DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Entrepreneurial Competence untuk Pengembangan Karakter Wirausahan Siswa SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu

hesti Damayanti

Abstrak


RINGKASAN

 

Damayanti, Hesti. 2019. Implementasi Entrepreneurial Competence untuk Pengembangan Karakter Wirausahan Siswa SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu. Tesis, Program Studi Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW., M.A.,M.Si., (II) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M

 

Kata Kunci : Entrepreneurial Competence, Karakter Wirausaha, Pendidikan Kewirausahaan

Pembekalan pendidikan entrepreneur diharapkan dapat megembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dapat mendorong siswa untuk memulai, mengatur dan mengelola usaha sendiri mengingat tidak semua lulusan SMA berkesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Namun pendidikan entrepreneur di sekolah seringkali kurang adanya fleksibel waktu, sehingga penerpannya hanya terbatas pada teori pengetahuan dan keterampilan namun belum mendorong pada upaya kesiapan mengelolaan bisnis secara nyata.

Peran sekolah sangatlah penting untuk memunculkan wirausahawan muda. Implementasi entrepreneurial competence menjadi penting untuk pengembangan karakter wirausaha siswa untuk menjadi pengusaha sukses. Oleh karena itu dibutuhkan desain pembelajaran entrepreneur yang tepat mengembangkan pengusaha muda yang berkualitas dan kompetitif. Maka pendekatan pedagogi yang mengintegrasikan antara pengembangan kompetensi, keterampilan termasuk penanaman perilaku serta motivasi wirausaha menjadi penting.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi beberapa dimensi entrepreneurial competence siswa, yaitu dimensi kebutuhan prestasi, kebutuhan otonomi, kebutuhan kekuasaan, orientasi sosial, percaya diri, daya tahan, kecenderungan pengambilan risiko, kesadaran pasar, kreativitas, fleksibilitas dan memotret pegembangan karakter wirausaha siswa SMA Selamat Pagi Indonesia.

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi kewirausahaan pada siswa SMA Selamat Pagi Indonesia yang membawa pengalaman hidup mereka dalam mengelola bisnis. Peneliti melakukan wawancara, dokumentasi dan diskusi kepada delapan orang yang terdiri dari empat siswa, dua alumni, guru wirausaha dan kepala sekolah.

Temuan penelitian melaporkan bahwa kompetensi kewirausahaan SMA Selamat Pagi Indonesia menumbuhkan wirausaha masa depan ketika sekolah memberikan waktu dan ruang untuk mengeksplorasi pendidikan wirausaha dengan membenturkan siswa dengan permasalahan yang nyata. Ini dapat dianggap sebagai model peran untuk program pendidikan kewirausahaan.

SMA Selamat Pagi Indonesia memiliki laboratorium entrepreneur and life skills sebagai sarana mengimplementasikan entrepreneurial competence untuk mendorong pengembangan karakter wirausaha. Laboraturium ini memiliki 13 divisi usaha. Melalui piket entrepreneur, siswa dilibatkan dalam segala proses bisnis di dalam divisi tersebut.

Disimpulkan bahwa entrepreneurial competence siswa SMA Selamat Pagi Indonesia telah berkembang dengan baik. Berkembangnya entrepreneurial competence ini terwujud atas peran serta seluruh elemen sekolah dalam pendidikan entrepreneur yang memperbesar porsi praktik dengan mengahdapkan siswa pada masalah nyata. Keterlibatan pada masalah yang nyata melalui praktek kewirausahaan dalam bisnis yang nyata mengembangkan  kebutuhan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, orientasi sosial, self efficacy, daya tahan, kecenderungan berani mengambil resiko, kesadaran pasar, kreativitas dan fleksibilitas. Sementara kebutuhan otonomi mulai berkembang meskipun masih sebatas dream. Namun dalam menjalankan usaha  dimensi keutuhan otonomi yang tampak pada independensi dalam pengambilan keputusan belum bisa tereksplor mengingat mereka harus berkonsultasi dulu dalam mengambil keputusan.

Kebutuhan prestasi selalu ingin menjadi yang terbaik, mengerjakan dengan tepat dan cepat telah diterapkan oleh siswa. Siswa juga telah dapat mengendalikan dan mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan. Hal ini menandakan motivasi akan kebutuhan kekuasaan telah tereksplorasi dengan baik.

Pada dimensi orientasi sosial juga telah digali oleh pihak sekolah dan pembina serta tereksplor dengan baik dari rasa percaya diri, daya tahan maupun kecenderungan dalam mengambil resiko dan kemampuan mengetahui ceruk pasar. Siswa di sekolah ini juga telah memiliki kemampuan dalam bersimpati pada kebutuhan pasar dan mengantisipasi perubahan pasar, kreativitas dalam kemampuan mengubah masalah menjadi peluang dan inovatif. Ditambahkan pula bahwa siswa di SMA Selamat Pagi Indonesia terbiasa dengan perubahan serta kemampuan beradaptasi.

Temuan menunjukkan pengembangan karakter wirausaha siswa di SMA Selamat Pagi Indonesia dinilai melalui sistem penilaian PAKSA (Pray, Atttitude, Knowlede, Skill and Action). Terdapat karakter entrepreneur  yang menjadi fondasi siswa, yaitu kreativitas (creativity), karakter bijaksana (wisdom), kemamuan menghadapi dan mengatasi tantangan (adversity), kerjasama (teamwork), kepemimpinan (leadership).

Pendidikan entrepreneur di SMA Selamat Pagi Indonesia juga menerapkan aspek kebutuhan siswa, dimana sekolah menggali kemampuan siswa melalui belajar, bekerja, menjalin koneksi dan berpartisipasi dengan masyarakat serta fokus pada pendidikan berdasarkan pengalaman hidup. Pendidikan ini menawarkan wawasan bagaimana siswa bisa belajar dan hidup dikemudian hari dengan memiliki valueble person.

Berdasarkan temuan penelitian serta kesimpulan penelitian, peneliti merekomendasikan bahwa pengembangan skills siswa perlu dibangun berdasarkan pengetahuan teoritis. Teori akan membantu siswa berfikir logik, kritis dan memjadikan mereka expert di bidangnya.

Berdasarkan penelitian diatas, peneliti masih menggunakan sample kecil. Penelitian dimasa mendatang perlu dikembangkan pada sampel yang beragam dalam jumlah yang lebih besar. Sampel alumni yang bekerja diluar Trasformer center maupun telah berani berwirausaha perlu diteliti lebih dalam, sehingga mengetahui ketercapaikan sekolah dalam mengimplementasikan entrepreneurial competence. Peneliti selanjutnya juga bisa meneliti keberlangsungan bisnis yang dijalankan oleh alumni di laboratorium Transformer Center hingga kini mendirikan PT. Berkat Terus Berlimpah.