DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Identitas Remaja Mandar dan Konstuksi Bibliokonseling Bermuatan Budaya Sebagai Teknik KIPAS (Kajian Fenomenologi Terhadap Pappasang Orang Tua).

Andi Wahyu Irawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Identitas yang dikaji dalam penelitian ini mengacu pada konseling budaya Model KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur) dengan asumsi bahwa setiap individu membawa nilai-nilai budaya didalam dirinya yang dijadikan sebagai identitasnya. Identitas merupakan bagian penting dalam diri individu. Identitas diperlukan untuk mempertegas siapa sebenarnya individu dalam suatu masyarakat. Akibat dari ketidakjelasan identitas, berdampak terhadap kehidupan yang tidak efektif.

Fokus penelitian ini untuk (1) menemukan karakteristik ciri identitas dalam pappasang orang tua Mandar berupa: (a) deskripsi ciri identitas etnis dalam pappasang orang tua Mandar, (b) deskripsi ciri identitas religius dalam pappasang orang tua Mandar, (c) deskripsi ciri identitas kerja dalam pappasang orang tua Mandar. (2) menemukan struktur dan isi bibliokonseling sebagai teknik konseling bermuatan budaya untuk penegasan identitas yang diharapkan dalam pappasang Mandar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menemukan pappasang yang digunakan oleh subjek penelitian. Hasil dari identifikasi pappasang tersebut, akan digunakan sebagai kontruk bibliokonseling untuk penegasan identitas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Analisis data menggunakan reduksi fenomenologis, reduksi editik, dan reduksi transendental. Dilakukan proses trianggulasi dengan cara focus group discussion dengan budayawan dan remaja Mandar.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ciri identitas etnis dalam pappasang berupa pau malaqbi, kedo malaqbi, dan gauq malaqbi. Ciri identitas religius dalam pappasang berupa lino (dunia) dan akhera’ (akhirat). Sedangkan ciri identitas kerja dalam pappasang adalah  masia (keuletan), tappa (keteguhan, dan sa’bar (sabar). Identitas etnis ciri pau malaqbi yaitu, tutur kata yang sesuai sapaan orang Mandar, tepat janji, berani ketika benar, tutur kata bersama kepribadian, bicara seperlunya, dan menjaga nama baik. Ciri kedo malaqbi yaitu setia, penghargaan terhadap tamu, merunduk jika lewat didepan orang yang lebih tua, tidak menunggunakan telunjuk untuk menunjuk orang lain, menggunakan kata kasar. Ciri yang terakhir adalah gauq malaqbi, yaitu pengakuan sosial, saling menghormati, menjaga hubungan baik, dan menyayangi yang lebih muda.

Ciri identitas religius berupa lino (dunia), yaitu keteguhan tauhid, malu sebagian dari iman, mencari kebaikan bukan keburukan, tawakkal pada takdir, harmonis, dan keselamatan dunia. Ciri identitas religius akhera’ (akhirat), yaitu menjaga shalat, teguh pada agama, melaksanakan shalat, dan kebeningan jiwa. Ciri identitas kerja masia (keuletan) yaitu ulet dalam berusaha, ulet menghilangkan kemalasan, dan ulet menghadapi cobaan. Ciri identitas kerja tappa (keteguhan), yaitu teguh pada prinsip, teguh menghadapi masalah, dan teguh dalam niat. Ciri identitas kerja sa’bar (sabar) yaitu sabar dalam kesederhanaan, sabar dalam kebaikan, dan sabar dalam kerja.

Ciri identitas dalam pappasang kemudian dikonstuksi menjadi bibliokonseling dan dijadikan sebagai bahan untuk mempertegas identitas remaja. Struktur bibliokonseling menggunakan konsep assamewaluang yang merupakan praktek lokal di Mandar yang tujuannya untuk menyelesaikan suatu perkara.

Tahapan pelaksanaan bibliokonseling menggunakan konseling Model KIPAS, yaitu kabar gembira, integrasi data atau internalisasi, perencanaan tindakan, aktualisasi rencana, dan selebrasi.

 Saran dari penelitian ini diharapkan hasil konstruksi bibliokonseling divalidasi menggunakan prosedur penelitian pengembangan.