DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Representasi Matematis Siswa berkebutuhan Khusus dalam menyelesaikan Soal Matematika di Sekolah Inklusi.

ahmad farid haebah

Abstrak


RINGKASAN

 

Haebah, A. F. 2019. Representasi Matematis Siswa berkebutuhan Khusus dalam menyelesaikan Soal Matematika di Sekolah Inklusi. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar,Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Subanji, M. Si., (2) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M. Pd., M.A

 

Kata Kunci: Representasi matematis, Siswa berkebutuhan Khsusus, Sekolah Inklusi

Representasi merupakan suatuhal yang sangat penting dalam sebuah pembelajaran matematika karena dengan adanya representasi siswa dapat menginterpretasi dan menerjemahkan hasil pemikiran yang dimilikinya. Akan tetapi dalam perwujudannya, representasi yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda dari siswa yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini juga dialami oleh anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tergabung di sekolah inklusi. Dengan jenis ABK yang berbeda, maka berbeda pulalah cara mereka dalam melakukan representasi. Ketigajenis ABK tersebut adalah (1) Celebral palsy; (2) Autis ringan; dan (3) Slow learners.

Penelitian yang digunakan termasuk penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus, yang ditujukan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa berkebutuhan khusus dalam menyelesaikan soal matematika di sekolah inklusi. Instrumen yang digunakanyaitutes dan pedoman wawancara. Adapun soal tes yang digunakan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu memasangkan, mengarsir, dan menggambar pecahan sesuai dengan pecahan yang telah diberikan. Sedangkan wawancara yang diberikan memberikan alasan-alasan sesuai dengan hasilrepresentasi dari soal tes.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkebutuhan khusus yang tergabung dalam kelas inklusi mampu melakukan representasi matematis ditan dai dengan hasil tes dan hasil wawancara. Dari 3 soal yang diberikan, untuk memasangkan pecahan ketiganya memiliki representasi yang sama, sedangkan untuk 2 soal lainnya yaitu mengarsir dan mengambar pecahan ketiganya memilik irepresentasi yang berbeda, tetapi pemaknaan anak ABK tersebut mengenai soal yang diberikan sama.