DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Termokimia Melalui Paduan Model Pembelajaran Kooperatif Ti-pe STAD dan Problem Solving di Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunung-sitoli. (Tesis)

Niarajab Lahagu

Abstrak


              Penelitian ini terinspirasi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar kimia siswa SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Hal ini diduga disebabkan oleh pola pembela-jaran yang dilakukan masih berpusat pada guru di mana siswa kurang diberi kese-mpatan untuk mengembangkan kreativitasnya dan terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu upaya pengembangan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan mo-tivasi siswa dalam belajar. Hal ini sejalan dengan pergeseran paradigma pembela-jaran dari behaviorisme ke konstruktivisme. Salah satu pendekatan pembelajaran motivasional yang bersifat konstruktivis adalah pembelajaran kooperatif dan pro-blem solving. Oleh sebab itu dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil bela-jar siswa, dalam penelitian ini digunakan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving. Ada empat langkah dalam pelaksanaan pembela-jaran kooperatif tipe STAD yaitu: 1) penyajian kelas, 2) diskusi kelompok, 3) kuis dan 4) penghargaan kelompok. Selain itu dalam penelitian ini juga digunakan me-tode pemecahan masalah (problem solving) yang dikembangkan oleh Polya ada- lah: 1) memahami masalah, 2) memikirkan rencana pemecahan, 3) melaksanakan rencana, dan 4) meninjau kembali hasil pemecahan. Setiap tahapan dalam prose-dur metode pemecahan masalah di atas selalu dikerjakan secara kooperatif oleh sis wa sehingga dengan demikian diperoleh hasil yang optimal.

              Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan peneli-tian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendes-kripsikan proses dan hasil penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi termokimia di kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gunungsitoli. Penelitian ini dilakukan selama 8 (delapan) kali pertemuan dalam 3 (tiga) siklus (tindakan). Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tinda-kan, pengamatan, dan refleksi. Selama penelitian, peneliliti berkolabarasi dengan guru kelas yang bertindak sebagai pengamat dan pemberi masukan sedang peneliti berperan sebagai guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) angket motivasi belajar untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa, 2) tes ha-sil belajar untuk mengukur prestasi belajar siswa, 3) lembar observasi untuk me-ngukur aktivitas siswa, dan 4) angket respon siswa untuk mengetahui hasil respon siswa terhadap paduan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving.

Hasil uji coba angket motivasi belajar yang dihitung dengan menggunakan rumus koefisien alpha () diperoleh reliabilitas sebesar 0,89 dan validitas angket moti-vasi belajar yang dilakukan oleh tiga orang validator diperoleh validitas sebesar 87%. Hasil uji coba instrumen tes hasil belajar diperoleh tingkat reliabilitas sebe-sar 0,92 dan validitas sebesar 78,3%. Penelitian ini dilaksanakan dikelas XI IPA-1 SMA Negeri 3 Gunungsitoli pada tahun pelajaran 2009/2010 mulai dari tanggal 21 Agustus 2009 sampai dengan 12 oktober 2009.

            Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan akti vitas siswa dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi aktivitas siswa pada tindakan I sebesar 72,3% (kategori baik), pada tindakan II sebesar 81,8% (kategori sangat baik), pada tindakan III sebesar 91,2% (kategori sangat baik), (2) penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan motivasi belajar kimia siswa pada materi termokimia dari skor rata-rata 88 (kategori sedang) sebelum diberikan tindakan menjadi 111 (kate-gori tinggi) setelah diberikan tindakan, (3) penerapan paduan model pembelaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dapat meningkatkan hasil belajar kim-ia siswa pada materi termokimia, hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata setelah tindakan I sebesar 72,0 dengan ketuntasan 84,4%, setelah tindakan II sebesar 74,7 dengan ketuntasan 90,6%, dan setelah tindakan III sebesar 76,1 dengan ketuntasan 96,9%, dan (4) Respon siswa terhadap penerapan paduan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving secara umum tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil respon siswa terhadap paduan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan problem solving dengan skor rata-rata sebesar 96,0 (kategori baik).

Abstract:

              This research was inspired by the students' low motivation and chemistry learning achievement at state of Senior High School (SMA Negeri) 3 Gunungsito- li. The condition was likely caused by the practice in which the teachers still beco-me the center of learning and students have little chance to develop their creativity and get involved maximally in learning process. In order to solve the problem, it is urgent to develop learning strategy that enables to increase activities and moti-vations among the students to learn as what can be found in the changing learning trend from behaviorism to constructivism. One of constructivistic motiva tional learning approach was cooperative learning and problem solving. Therefore in or-der to increase students' motivation and learning achievement, this research used the cooperative learning with type STAD approach combined with problem sol-ving model. There are four steps in implementing cooperative learning with type STAD; they are: 1) class teaching, 2) group discussion, 3) test/quiz, and 4) group reward. Besides, this research also uses problem solving method developed by Polya. The method consisted of 1) understanding the problem, 2) thinking solving plan, 3) carrying on the plan and 4) reviewing the outcome of solution. Therefore each procedure in problem solving has always been done by the students coopera-tively in order to get a satisfactory result.

              The design used for this research was classroom action research (CAR). Class treatment observation has a purpose to describe the process and the result of implementing the combination of STAD cooperative learning model and problem solving method to improve the motivation and learning achievement among the students for thermo chemistry lesson in eleventh grade of science class at state of Senior High School (SMA) 3 Gunungsitoli. This research was carried out 8 (eig-ht) meetings with 3 (three) cycle instructional treatments. Each cycle consists of 4 (four) steps: planning, implementing the instructional treatment, observing and reflecting. During the research the researcher collaborated with the teacher whose role was to observe and to give suggestion. The researcher played role as the tea-cher. The instrument used this research, they are: 1) the motivation questionnaires to measuring students' learning motivation, 2) the test instrument to measuring students' learning achievement, 3) the observation sheets to measuring students' learning activities, and 4) the respond questionnaires to measuring result of the students' respond to implementing the cooperative combination learning with type STAD and problem solving method. The reliability of the questionnaires students' learning motivation measured with using alpha coefficient () formula is 0,89 and validity measured by tree validator is 87%. The reliability of the test instru-ment students' learning achievement is 0,92 and validity is 78,3%. The research was done in class XI IPA-1 SMA Negeri 3 Gunungsitoli for academic year of 2009/2010 starting from August 21 2009 to October 12 2009.

              The results conclude that: (1) implementing the cooperative combination learning with type STAD and problem solving method, proven to improve stude-nts' has been learning activities, it can be seen from the observation that showed the increase. The increase for treatment I was 72,3% (good), for treatment II was 81,8% (very good), and for treatment II was 91,2% (very good), (2) implementing the cooperative combination learning with type STAD and problem solving meth-od, the learning motivation showed an increase. The average score for initial lear-ning motivation was 88,0 (medium) but the final motivation score reachsed 111,0 (high), (3) implementing the cooperative combination learning with type STAD and problem solving method, the learning outcome showed this increase. It can be seen from the average score. For treatment I the average score was 72,0 with the completion of 84,4%. For treatment II, the average score was 76,1 with comple-tion of 96,9%, and (4) Mean while, the students respond for cooperative combina-tion learning with type STAD and problem solving generally was good as seen from the average score of students respond reaching 96,0 (good).