DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Pengendalian Manajemen, Budaya Organisasi, Proses Kerja Tim dan Kinerja di SMA Negeri Kota Malang. (Tesis)

Raden Bambang Sumarsono

Abstrak


Program sekolah digerakan untuk pencapaian tujuan dan target sekolah yang konsisten dengan visi dan misi. Sekolah sebagai institusi pengelola layanan pendidikan diharapkan dapat memfungsikan seluruh sumber daya yang ada secara efektif dalam pencapaian tujuan dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Sebagai sistem sosial, sekolah harus dikelola dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan sekolah. Karena itu manajemen sekolah harus dapat ditingkatkan sedemikian rupa dengan meningkatkan kemampuan yang lebih tinggi bagi seluruh personal dalam mengoptimalkan fungsinya untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatannya.

Prinsip kehati-hatian guna meminimumkan risiko, harus diimbangi dengan suatu kebijakan yang merupakan acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatannya. Untuk itu perlu adanya sistem pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen merupakan pengendalian kegiatan secara menyeluruh untuk mendapatkan keyakinan bahwa strategi usaha telah dijalankan secara efektif dan efisien. Penerapan pengendalian manajemen tersebut, ditujukan untuk mengetahui apakah kegiatan telah dilakukan mengarah pada tujuan yang ditentukan.

Tren yang semakin bertumbuh dalam banyak organisasi dewasa ini adalah memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada tim untuk menjalankan roda organisasi. Ketangguhan sebuah tim kerja dicirikan oleh orang-orang terpilih yang menduduki posisi tertentu dan mampu menjalankan tugas sesuai dengan kompetensinya. Keberhasilan tim merupakan akumulasi dari proses dan kinerja setiap anggota. Katakanlah, semacam tugas dan hasil kolektif dalam suatu sistem kerja yang sinergis. Semakin tinggi kekuatan sinergitas diantara anggota dan ketua semakin tinggi kekuatan sebuah tim.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki budaya tertentu, yang berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Budaya organisasi (sekolah) umumnya didefinisikan sebagai orientasi bersama yang dianut oleh suatu unit dan memberinya identitas tertentu. Budaya organisasi yang kuat menjadikan anggota lebih puas, termotivasi dan memiliki komitmen yang besar terhadap organisasi, yang pada giliranya akan meningkatkan pula kinerja organisasi.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat pengendalian manajemen, budaya organisasi, proses kerja tim, dan kinerja sekolah di SMAN Kota Malang, (2) mengetahui ada tidaknya hubungan antara pengendalian manajemen dengan proses kerja tim, (3) mengetahui ada tidaknya hubungan antara budaya organisasi dengan proses kerja tim, (4) mengetahui ada tidaknya hubungan antara proses kerja tim dengan kinerja sekolah, (5) mengetahui ada tidaknya hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung antara pengendalian manajemen dan kinerja sekolah melalui proses kerja tim, dan (6) ada tidaknya hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung antara budaya organisasi dengan kinerja sekolah melalui proses kerja tim. Rancangan penelitian ini adalah survai dengan causal explanation, akhir dari proses penelitian ini adalah mendeskripsikan empat variabel, serta menguji dan mengembangkan model hubungan. Penelitian dilaksanakan pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Malang. Sampel penelitian sebanyak 10 orang kepala SMAN, 226 orang guru, 103 orang staf TU, dan 367 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik area proportional random sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket model tertutup yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk rating scale. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan program SPSS 15 for windows dan analisis Structural Equation Model (SEM) untuk uji hipotesis, dengan bantuan program Lisrel 8.50.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kinerja sekolah dalam kategori tinggi, pengendalian majamenen dan budaya sekolah dalam kategori cukup baik, dan proses kerja tim SMAN di Kota Malang kurang baik, (2) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara pengendalian manajemen dan proses kerja tim, (3) ada hubungan secara signifikan antara antara budaya organisasi dan proses kerja tim, (4) ada hubungan secara langsung maupun tidak langsung antara pengendalian manajemen dan kinerja sekolah yang melalui proses kerja tim, (5) ada hubungan secara langsung maupun tidak langsung antara budaya organisasi dan kinerja sekolah yang melalui proses kerja tim.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, hendaknya memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam rangka meningkatkan kinerja sekolah khususnya SMA di Kota Malang baik negeri maupun swasta, (2) para Kepala SMAN di Kota Malang, hendaknya masih perlu memperhatikan serta meningkatkan lagi pengendalian manajemen, mempertahankan atau meningkatkan budaya yang berlaku disekolahnya, dan jika memungkinkan meningkatkan proses kerja tim dalam upaya meningkatkan tingkat kinerja sekolah, (3) para Stakeholder Sekolah diharapkan supaya membangun kesadaran kolektif untuk pro aktif dalam memajukan dan mengembangkan sekolah berbasis budaya lokal dengan mendarmabhaktikan dana, tenaga, dan pikiran kepada sekolah, khususnya demi masa depan anak bangsa, dan (4) peneliti lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam penelitian sejenis dengan menambahkan beberapa variabel, dikarenakan pendekatan Balanced Scorecard sebagai alat ukur kinerja sekolah atau lembaga pendidikan masih relatif baru dalam dunia pendidikan dan belum banyak yang mengkaji.

Abstract:

School program is implemented to achieve the pre determined targets and goals of the school based on its statement of vision and mission. School as institution of education is expected to be able to function effectively to achieve those goals and make use of school resources efficiently. As a social system, school should be managed well in order to fulfill its needs and achieve that target. Thus, school management should be improved in such a away to optimize its function to handle problems and implement the principle of caution in running its activity.

Principle of caution to minimize the risk should be balanced with a policy which become the reference and milestone in conducting school activity. Therefore, there should be a system of controlling management. Controlling management is thorough activity control to make sure that the strategy has been implemented effectively and efficiently.

The increasing trend in organization is to deliver more crucial responsibility of running organization to a certain team. The strength of a working team is characterized by people selected for certain position and they are able to do their job based on their competence. The success of the team is an accumulation of process and performance of each member. It is a kind of duty and collective outcome in a synergic working system. The higher synergic strength among the member and its chairman, the stronger the team is.

School as educational institution has certain culture which is different one another. Organizational culture (school) is defined as shared orientation followed by a unit and give certain identity. Strong organizational culture will give satisfaction to the members, give them more motivation and higher commitment toward organization which in turn will improve organization performance.

This study aims at (1) describing the level of controlling management, organizational culture, and school performance in Public High School in Malang (2) finding out the correlation between controlling management with team work process. (3) finding out the correlation of organization culture with team work process, (4) finding out the correlation between team work process with school performance, (5) finding out the direct or indirect correlation between controlling management and school performance through team work process and (6) finding out whether there is direct or indirect correlation between organizational culture with school performance through team work process. The design employed in this study is survey with causal explanation. The final outcome of this study is to describe four variables, and to test and develop correlation model. This study is conducted in Public Senior High School in Malang. Samples of study are 10 senior high school principals, 226 teachers, 103 administration staffs, and 367 students. Samples are taken using area proportional random sampling. The data obtained using closed-ended questionnaire developed using rating scale. Data analysis technique employed is descriptive analysis using SPSS 15 for windows and Structural Equation Model (SEM) for hypothesis testing using Lisrel 8.50.

The findings of study shows that (1) level of school performance is high, controlling management and school culture is moderately good and team work process in Public Senior High School in Malang is not good (2) there is insignificant correlation between controlling management and team work process, (3) there is a significant correlation between organizational culture and team work process, (4) there is direct and indirect correlation between controlling management and school performance through team work process, (5) there is direct and indirect correlation between organizational culture and school performance through team work process.

Based on the result of the study, the writer proposes the following suggestion (1) that the Head of Education office in Malang to use the finding of this study as a consideration to improve the school performance especially senior high school in Malang, 2) that the principals of senior high schools in Malang should pay more attention on controlling management, to maintain or to improve existing culture in their school and if it is possible, to improve team work process in order to improve school performance, 3) that the stakeholder should develop collective awareness in order to develop local culture-based school by giving donor, and ideas to the school for the sake of students, and (4) for the coming researcher, it is expected that this study can be used as reference in similar research by adding some other variables. It is because balanced score card approach as parameter of school performance or education institution is still a new concept in education and there are only few researches using this approach.