DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pengajaran Strategi Metakognitif terhadap Kemampuan Menulis Mahasiswa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing

Muyassaroh

Abstrak


RINGKASAN

 

Muyassaroh, 2018. Pengaruh Pengajaran Strategi Metakognitif terhadap Kemampuan Menulis Mahasiswa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Tesis, Keguruan Bahasa, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nurul Murtadlo, M.Pd, (II) Dr. RizmanUsman, M.Pd.

 

Kata Kunci: Kemampuan menulis, pengajaran strategi metakognitif

Menulis merupakan kemampuan yang rumit dan menantang karena ia meliputi pembuatan verbal yang unik dan menuntut performa dan upaya dalam menyusun, mengembangkan, dan menganalisis ide-ide (Emig, dikutip dalam Nosratinia & Adibifar, 2014, hlm. 1391). Oleh karenanya, menguasai kemampuan menulis sulit bagi mahasiswa strata-1 baik dalam perspektif bahasa kedua maupun bahasa asing (Barkaoui, dikutip dalam Aliyu, 2016, hlm. 233). Mahasiswa memerlukan strategi  untuk mengatasi kesulitan tersebut (Khaki dan Hessamy, 2013). Strategi belajar yang paling esensial di antara strategi-strategi belajar lain dalam memperbaiki kemampuan belajar mahasiswa dalah strategi belajar metakognitif (Anderson dikutip dalam Nosratinia & Adibifar, 2014). Dengan mengaplikasikan strategi belajar metakognitif secara tepat, mahasiswa pasti dapat mengatasi masalah-masalah mereka dalam kemampuan menulis (Mekala, Shabitha, & Ponmani, 2016). Pengajaran strategi metakognitif dapat menstimulus kesadaran mahasiswa dalam melakukan perencanaa, pemonitoran, dan pengevaluasian, di mana hal tersebut bertujuan untuk membuat mereka menjadi mahasiwa yang dapat mengatur dirinya yang dapat membuat mereka mendapatkan performa yang progresif (Birjandi, 2012).

Dengan mengacu pada pernyatan-pernyatan konseptual tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah mahasiswa yang menerapkan strategi belajar metakognitif memperoleh nilai-nilai menulis yang lebih tinggi dari mahasiswa yang tidak menerapkan strategi belajar tersebut. Untuk menyingkap pertanyaan tersebut, penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuasi-eksperimen. Sejumlah 47 mahasiswa semester tiga Sastra Inggris UIN Malang yang sedang menempuh mata kuliah essay writing (menulis esai) dipilih sebagai subjek dimana 22 dari mereka diklasifikan ke dalam kelompok eksperimen sedangkan 25 diantara mereka dimasukkan dalam kelompok control. Pemilihan atas subjek-subjek ini dilakukan dengan teknik sample convenience. Sebagaimana dalam penelitian eksperimen, kelompok yang mendapatkan intervensi yakni pengajaran strategi belajar metakognitif adalah kelompok eksperimen.

Berdasarkan perhitungan statistic menggunakan independent sample t-test ditemukan bahwa nilai signifikansinya 0,888 lebih besar dari 0,05. Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa strategi belajar metakognitif tidak dapat mempengaruhi kemampuan menulis mahasiswa. Mahasiswa yang diajari strategi belajar metakognitif tidak memperoleh nilai menulis yang lebih baik dari mahasiwa yang tidak diajari. Factor-faktor yang memungkinkan atas kegagalan intervensi tersebut adalah karena level kemahiran Bahasa Inggris mahasiswa yang masih dasar, ketidakakraban mereka dengan strategi belajar metakognitif, durasi waktu intervensi tersebut diselenggarakan, dan cara strategi belajar metakognitif diajarkan di kelas.

 

Berkenaan dengan penemuan tersebut, beberapa saran diformulasikan untuk para peneliti selanjutnya. Salah satunya adalah mereka harus memperpanjang durasi intervensi. Intervensi tersebut perlu dilakukan dalam waktu lebih dari satu bulan agar memperoleh hasil yang efektif. Memastikan bahwa subjek memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang setara yang perlu dilakukan. Selain itu, peneliti seharusnya menerapkan pengajaran strategi metakognitif tersebut secara tepat dan bervariasi.