DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemanjuran Konseling dengan Teknik Self-Instruction untuk Meningkatkan Self-Efficacy Siswa Terkait Mata Pelajaran Matematika di SMPN 13 Malang. (Tesis)

Nina Permatasari

Abstrak


Self-efficacy merupakan salah satu komponen yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa khususnya mata pelajaran matematika. Siswa dengan self-efficacy yang rendah beranggapan bahwa dirinya tidak mempunyai kemampuan dan merasa dirinya paling bodoh, sebaliknya siswa dengan self-efficacy yang tinggi memiliki keyakinan dapat menguasai materi akademis dan cenderung berusaha untuk lebih berprestasi. Perubahan efficacy belief yang dimiliki siswa dapat diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning), yang berlangsung selama proses konseling. Semua usaha untuk mendatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar kognitif yang dikenal dengan nama pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT), salah satu tekniknya adalah self-instruction yang telah terbukti pada berbagai macam populasi dapat meningkatkan self-efficacy. Melalui teknik konseling ini konselor dapat membantu konseli mengubah distorsi-distorsi kognitifnya dengan menguji ulang keyakinan siswa dengan teknik persuasi verbal dan aktivitas yang diberikan secara berulang-ulang sampai siswa mampu melakukannya untuk diri mereka sendiri.

Penelitian ini adalah penelitian true eksperimental dengan pretest, middle test & postest control group design yang bertujuan untuk mengetahui kemanjuran teknik konseling self-instruction untuk meningkatkan self-efficacy siswa SMP terkait dengan mata pelajaran matematika yang dijabarkan menjadi dua hal, yaitu (1) mengetahui peningkatan skor komponen self-efficacy siswa terkait dengan mata pelajaran matematika pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum, selama dan sesudah diberikan perlakuan konseling dan (2) mengetahui perbedaan tingkatan self-efficacy siswa yang terkait dengan mata pelajaran matematika pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum, selama dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian ini dilakukan terhadap 32 siswa (16 kelompok eksperimen dan 16 kelompok kontrol) kelas VII SMPN 13 Malang tahun ajaran 2009/2010 yang diambil secara acak dari populasi sebesar 294 siswa yang tersebar ke dalam 8 kelas paralel.

Hasil penelitian dengan menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji regresi serta didukung dengan analisis kualitatif menunjukkan bahwa (1) pada saat middle test cenderung lebih berpengaruh besar dalam meningkatkan self-efficacy siswa SMP terkait dengan mata pelajaran matematika daripada saat post test (karena r square saat middle test (20.8%) > saat post test (16.3%)), namun saat post test masih lebih berpengaruh nyata dalam meningkatkan skor self-efficacy siswa SMP terkait dengan mata pelajaran matematika daripada saat pre test. (2) pada perlakuan pretest, middle test & postest nilai F hitung = 9,086 dengan P = 0,003 < α 0,05. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan pada self-efficacy siswa SMP terkait mata pelajaran matematika antara pada saat pretest, middle test & postest. Pada variabel kelompok kontrol dan eksperimen, nilai F hitung = 5,213 dengan P = 0,007 < α 0,05. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan pada self-efficacy siswa SMP terkait mata pelajaran matematika antara kelompok kontrol dan eksperimen.
Abstract:

Self-efficacy is one of component that has significant influence to student achievement, especially in mathematic subject. Low Self-efficacy students belief that him/her self do not has ability and think that him/her self is goofiest, on the contrary high self-efficacy student has self confidence to getting best in academic achievement and always be tried to get better achievement. Self-efficacy is able to increase by endeavors through learning- process and relearning-process, that it going on while counseling process. All the efforts to change behavior (behavior change) based on cognitive study theory that known as Cognitive Behavior Therapy (CBT), that one technique of this therapy is a self-instruction. Self-instruction has proven in all kinds of population able to increases self-efficacy. In this technique, the counselor can help counselee to change cognitive distortions by reassessment the student belief that through persuasive-verbal technique and the activity that given time by time until the student able to do for him/her self.

This research uses true experimental research, with pretest, middle-test and post-test control group design. The aim of this research was to determine efficacy self-efficacy counseling technique to increases self-efficacy of junior high school student concerned in mathematic subject, that are (1) to determine upgrading component scores of self-efficacy concerned in mathematic subject in control and experiment groups ; (2) to determine the difference of student self- efficacy concerned in mathematic subject before, during and after treatment. This research had done in 7th class of Malang State Junior High School 13, study period 2009-2010. This research uses randomized sample from 294 students that spread into 8 parallel classes.

The results analyzed by ANOVA test and correlation-regression test, and supported by qualitative analysis. The results showed (1) in the middle test result, self-instruction was more influence than pre-test to Junior High School students to increase their self-efficacy concerned in mathematic subject; (2) in experimental group the pretest, middle-test, and post-test results showed F-count = 9,086 (P = 0.003 < α = 0.05). In other word there was significant difference in self-efficacy of Junior High School concerned in mathematic between pretest, middle-test and post-test results. In control and experiment groups variables, F-count = 5.213 with P = 0.007 (α = 0.05). In other word, there was significant difference in self-efficacy of Junior High School Student concerned in mathematic subject between control and experimental groups.