DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendekatan Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas V SDN Kasihan III Pacitan Pada Pokok Bahasan Pecahan. (Tesis)

Rofiq Setyawan

Abstrak


Pemahaman materi pecahan oleh siswa kelas V SDN Kasihan III masih tergolong rendah. Pemahaman siswa yang rendah ini antara lain disebabkan karena proses pembelajaran matematika yang diterapkan di SDN Kasihan III masih bersifat konvensional, yaitu pemberian materi langsung pada tahap simbolik, pemberian contoh-contoh serta soal latihan, menyebabkan siswa cenderung menghafal materi dan bekerja secara prosedural. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang dapat membantu siswa menemukan sendiri cara menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa berdasarkan pengalaman dan realitas yang dimiliki siswa. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang memulai pembelajaran dengan mengajukan permasalahan yang sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuan siswa adalah pembelajaran melalui pendekatan Problem Based Learning.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan: (1) Rancangan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika pokok bahasan pecahan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III, (2) Langkah-langkah pembelajaran melalui pendekatan Problem Based Learning yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III pada pokok bahasan pecahan, (3) Deskripsi hasil belajar siswa kelas V SDN Kasihan III pada pokok bahasan pecahan melalui pembelajaran pendekatan Problem Based Learning.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka peneliti merancang suatu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa Kelas V SDN Kasihan III Kabupaten Pacitan. Data penelitian diperoleh dari hasil tes awal, hasil pengamatan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru, tes akhir siswa, dan hasil wawancara dengan siswa. Materi yang disampaikan pada penelitian ini berupa langkah siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).

Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus. Temuan penelitian yang didapatkan pada siklus I menunjukkan bahwa pada awal pembelajaran, siswa mengalami kesulitan dalam membagi dan memberi nama pecahan yang ditunjukkan oleh banyaknya bagian yang ditandai dari kertas folio yang dibagi menjadi 5 bagian yang sama. Tetapi pada kegiatan pembelajaran siklus II, siswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam memberi nama pecahan.

Langkah-langkah pembelajaran matematika yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: (1) Siswa diberi permasalahan yang tertuang dalam LKS, (2) Pada kelompok kecil, siswa mendiskusikan masalah, dan mengungkapkan apa yang mereka ketahui dan apa yang diperlukan untuk diketahui, (3) Siswa melakukan penyelidikan individu maupun kelompok untuk mengetahui informasi yang belum lengkap, (4) Siswa melaporkan kembali ke kelompoknya setelah mempunyai informasi yang dipunyai, (5) Kelompok menyampaikan hasil diskusi kerja kelompoknya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan pecahan melalui pendekatan Problem Based Learning dapat dilaksanakan dengan tahap-tahap pembelajaran yang telah direncanakan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Kasihan III tentang pecahan, (2) Melalui permasalahan dan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan pengalaman dan realitas siswa sehari-hari seperti melipat atau membagi, menggunting atau menghimpitkan kertas folio berwarna, dan mengelompokkan lidi dengan karet gelang berwarna dapat meningkatkan kemampuan siswa tentang pecahan, (3) Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, siklus II, dan siklus III hasil belajar siswa pada materi pecahan dengan diterapkannya pendekatan Problem Based Learning menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus selanjutnya, (a) Terjadi peningkatan persentase keberhasilan aktivitas belajar siswa, yaitu dari 72,4% menjadi 79,2% menjadi 87,5%, (b) Terjadi peningkatan persentase keberhasilan aktivitas mengajar guru, yaitu dari 77,6% menjadi 82,3% menjadi 88%, (c) Nilai rata-rata hasil tes belajar siswa meningkat dari 72,8 menjadi 74,3 menjadi 79 dan persentase siswa yang mendapat nilai ≥ 65 juga meningkat, (4) Siswa menunjukkan respon yang cukup baik. Respon yang dimaksud adalah: (a) Siswa menjadi lebih antusias atau semangat mengikuti kegiatan pembelajaran, (b) Dengan melakukan kegiatan yang sesuai dengan pengalaman mereka sehari-hari, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, (c) Dengan belajar berkelompok dapat terjadi kegiatan diskusi yang bermanfaat, terjadi interaksi sosial, interaksi berpikir antar siswa, antara siswa dengan guru, terjadi kerjasama yang baik antar anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam lembar kerja siswa, (5) Walaupun pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning telah dilaksanakan dengan cukup baik, ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain: (a) Proses mengkonstruksi soal-soal yang sesuai dengan pendekatan Problem Based Learning tidak mudah atau biasa dikerjakan, (b) Belum terbiasanya siswa dengan kegiatan diskusi dan belajar kelompok menyebabkan kegiatan diskusi kurang berjalan efektif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Sebaiknya terus berusaha dan berlatih untuk mengkonstruksi permasalahan yang sesuai dengan pendekatan Problem Based Learning, (2) Membiasakan siswa dalam kegiatan belajar kelompok, (3) Memberikan aturan yang jelas tentang tatacara diskusi, (4) Mengurangi memberikan bantuan yang berlebihan kepada siswa, (5) Memperhitungkan waktu yang digunakan dalam pembelajaran agar semua aktivitas yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik.

Abstract:

The comprehension of fraction material among students in fifth grade in SDN Kasihan III can be categorized as low. The low students comprehension is caused by the process of teaching mathematic applied in SDN Kasihan III using conventional way. This conventional way can be seen from the direct material delivery in symbolic stage and the issuing of items for model or exercise causing students tend to memorize the materials and work in procedural way. Therefore, it is important to establish learning condition that has potential to assist students in finding their own ways to solve the problems they encounter based on their experience and reality. One of the approaches in mathematic learning is Problem Based Learning that begins the learning with the issue of problems that match with the level of students' experience and knowledge.

The research has purposes to acquire: (1) the learning design by using Problem Based Learning in mathematic learning for fraction material in order to improve the students' capacity among the students of fifth grade in SDN Kasihan III, (2) learning steps through Problem Based Learning approach that is expected to improve the capacity of students in fifth grade in SDN kasihan III for fraction material, (3) the description of students learning outcome among students of fifth grade in SDN Kasihan III for fraction material through the Problem Based Learning approach.

In order to meet the purpose, the researcher has designed class activity research that was implemented to students of fifth grade in SDN Kasihan III, Pacitan Regency. The data for this research is gained from the pre-test, the observation result of students learning activity and teacher teaching activity, students' final test and the result of interview with the students. The materials presented in this research are in the form of cycle steps that comprise of four phases; plan, action, observation and reflection.

The research was carried out in 3 cycles. The research finding from cycle I shows that in the beginning of the learning process, students found the difficulty in dividing and labeling the fraction as shown from many marked parts on the folio papers divided into 5 same parts. However during the learning activity in cycle II, students didn't meet difficulty in labeling the fraction. The steps of mathematic learning resulted from the research are (1) Students are given the problems, (2) In small groups; students discuss the problems and express what they know and what they need to know, (3) Students carry out individual investigation or in group investigation to know the incomplete information, (4) Students report again back to their group after they get the information, (5) Groups present the discussion result to the class.

The research result shows that: (1) Mathematic learning for sub-material of fraction through Problem Based Learning approach can be done by implementing the learning steps that have been designed previously in order to improve the capacity of fifth grade students in SDN Kasihan III in terms of fraction, (2) the implementation of problems and activities that match to the experience and reality students face in their daily life like folding or dividing, cutting or sticking colored folio paper and grouping stick with colored rubber ring can improve the students' mastering of fraction, (3) Based on the research result in cycle I, II and III the students' learning outcome for fraction by the use of Problem Based Learning approach it is obvious that there is improvement in average score from cycle I to other cycles that is (a) there is improvement in the percentage of students learning activities achievement, from 72.4% to 79.2% to 87.5%, (b) there is improvement in the percentage of teachers' teaching activity achievement from 77.6% to 82.3% to 88%, (c) the average test score increases from 72.8 to 74.3 to 79 and the percentage of students who get score ≥ 65 also increases, (4) Students show good respond (the responds mentioned here are (a) students are more enthusiastic or motivated to follow the learning activities, (b) using activities that match to students' daily experience, the learning process becomes more interesting, (c) in group learning can encourage the discussion that proves useful for social interaction, thinking interaction among students and between students and teacher, better cooperation among group members in solving the given task in students working sheet, (5) Although the implementation of learning with the use of Problem Based Learning has been carried out well, there are some barriers. The following are some of them. (a) The process of constructing problem items that go along with the Problem Based Learning approach is not easy or common to do, (b) students are not accustomed to discussion and in group learning so the discussion is not really effective.

Based on the research result, the following suggestions are made. (1) The effort and exercise to construct the problems that match to Problem Based Learning approach must be continued, (2) Students must be conditioned to in group learning, (3) the clear rules about the conduction of discussion must be given, (4) Excessive assistance to students must be reduced, (5) used time for learning must be considered well so all activities planned before can be implemented well.