DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Improving the English Writing Skill of the Third Semester English Department Students of STAIN Tulungagung Using Task-Based Language Teaching. (Thesis)

Ida Isnawati

Abstrak


This study was designed to improve the students' writing skills using Task-Based Language Teaching. It was conducted since the students had difficulties in writing, especially in generating ideas for their writing. Task-Based Language Teaching was selected because it was believed to be effective in making the students actively involved in pre-writing activities of gathering the information for their writing and in other stages which, in turn, leads to the improvement of the students' writing skill.

The research problems formulated for this study were: "How can Task-Based Language Teaching improve the English writing skill of the English Department students of STAIN Tulungagung?" and "How can Task-Based Language Teaching increase the involvement of the English Department students of STAIN Tulungagung in writing class?"

The design of the study was Classroom Action Research involving a collaborative teacher in the teaching learning process and in observation. The subjects of the study were the third semester English Department students taking Writing III. This study focused on writing problem/solution essay. Two criteria of success were determined namely: students are able to make good improvement in their writing, and the students are involved actively in learning writing. In order to collect data for the first criteria, problem solving task was applied in writing class and the students' essays were scored with a scoring guide. For the second criteria, observation sheet and field notes were used to determine the students' involvement in doing the writing task.

The findings show that after applying Task-Based Language Teaching for two cycles in this study, the two criteria of success were achieved. The students made improvement in their writing. It was indicated by the increase of the mean score of students' essays from 58.8 in preliminary study, 69.5 in Cycle I and finally 72.9 in Cycle II. The percentage of students who got equal or higher than 70 for their essays also increased from only 14 % in preliminary study, 60 % in Cycle I to 81 % in Cycle II. The students' involvement in the writing process improved, too. It was shown by the percentage of the students' participation in every stage of Task-Based Language Teaching. In Cycle I, only 60% of the students were actively involved in all stages of Task-Based Language Teaching while there was 78% of the students doing so in Cycle II.

In conclusion, Task-Based Language Teaching by following three stages of pre-, during and post tasks/language focus implemented in this study was effective in improving the students' writing skill. The pre-task stage involved the teacher's effort in convincing the students about the importance of doing problem solving task and the teacher's explanation about the procedures of making problem/solution essay and showing the model of problem/solution essay as the final product of problem solving task. The during-task stage included the exposure to a problem, a brief explanation about the given problem by the teacher, group formation, group discussion, class discussion, and writing draft individually by the students. Outside the classroom, the students were required to get more information for their final solutions. They could read magazines or newspapers, browse internet, or interview some people. At the post-stage activity, peer editing and revising were followed by language focus led by the teacher, showing model essay for the second time and essay submission.

It is recommended for other writing teachers to implement Task-based Language Teaching in writing class. The students of writing class were also suggested to apply such technique independently for the improvement of their writing skills. Since only problem solving task was applied in this study, it was necessary for future researchers to implement other kinds of tasks such as listing and classifying, story telling, and decision making in writing class. Finally, because this study only involved one rater in scoring the students' essays, future researchers need to verify it by having similar research involving more than one rater.

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan menulis mahasiswa dengan menggunakan Task-Based Language Teaching (Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas). Penelitian ini dilaksanakan karena mahasiswa banyak yang mendapatkan kesulitan dalam menulis bahasa Inggris, khususnya dalam mengungkapkan ide-ide untuk menulis. Teknik ini dipilih untuk mengatasi permasalahan di atas karena dipercayai efektif dalam membuat mereka berperan aktif baik dalam kegiatan tahapan pre-writing (pra-menulis) yaitu dalam mengumpulkan informasi yang diperlukan maupun dalam tahapan-tahapan proses menulis selanjutnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan menulis para mahasiswa.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, masalah penelitian yang dirumuskan di sini adalah sebagai berikut, "Bagaimana Task-Based Language Teaching dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa semester III jurusan Bahasa Inggris STAIN Tulungagung?" dan "Bagaimana Task-Based Language Teaching dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa semester III jurusan Bahasa Inggris STAIN Tulungagung pada pelajaran menulis?"

Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bekerjasama dengan seorang pengajar dalam proses pembelajaran maupun dalam proses observasi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester III jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah menulis. Penelitian ini difokuskan hanya pada menulis esai problem/solution. Ada dua kriteria sukses yang ditetapkan pada penelitian ini yaitu; mahasiswa mampu membuat peningkatan dalam kemampuan menulisnya dan mahasiswa mampu berperan aktif dalam mempelajari menulis dengan menggunakan Task-Based Language Teaching. Untuk mengumpulkan data untuk kriteria pertama, diterapkanlah tugas problem solving untuk kemudian esai mahasiswa dinilai menggunakan pedoman penilaian menulis. Untuk kriteria kedua, lembar observasi dan catatan lapangan digunakan untuk menentukan peran serta mahasiswa dalam melakukan tugas problem solving.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa setelah menerapkan Task-Based Language Teaching dalam dua siklus, dua criteria sukses dapat dicapai. Para mahasiswa dapat membuat penigkatan dalam kemapuan menulisnya yang indikasinya adalah peningkatan rata-rata capaian menulis esai dari 58.8 di penelitian pendahuluan, 69,5 pada Siklus I, menjadi 72,9 pada Siklus II. Persentase mahasiswa yang mendapatkan nilai 70 atau lebih untuk esainya juga meningkat dari hanya 14% pada penelitian pendahuluan, 60% pada siklus I dan 81% pad siklus II. Peran serta mahasiswa dalam proses menulis sebagai kriteria sukses kedua juga mengalami peningkatan. Ini ditunjukkan oleh persentase partisipasi mahasiswa pada setiap tahapan Task-Based Language Teaching. Pada siklus I, hanya 60% mahasiswa berpartisipasi aktif di semua tahapan Task-Based Language Teaching, sedangkan terdapat 78% dari seluruh mahasiswa berperan aktif pada siklus II.

Sebagai kesimpulan, Task-Based Language Teaching yang diterapkan pada penelitian ini dianggap efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa dengan melaksanakan ketiga tahapnya yaitu tahapan awal (pre-task), tahapan inti (during-task) dan tahapan akhir/fokus bahasa (post-task/language focus). Secara lebih khusus lagi, tahapan pre-task meliputi usaha pengajar untuk meyakinkan mahasiswa tentang pentingnya mengerjakan tugas problem solving dan penjelasan pengajar tentang prosedur pembuatan esai problem/solution serta ditunjukkannya model esai problem/solution sebagai produk akhir tugas problem solving. Tahapan inti dari Task-Based Language Teaching mencakup pemberian masalah, penjelasan singkat pengajar tentang masalah yang diberikan, pembagian kelompok, diskusi kelompok, diskusi kelas, dan menulis draft oleh masing-masing mahasiswa. Di luar kelas, para mahasiswa diminta untuk mencari informasi lain yang diperlukan untuk mendapatkan solusi akhir mereka. Mereka bisa membaca koran atau majalah, mencari melalui internet, atau mengadakan wawancara dengan beberapa orang. Sebagai kegiatan pada tahapan post-task, mahasiswa mengadakan peer editing dan merevisi tulisan mereka yang kemudian diikuti dengan pembahasan bahasa yang dipimpin pengajar, melihat kembali model esai dan pengumpulan esai.

Akhirnya, kepada para pengajar matakuliah menulis disarankan untuk menerapkan Task-Based Language Teaching dalam pembelajaran menulis. Para mahasiswa yang belajar menulis dalam bahasa Inggris juga disarankan untuk menerapkan tehnik ini secara mandiri untuk peningkatan ketrampilan menulis mereka. Selanjutnya, karena hanya tugas problem solving saja yang diterapkan pada penelitian ini, maka diharapkan para peneliti berikutnya untuk menggunakan bentuk tugas yang lain seperti listing and classifying, story telling, decision making, dan lainnya dalam pembelajaran menulis. Akhirnya, karena penelitian ini hanya melibatkan satu orang penilai (rater) saja dalam menilai hasil tulisan mahasiswa, maka peneliti berikutnya perlu menguji lagi hasil penelitian ini dengan mengadakan penelitian serupa yang melibatkan lebih dari seorang penilai (rater).