DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Entrepreneurial Behavior Pengrajin Sangkar Burung di Kecamatan Turen Kabupaten Malang

Fitri Widianingsih

Abstrak


ABSTRAK

Widianingsih, Fitri. 2019. Entrepreneurial Behavior Pengrajin Sangkar Burung di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Bisnis dan Manajemen, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW., M.A., M. Si., (II) Dr. Heny Kusdiyanti, S. Pd., M.M

Kata Kunci: Entrepreneurial Behavior, Pengrajin Sangkar Burung

Meningkatnya kekhawatiran tentang pengangguran, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta daya saing perekonomian global, para pembuat kebijakan menanggapinya dengan menciptakan usaha baru atau yang sering disebut dengan berwirausaha. Keputusan kewirausahaan, bagaimanapun juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pemicu yang tidak hanya bergantung pada lingkungan sosial-ekonomi mereka saja, tetapi juga karakteristik intrinsik dari individu seperti ciri psikologis orang tersebut. Untuk itu entrepreneur Behavior ini perlu diidentifikasi lebih lanjut agar dapat meningkatkan kualitas kewirausahaan yang akan dijalankan oleh seorang wirausahawan.

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan entrepreneur behavior pengrajin sangkar burung di Kecamatan Turen yang mencakup 5 (lima) aspek yaitu inovasi, proaktif, sikap pengambilan resiko, jaringan dan orientasi pada hasil. Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi yaitu kerajinan sangkar burung milik bapak Supriadi dan Bapak Joko yang beralamat di desa Gedog Wetan. Sumber penelitian langsung dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 4 informan yang diantaranya 2 pengrajin dan 2 karyawan dari pengrajin. Metode penelitian yang diajukan beupa metode kualitatif dengan rancangan study kasus. Sedangkan untuk analisinya menggunakan model analisis interaktif dan pengecekan keabsahan temuannya menggunakan triangulasi sumber.

Hasil analisis menunjukkan bahwa: inovasi yang telah dilakukan oleh pengrajin sangkar burung ini yaitu dari desain produk dan bahan baku yang digunakan. Sikap proaktif pengrajin sangkar burung ini dengan cara menyediakan alat dan bahan yang di perlukan, setelah itu di proses menggunakan mesin-mesin yang canggih sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan keinginan. Proses pembuatannyapun melalui penyediaan bahan baku yaitu kayu, setelah itu dilakukan penggergajian, pemotongan, pemolesan sampai pada perancangan dari kerajinan. Sikap menghadapi resiko dari pengrajin sangkar burung ini, terutama pada saat pembayaran produk yang sering terhambat yaitu dengan cara meminta 50% pembayaran dilakukan pada saat pemesanan. Tidak hanya itu kendala seperti mesin rusak juga harus segera dilakukan perbaikan agar proses produksi tidak terhambat. Jaringan atau networking yang dilakukan oleh pengrajin dengan menggandeng kolega yang merupakan pengepul dan tempat finishing atau pengecatan terhadap produk yang dibuat. Orientasi pada hasil yang dilakukan pengrajin sangkar burung dengan mempertahankan dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, pembahasan dan kesimpulan, kami dapat direkomendasikan beberapa saran. Para pengrajin dapat mengetahui aspek entrepreneurial behavior dalam melakukan usaha kerajinan. Aspek-aspek seperti inovasi, proaktif, sikap dalam pengambilan resiko, jejaring sosial dan orientasi pada hasil harus di terapkan dan dilakukan pengembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Sehingga produk-produk yang yang dihasilkan oleh pengrajin kedepannya dapat bersaing dengan produk di luar pasar. Jejaring sosial yang dilakukan tidak hanya antar manusia saja, tetapi dengan menggunakan teknologi digital. Sehingga produk tersebut dapat diketahui oleh banyak orang secara cepat.