DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV dengan Menggunakan Model Dick & Carey di SD Ummu Aiman Lawang. (Tesis)

Ayib Devi Sofia

Abstrak


Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan sumber belajar dalam PAI perlu dirancang dan dikembangkan suatu paket pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa. Tujuan pengembangan paket pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah untuk menghasilkan paket pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang memfasilitasi pembelajaran pembentukan sikap atau aspek afektif dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Model yang digunakan dalam mengembangkan paket pembelajaran ini adalah model Dick & Carey (2001). Model ini terdiri dari 10 langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai 9 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan, (2) Analisis pembelajaran, (3) Identifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) Merumuskan TPK, (5) Mengembangkan butir-butir tes, (6) Mengembangkan srategi pembelajaran, (7) Memilih dan mengembangkan materi, (8) melakukan evaluasi formatif, (9) Merevisi pembelajaran. Pemilihan penggunaan model Dick & Carey dalam pengembangan desain pembelajaran ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu: (1) Materi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan materi yang penyajiannya memerlukan urutan-urutan tertentu secara sistematis. Misalnya, pada materi Surat-surat Al-Qur`an terdiri dari materi bacaan surat, arti surat, dan kajian surat dimana penyajiannya tidak boleh ditukar-tukar. Sifat-sifat materi seperti ini sangat sesuai untuk dikembangkan dengan model Dick & Carey, (2) Menurut beberapa penelitian bahwa pemanfaatan sumber belajar berupa paket pembelajaran model Dick & Carey secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar (Sumlah; 1999, Umarela; 2005, Tegeh; 2006)

Produk pengembangan berupa paket pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa diujicobakan melalui evaluasi formatif yang meliputi beberpaa tahap yaitu: review ahli isi materi, review ahli desain dan media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Data hasil evaluasi formatif berupa saran, tanggapan dan penilaian dari subjek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan paket pembelajaran yang dihasilkan.

Hasil review dari uji 2 ahli isi materi maupun dari uji ahli desain dan media untuk komponen bahan ajar menunjukkan pada kategori sangat baik dengan presentase pada ahli isi materi adalah 90% dan 95%, sedangkan pada ahli desain dan media adalah 91,67%. Untuk panduan guru juga berada pada kualifikasi sangat baik dengan presentase 92,5% dan 95% dari 2 ahli isi materi, dan 90,38% dari ahli desain dan media. Panduan siswa juga berada pada kategori sangat baik dengan presentase 95% dan 92,5% dari 2 ahli isis materi, dan 92,31% dari ahli desain dan media.

Dari hasil uji coba perorangan pengembang mendapat banyak masukan dan penilaian khususnya yang berkaitan dengan keterbacaan paket pembelajaran. Setelah direvisi dari uji perorangan, produk pengembangan diujicobakan pada kelompok kecil melalui angket. Hasil rerata presentase yang diperoleh untuk komponen bahan ajar sebesar 88,83% dan berada pada kategori sangat baik. untuk panduan siswa rerata presentase yang diperoleh sebesar 92% yang juga berada pada kategori sangat baik. Adapun saran dari siswa pada uji kelompok kecil terutama berkaitan dengan pemberian contoh-contoh pada isi materi dan penggunaan kata-kata yang lebih mudah dipahami oleh siswa.

Data dari hasil uji coba lapangan tentang tanggapan siswa terhadap bahan ajar mendapat rerata presentase sebesar 89,2% yang berada pada kategori sangat baik. Sedangkan data tanggapan guru terhadap bahan ajar adalah sebesar 90% pada kategori sangat baik. Untuk panduan siswa memperoleh rerata presentase sebesar 89,42% dan panduan guru sebesar 92,5% berada pada kategori sangat baik. Untuk menguji efektifitas penggunaan paket pembelajaran digunakan uji t dari hasil pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean hasil posttest (91,84) > pretest (72) dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. t hitung (20,030) > t table (2,064). Dengan demikian terbukti paket pembelajaran efektif dapat meningkatkan hasil belajar.

Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan paket pembelajaran yang telah dikembangkan yaitu: (1) bahan ajar ini dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa kelas IV SD Ummu Aiman Lawang, (2) panduan guru didesain dengan menggunakan strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada pembentukan sikap, yaitu menggunakan strategi pembelajaran Kontekstual atau CTL (Contextual Teaching & Learning). Dimana pembelajaran kontekstual ini siswa diajak untuk beraktivitas dalam mengembangkan kemampuan sosialitasnya, sehingga siswa tidak hanya mencatat dan menonton saja akan tetapi melakukan sendiri kegiatan pembelajaran, (3) Desain paket pembelajaran disertai dengan gambar ilustrasi, lay out, warna, dan tampilan teks yang mengikuti prinsip desain pesan dengan tujuan untuk menarik perhatian dan membangkitkan motivasi belajar siswa, (4) Panduan guru dan panduan siswa yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pebelajar dan pembelajar, dikarenakan di dalamnya terdapat petunjuk dan informasi penting tentang proses pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Sedangkan keterbatasan paket pembelajaran ini, yaitu: (1) Produk pengembangan di desain dan dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan karakteristik siswa SD Ummu Aiman Lawang, sehingga penggunaannya terbatas untuk siswa SD Ummu Aiman Lawang. (2) Model yang digunakan untuk mengembangkan paket pembelajaran ini adalah Dick & Carey (2001) yang bersifat sistematis dan linear, sehingga model ini kurang fleksibel dan kurang memahami kompleksitas yang terjadi dalam merancang pembelajaran (Akubulut, 2006). (3) Pengembangan paket pembelajaran ini dilakukan hanya sampai pada tahap evaluasi formatif.

Saran berkaitan dengan keterbatasan yaitu: (1) apabila paket pembelajaran ini ingin digunakan pada lembaga atau sekolah lain maka perlu diadakan penyesuaian dan analisis kebutuhan dan karakteristik lebih lanjut, (2) Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam uji coba lapangan adalah pembelajaran kontekstual yang membutuhkan waktu cukup lama, maka dari itu guru harus mencermati alokasi waktu yang disediakan selama proses pembelajaran dengan seksama, (3) untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh model pengembangan Dick & Carey yaitu tentang desain pembelajaran sistematik yang dirasa terlalu kaku, sehingga perlu diupayakan sebagai proses non linear yang merupakan model fungsional dalam praktik dunia nyata. Pengembang berusaha untuk mencoba menerapkan proses non linear ini dalam bahan ajar yang di kembangkan,usaha ini diwujudkan dengan pemberian tes disela-sela materi dan akhir materi untuk melihat sejauh mana siswa dapat menguasai materi sebelum melangkah ke bab selanjutnya.

Abstract:

An alternative to solve the problem of learning sources in PAI is needed. It is a learning package consisting teaching material, teacher guide, and student guide. The objective of the development of learning package for Islam Education is to produce Islam Education learning package to facilitate the learning of attitude or affective aspects to improve process quality and learning of Islam Education. The model used to develop this learning package is Dick & Carey Model (2001). This model consists of 10 steps, but for this development, research only explains 9 steps due to limited space and cost. These steps are: (1) the analysis of demand to determine the objective, (2) the analysis of learning, (3) the identification of learner's early attitude and characteristic, (4) the formulation of TPK, (5) the development of test detail, (6) the development of learning strategy, (7) the selection and the development of material, (8) the conduct of formative evaluation, (9) the revision of learning. The application of Dick & Carey model in the development of learning design considers several reasons. Among them are (1) that Islam Education course materials are materials that its presentation needs systematic sequence. For instance, the materials of AL-Quran verses include reading materials of epistles, the meaning of epistles, and the review of epistles where the review cannot be exchanged. The nature of these materials seems consistent with the Dick & Carey model; and (2) that some researches insist that the use of learning source such as Dick & Carey learning model will be very effective to improve learning result (Sumlah, 1999; Umarela, 2005; Tegeh, 2006).

 

The product of learning package development comprises to teaching material, teacher guide, and student guide. These can be trialed through formative evaluation covering several steps such as expert review on material content, expert review on learning design and media, individual trial test, small group trial, and field trial. Data of formative evaluation may be suggestion, comment, and judgment from the trial subject to be used as input to revise and to improve the learning package.

 

The result of review from two material content expert tests or from design and media expert test on teaching material shows good category. The percentages of material content expert tests are 90 % and 95 %, while for design and media expert test is 91.67 %. The teacher guide also remains in the very good qualification by percentage of 92.5 % and 95 % from two material content expert tests, and 90.38 % from design and media expert test. Student guide is also located in the very good category by percentage of 95 % and 92.5 % from 2 material content expert tests, and 92.31 % from design and media expert test.

 

The individual trial produces many inputs and judgments in relation with the learning package readability. After revision, the development product will be trialed to small group through questionnaire. The percentage average of teaching material is 88.83 %, thus remaining in the very good category. The percentage average of student guide is 92 %, also qualifying in the very good category. Student's suggestion from small group test has relation with the examples of material content and the use of words easily understood by student.

 

Data of field trial on student's comment to teaching material has percentage average of 89.2 %, thus qualifying in the very good category. Data of teacher's comment to teaching material has 90 % of percentage average with qualification into very good category. Student guide has percentage average of 89.42 % and teacher guide has 92.5 %, therefore all of them qualify for very good category. Testing the effectiveness of learning package application is using t-test against the result of pretest and posttest given to student. Result of t-test indicates that the mean difference may obvious between the result of post-test (91.84) > pretest (72) with significance degree 0.000 < 0.05. Meanwhile, it shows that the rate of t-count (20.030) > t-table (2.064). It is proved that the effective learning package can improve learning result.

 

Set of trials may useful to understand the strengths and the weakness of learning package. The strengths include that (1) teaching material can be developed based on the demand and characteristic of Class IV student at SD Ummu Aiman Lawang, (2) teacher guide may be designed to use learning strategy with emphasis on the attitude establishment, especially using contextual learning strategy or CTL (Contextual Teaching & Learning). The contextual learning persuades the student to actively develop their social capability, such that the student not only takes a note and watches the lesson, but also conducts self-learning, (3) learning package design with illustration, layout, color, and text appearance will follow the principle of message design to attract student attention and to develop their learning motivation, and (4) teacher guide and student guide will be expected to give benefit for the learner and teacher because these guide may contain important information about the implementation of learning for Islam Education.

 

The weaknesses of this learning package are: that (1) the development product may designed and developed based on the analysis of demand and characteristic of the student at SD Ummu Aiman Lawang, in which the use may only be limited to the student of SD Ummu Aiman Lawang, (2) the model to develop learning package is Dick & Carey (2001) with its feature of systematic and linear such that this model will be less flexible and disregard the complexity of learning plan (Akubulut, 2006), and (3) the development of this learning package has been conducted in the formative evaluation stage.

 

The suggestion in relation with these weaknesses may be that (1) if this learning package should be used in the agency or other school, the adjustment and the further analysis on the demand and characteristic should be made; (2) the learning strategy for field trial is contextual learning, but it needs longer time and therefore, the teacher must concern with timing allocation during learning process, (3) dealing with the weakness of Dick & Carey development model, especially the very rigid systematic learning design, the effort should pursue for the non-linear process to produce functional model to be used in real practice. The model developer always attempts to apply this non-linear process in their teaching material in order to facilitate a test during material teaching or at the final teaching of material to see how far the student can master the material before stepping to the next chapter.