DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tuturan Motivatif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar

Fransisca Dike Desintya Dipta Sasmaya

Abstrak


SUMMARY

 

Sasmaya, Fransisca Dike Desintya Dipta. 2019. Tuturan Motivatif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (2) Dr. Sunoto, M.Pd.

 

Kata kunci: tuturan guru, motivasi, bentuk tuturan, strategi tuturan, fungsi tuturan.

Komunikasi dengan menggunakan bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan, saling belajar, dan saling mengungkapkan segala sesuatu yang ingin dikemukakannya. Ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, manusia tidak akan pernah lepas dari penggunaan tiga komponen penting dalam pertuturan, yakni pihak yang berkomunikasi (penutur dan mitra tutur), informasi yang dikemukakan (pesan), dan alat komunikasi (bahasa) dengan maksud dan tujuan tertentu. Salah satu peristiwa berbahasa yang menarik dikaji adalah peristiwa berbahasa guru kepada peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Dalam pembelajaran guru tidak semata-mata hanya menugasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran saja, melainkan guru juga harus memberikan motivasi kepada peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung untuk mendorong semangat belajar dan mencapai prestasi belajarnya. Tuturan motivatif guru dalam penelitian ini akan dianalisis berdasarkan bentuk, strategi, dan fungsinya. SMA Katolik Diponegoro Blitar ditetapkan sebagai objek penelitian ini karena berdasarkan hasil observasi awal telah ditemukan beberapa guru yang secara aktif memberikan tuturan motivasi kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini berupa wacana kelas yang merujuk pada guru bahasa Indonesia yang diambil dalam bentuk rekaman video. Data berupa verbal tuturan yang telah ditranskripkan oleh peneliti. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik observasi dilakukan bersamaan dengan proses perekaman. Analisis dilakukan dengan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan data dilakukan dengan cara meningkatkan ketekunan dan ketelitian dalam pengamatan yang diawali dengan membaca referensi-referensi buku maupun hasil penelitian/dokumentasi yang terkait dengan temuan yang diteliti, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengamatan dan ketelitian secara mendalam terhadap data yang telah ditemukan.

Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang bentuk, strategi, dan fungsi tuturan motivatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh tiga hal. Pertama, bentuk tuturan motivatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar diklasifikasikan menjadi 5 tuturan

dengan masing-masing kategori bentuknya, yaitu (1) tuturan representatif/asertif dengan motivasi berbentuk pernyataan, tuntutan, dan penjelasan, (2) tuturan komisif dengan motivasi berbentuk ancaman, (3) tuturan direktif dengan motivasi berbentuk perintah, ajakan, dan saran, (4) tuturan ekspresif dengan motivasi berbentuk pujian, dan (5) tuturan deklaratif dengan motivasi berbentuk larangan. Kedua, strategi tuturan motivatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar terbagi menjadi 2, yakni strategi tuturan langsung dan strategi tuturan tidak langsung dengan masing-masing kategorinya. Strategi tuturan langsung terdiri atas strategi tuturan motivasi langsung dengan modus memerintah, memuji, melarang, menuntut, memberikan contoh, cerita inspiratif, mengajak, memberikan solusi, memberikan nasihat, menyarankan, dan mengancam, sedangkan strategi tuturan tidak langsung terdiri atas strategi tuturan motivasi tidak langsung dengan modus memberikan penjelasan, memberikan dukungan, memberikan contoh, bertanya, dan mengancam. Ketiga, fungsi tuturan motivatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar terbagi menjadi 3, yakni (1) fungsi tukar-menukar informasi faktual, (2) fungsi tukar-menukar emosi (3) fungsi meyakinkan atau memengaruhi.

Saran penelitian ini ditujukan kepada guru, peserta didik, dan peneliti lain. Pertama, guru disarankan untuk selalu memberikan motivasi kepada peserta didik khususnya dalam hal belajar lebih agar lebih ditekankan kembali. Hal ini berguna untuk menunjang, baik nilai maupun sikap peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Tidak hanya di sekolah saja, guru dapat memberikan motivasi dalam lingkup sosial yang diharapkan dapat menjadikan peserta didik seseorang yang memiliki pemikiran dewasa, memiliki tingkat kemandirian yang baik, dan memiliki wawasan luas untuk meraih kesuksesan. Kedua, peserta didik disarankan untuk dapat mengambil, mencermati, dan memahami setiap tuturan yang dituturkan oleh guru, baik pada saat pembelajaran berlangsung maupun di luar jam belajar (masih di area sekolah). Selain itu, peserta didik juga harus bisa mengambil dan meresapi makna atau maksud dari tuturan guru tersebut. Peserta didik juga harus bisa memilah dan memilih maksud tuturan guru yang bagaimana yang akan ia lakukan demi meningkatkan kualitas pribadinya. Dengan begitu, peserta didik akan terbiasa dan terlatih/termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari. Ketiga, peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait dengan respon peserta didik saat guru memberikan motivasi pada saat pembelajaran di kelas. Selain itu, peneliti lain juga dapat lebih mengembangkan topik-topik secara lebih rinci dengan menguraikan sifat-sifat tuturan motivatif guru dalam pembelajaran.

 

ABSTRACT

 

Sasmaya, Fransisca Dike Desintya Dipta. 2019. Teachers’ Motivational Utterance in Learning Bahasa Indonesia in X Graders of SMA Katolik Diponegoro Blitar. Thesis. Graduate Program in Indonesian Education. State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., (2) Dr. Sunoto, M.Pd.

 

Keywords: teachers utterance, motivation, utterance form, utterance strategy, utterance function.

Communication by means of language allows people to relate to each other, learn from each other, and express everything what to be expressed. When communicate with others, people will never be separated from the use of three important components in speech, namely those who communicate (speakers and partners), information presented (messages), and communication tools (language) with specific intentions and objectives. One that is interesting to study is a language activity from teachers to students in classroom teaching and learning process. Teachers have important role in developing students to achieve the goals optimally. In learning activity, teachers do not merely assigns students to study the learning materials only, but teachers must also provide motivation to encourage their learning enthusiasm and to get their learning achievements. The teacher's motivational utterances in this study will be analyzed based on its form, strategy, and function. SMA Katolik Diponegoro Blitar was designated as the object of this study because based on the early observation it was found that several teachers have actively given motivational utterances or statements to students in the learning process.

This research is a qualitative research with a type of field research. The data source in this study is in the form of class discourse that refers to Indonesian language teachers taken in the form of video recordings. The data is in the form of verbal utterances that have been transcribed by researcher. Data retrieval is done by observation and interview techniques. Observation techniques are carried out together with the recording process. Analysis is carried out by (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusions. Checking the validity of data findings is done by increasing persistence and thoroughness in observations that begins with reading book references and research results/documentations related to the findings, and then proceed with an observation and thoroughness of the data that has been found.

The results of this study are a description of the form, strategy, and function of teacher’s motivational utterances in learning Bahasa Indonesia for X graders in SMA Katolik Diponegoro Blitar. Based on the results of the study, three things were obtained. First, the form of teacher's motivational utterances/statements in learning Bahasa Indonesia in X graders of SMA Katolik Diponegoro Blitar is classified into 5 utterances with each form category, which are (1) representative/assertive utterance with motivation in the form of statements, demands, and explanations, (2) commissive utterance with motivation in the form of threats, (3) directive utterance with motivation in the form of

orders, invitations and suggestions, (4) expressive utterance with motivations in the form of praise, and (5) declarative utterance with motivation in the form of prohibition. Second, the teacher's motivational utterance strategy in learning Bahasa Indonesia in X graders of SMA Katolik Diponegoro Blitar is divided into 2, namely direct speech strategies and indirect speech strategies with each category. The direct speech strategy consists of direct motivational speech strategies with modes of ordering, praising, prohibiting, demanding, giving examples, inspiring stories, inviting, providing solutions, giving advice, suggesting, and threatening, while indirect speech strategies consist of indirect motivational speech strategies. by giving explanations, giving support, giving examples, asking questions, and threatening. Third, the teacher's motivational utterance function in learning Bahasa Indonesia in X graders of SMA Katolik Diponegoro Blitar is divided into 3, namely (1) the function of exchanging factual information, (2) the function of emotional exchange (3) the function of convincing or influencing.

Suggestions for this research are aimed at teachers, students, and other researchers. First, teachers are advised to always provide motivation to students for having more enthusiasm in learning. This matter is useful to support both the values and attitudes of students in teaching and learning process at school. Not only at school, teachers can also give motivation in the social sphere which is expected to make students to be more mature, independence, and open-minded in achieving success. Second, students are advised to be able to get, to observe, and to understand each utterance/statement spoken by the teacher, both during the learning process and outside the study hours (in the school area). In addition, students must also be able to get and absorb the meaning or purpose of the teacher's utterance. Students must also be able to sort out and choose the teacher's intentions on what he will do in order to improve his personal qualities. That way, students will get used to and be trained / motivated to become a better person in the future. Third, other researchers are advised to conduct further research related to students' responses when teachers provide motivation during classroom learning and teaching activity. Moreover, other researchers can also further develop topics in detail by describing the characteristics of the teacher's motivational utterance in teaching and learning activity.