering disebut sebagai keterampilan abad-21. Oleh karena itu, LPTK pada umumnya dan pendidikan biologi khususnya juga perlu mempersiapkan lulusannya dengan membekali keterampilan-keterampilan tersebut. Salah satu mata kuliah yang vital di pendidikan biologi adalah Strategi Pembelajaran Biologi (SPB). Mata kuliah SPB cukup strategis untuk membekali kompetensi pedagogik sekaligus keterampilan abad-21 bagi mahasiswa pendidikan biologi dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Upaya rasional yang dapat dilakukan di dalam mata kuliah SPB untuk mengakomodasi tuntutan berkembangnya  kompetensi dan sesuai dengan era informasi adalah mengembangkan model Blended Collaborative Problem Based Learning (BCPBL). BCPBL merupakan model pembelajaran yang ber-platform pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning = PBL) dengan menerapkan pendekatan collaborative dan dilaksanakan dengan memadukan perkuliahan tatap muka (face to face) di kelas dan perkuliahan secara online. Model BCPBL diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi berkembangnya keterampilan komunikasi, metakognisi, dan berpikir tingkat tinggi mahasiswa pendidikan biologi.

Tujuan penelitian ini terdiri atas tujuan penelitian pengembangan dan tujuan penelitian kuasi eksperimen. Tujuan penelitian pengembangan adalah untuk menghasilkan model pembelajaran BCPBL. Tujuan penelitian kuasi eksperimen adalah untuk mengetahui adanya perbedaan: 1) keterampilan berkomunikasi antara pembelajaran konvensional, model PBL, Blended Learning, dan BCPBL, 2) keterampilan metakognisi antara pembelajaran konvensional, model PBL, Blended Learning, dan BCPBL, serta 3) kemampuan berpikir tingkat tinggi antara pembelajaran konvensional, model PBL, Blended Learning, dan BCPBL pada mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMS.

Pengembangan model pembelajaran merujuk kepada model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analize, Design, Develop, Implement, Evaluate (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Penelitian kuasi eksperimen menggunakan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design. Variabel bebas yang digunakan adalah model pembelajaran yaitu terdiri dari kelompok eksperimen (PBL, BL, BCPBL) dan kelompok kontrol yang menerapkan multimodel. Variabel terikat terdiri atas keterampilan berkomunikasi, metakognisi, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling pada mahasiswa semester III yang sedang menempuh matakuliah SPB. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi, angket, soal tes, inventori, dan rubrik. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan ANAKOVA dengan menggunakan bantuan program komputer SPPS 22 for windows.

Penelitian pengembangan telah menghasilkan model BCPBL yang dapat diterapkan pada mata kuliah SPB dan berpotensi meningkatkan keterampilan berkomunikasi, metakognisi, dan berpikir tingkat tinggi. Hasil penelitian kuasi eksperimen menunjukkan 1) adanya perbedaan keterampilan berkomunikasi antara pembelajaran konvensional, model PBL, Blended Learning, dan BCPBL, 2) adanya perbedaan keterampilan metakognisi antara pembelajaran konvensional, model PBL, Blended Learning, dan BCPBL, serta 3) adanya perbedaaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara pembelajaran konvensional, model PBL, Blended Learning, dan BCPBL pada mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMS.

Berkembangnya keterampilan berkomunikasi difasilitasi oleh adanya unsur pendekatan kolaboratif dalam model BCPBL di mana mahasiswa dituntut untuk terus menjalin komunikasi dalam bentuk sharing gagasan baik saat perkuliahan tatap muka maupun sesi online. Metakognisi mendapatkan kesempatan untuk berkembang sejak adanya observasi dalam rangka menemukan masalah sampai dengan menemukan akar masalah dalam pembelajaran, menemukan solusi, menerapkan solusi, serta mengevaluasi penerapan solusi. Metakognisi juga berkembang dengan adanya tuntutan dalam menggunakan fasilitas TIK dalam pembelajaran secara online. Keterampilan berpikir tingkat tinggi dipicu oleh adanya tuntutan menemukan masalah, menemukan solusi, dan mengevaluasinya dalam situasi pembelajaran yang nyata di kelas.

Berdasarkan hasil penelitian ini sebaiknya institusi khususnya perguruan tinggi terus mendorong dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pembelajaran dengan menerapkan Blended Learning sebagai upaya untuk menyelaraskan dengan tuntutan zaman dan berkembangnya kompetensi lulusannya. Berdasarkan hasil penelitian ini juga dimungkinkan untuk menerapkan model BCPBL pada mata kuliah lain dengan mengkaji variabel-variabel lain yang diduga kuat dipengaruhi olehnya. Hal ini perlu dilakukan karena adanya potensi BCPBL sebagai scaffolding bagi berkembangnya berbagai macam kemampuan kognitif maupun keterampilan abstrak yang lain. 

 

SUMMARY

 

Sugiharto, Bowo. 2018. Development of Blended Collaborative Problem Based Learning (BCPBL) Model on Biology Learning Strategy Courses and Its Effects on Communication Skills, Metacognition, and Higher Order Thinking on the Students of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Muhammadiyah University of Surakarta (UMS). Dissertation, Biology Education Study Program, Postgraduate of State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd., (II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (III) Dr. Ibrohim, M.Sc.

 

Keywords: BCPBL, Biology Learning Strategy, communication skills, high-order thinking, metacognition

The era of information that is increasingly open and competitive requires the need for skills to maintain existence and win competition. The skills refer to 4C competencies consisting of creativity, communication, collaboration and critical think (creativity, communication, collaboration, and critical thinking) and are often recognized as 21st century competencies. Therefore, the Institute of Teachers' Education (ITE) in general and biology education in particular also need to prepare graduates to equip these skills. One of the essential subjects in biology education is the Biology Learning Strategy (BLS). The BLS course is strategic enough to equip pedagogical competencies as well as 21st century competencies for biology education students by utilizing Information and Communication Technology (ICT).

The rational effort that can be made in the BLS course to accommodate the demands of developing competencies and in accordance with the information age is to develop the Blended Collaborative Problem Based Learning (BCPBL) model. BCPBL is a learning model that fundamentally developed from Problem Based Learning (PBL) by applying a collaborative approach and implemented by combining face-to-face lecture in classes and online activities. The BCPBL model is expected to contribute to the development of communication skills, metacognition, and high-order thinking of biology education students.

The aims of this study consisted of the purpose of development research and quasi-experimental research. The purpose of the development research is to produce a BCPBL learning model. The purpose of quasi-experimental research is to observe significant differences in 1) communication skills between conventional learning, PBL model, blended learning, and BCPBL, 2) metacognition skills between conventional learning, PBL model, blended learning, and BCPBL, and 3) high-order thinking skills between conventional learning, PBL model, blended learning, and BCPBL for Biology Education students FKIP UMS.

The development of the learning model refers to the ADDIE model which consists of five stages namely Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate. The quasi-experimental study used a pretestt-posttest non-equivalent control group design. The independent variable used is the learning model which consists of an experimental group (PBL, BL, BCPBL) and a control group that applies multimodel. The dependent variable consists of communication skills, metacognition, and high-order thinking skills. The study population is all students of Biology Education of FKIP UMS. Sampling is done by random sampling in third-semester students who are taking the SPB course. Data collection uses instruments of observation sheet, questionnaires, test questions, inventory, and rubrics. Data were analyzed descriptively and inferentially using ANAKOVA with the help of the SPPS 22 computer program for Windows.

Development research has produced a BCPBL model that can be applied to BLS courses and has the potential to improve communication skills, metacognition, and high-order thinking. The results of quasi-experimental research show that 1) there is a significant difference in communication skills between conventional learning, PBL model, blended learning, and BCPBL, 2) there is a significant difference in the metacognitive skills between conventional learning, PBL model, blended learning, and BCPBL, and 3) there is a significant difference in high-order thinking skills between conventional learning, PBL model, blended learning, and BCPBL for Biology Education students of FKIP UMS.

The development of communication skills is facilitated by the element of a collaborative approach in the BCPBL model where students are required to establish communication continuously in the form of sharing ideas both during face-to-face lectures and online activities. Metacognition has the opportunity to develop since the existence of observations in order to find problems until by finding the main problem in learning, finding solutions, implementing solutions, and evaluating the application of solutions. Metacognition also develops with the demands of using ICT facilities in online learning. High-order thinking skills are triggered by the need to find problems, find solutions, and evaluate them in real learning situations in the classroom.

Based on the results of this study, it is necessary for institutions especially universities encourage and increase the quantity and quality of learning by applying Blended Learning as an effort to match with the demands of the times and the development of graduates' competencies. Based on the results of this study it is also possible to apply the BCPBL model to other subjects by examining other variables that are strongly suspected of being influenced by it. It is necessary to apply because of the potential of BCPBL as scaffolding for the development of various cognitive abilities and other skills.