DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penyikapan (Concern) Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (Tesis)

Eko Suwarno

Abstrak


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang penyikapan (concern) guru terhadap perubahan kurikulum. Tujuan penelitian adalah mengetahui penyikapan guru SMK terhadap KTSP. Tiga lokasi, yakni kota Malang, kota Blitar dan kabupaten Pacitan, dipilih sebagai sasaran penelitian. SMK sasaran di masing-masing lokasi dipilih secara acak berdasarkan status negeri dan swasta. Sedangkan responden guru pada masing-masing sekolah dipilih secara acak dengan mempertimbangkan formasi bidang tugas mengajar guru: normatif, adaptif, dan produktif. Jumlah responden pada masing-masing lokasi kota Malang, Blitar dan Pacitan adalah 207, 121, 121. Untuk dapat mengkarakterisasi penyikapan, model adopsi berbasis penyikapan (concern based adoption model/ CBAM) digunakan sebagai kerangka kerja penelitian. Dengan kerangka kerja ini, pengumpulan data survey dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner tahapan penyikapan yang telah diadaptasi untuk topik penelitian ini.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden di tiga lokasi penelitian telah memiliki tahapan penyikapan yang berfokus pada pengaruh dan manfaat (impact), yang meliputi tahapan penyikapan konsekuensi, kolaborasi dan tahapan penyikapan pemfokusan ulang. Data hasil penelitian menunjukkan persentase rerata sebesar 35,52%, 31,05 % dan 19,74 % masing untuk tahapan penyikapan konsekuensi, kolaborasi dan penyikapan pemfokusan ulang. Dari ke tiga tahapan penyikapan tersebut, tahapan penyikapan konsekuensi memiliki persentase lebih tinggi dari persentasi pada tahapan penyikapan lainnya Secara kumulatif persentase responden yang mencerminkan tahapan penyikapan terhadap pengaruh dan manfaat sebesar 88,30 %, 88,52 %, dan 82,11 % masing-masing untuk kota Malang, kota Blitar dan kabupaten Pacitan.

Kepemilikan mayoritas tahapan penyikapan yang berfokus pada pengaruh dan manfaat tersebut menunjukkan bahwa mayoritas guru dalam penelitian ini menerima program perubahan yang dalam penelitian berupa KTSP. Mayoritas guru telah memiliki penyikapan dengan fokus pada peserta didik sebagai sasaran akhir KTSP, dan mulai bekerja secara kolaboratif dengan kolega untuk mengimplementasikan KTSP. Walaupun begitu, hasil penelitian juga menunjukkan pesentase rerata sebesar 0,35 % dari responden memiliki penyikapan dasar, tidak memikirkan dan tidak tertarik dalam mencari informasi dan atau membelajarkan diri terkait KTSP.

Rekomendasi strategi pengembangan yang cocok untuk tahapan penyikapan mayoritas dapat berupa memfasilitasi implementasi dan kegiatan untuk meyakinkan agar iklim kolaboratif terus tumbuh dan berkembang. Kegiatan lain dapat berupa seminar atau workshop dengan fokus pembelajaran siswa dan kunjungan pada situasi pelaksanaan program yang berbeda. Instrumen yang diadaptasi penulis dalam penelitian ini terbatas menggali penyikapan guru terhadap KTSP dan belum mengakomodasi faktor kontekstual individu guru dan kelembagaan yang berpengaruh terhadap penyikapan. Penelitian lanjut menggunakan untuk maksud pengembangan instrumen sehingga dapat menggali masing-masing aspek dan pengaruhnya terhadap penyikapan secara lebih mendalam sangat disarankan. Penelitian lain dapat berupa relasi penyikapan terhadap kinerja guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

Abstract:

This research is a descriptive research about the teachers' concern toward the change of the curriculum. The study aims to investigate the Vocational High School teachers' concern toward the School-based curriculum. Three locations-the cities of Malang, Blitar and Pacitan-were selected as research targets. School targets in each location were selected by considering the school status, government/public school and private schools. Meanwhile teacher respondent in each selected school were selected by considering their major instructional tasks: normative, adaptive, and productive tasks. Total of samples in each location, Malang, Blitar, and Pacitan are 207, 121, 121 respectively. To enable characterizing teachers' concern, Concern-Based Adoption Model (CBAM) was used as the research framework. Using this framework, the instrument for data collection utilized the Stage of Concern Questionaires (SoCQ) that has been adapted for this research.

The results of study show that the majority of teachers' concerns toward the school-based curriculum are at impact concerns. These concerns contain consequence stage of concern, collaboration stage of concern and refocusing stage of concerns. The study results show the average percentage of 35,52 %, 31,05 % and 19,74 % each for responden reflecting the consequence stage of concern, collaboration, and refocusing stage of concern. The cumulative percentages of the teachers' impact concerns are 88,30 %, 88,52 %, and 82,11 % each for Malang, Blitar and Pacitan, respectively.

Adhering to these impact concerns, the majority of the teachers involved in this study have accepted the change in the upcoming curriculum. They have concern which is focused on the students as the main target of the curriculum, and begin to work collaboratively with their colleagues for implementing this curriculum. However, the research results also show the average of 0,35 % of respondents having basic stage of concern. This basic stage of concern portrays that respondents do not know, do not think, and are not interested in searching information and neither learn with regard to the School Based Curicullum.

Development strategies for teachers with these majority stages of concern can be activities to support tacher with facilities and activities to ensure the development of collaborative atmosphere. These activities include comparative visit of program implementation in a different setting, and seminar and or workshop fucused on teaching and learning. The utilized instrument in this study would be too general and has not accommodated contextual factors on the part of teachers and institutions that may influence the teachers' concern level. Further research is thus proposed on developing instruments for exploring contextual aspects will be necessary to accomplish a better understanding and a deeper comprehension of the teachers' concern. Another research area can be relationship between the teachers' level of concern toward curricullum component within School Based Curicullum and their teaching performance.