DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai-Nilai Pendidikan dalam Budaya Organisasi Sekolah (Studi Multi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Rahmah, Sekolah Dasar Negeri Lestari, Sekolah Dasar Katolik Santa Kasih Kota Bunga). (Disertasi)

Sri Ummiaty Hartiningsih

Abstrak


          Sekolah dasar merupakan fondasi bagi kelanjutan jenjang pendidikan anak selanjutnya. Keunggulan atau prestasi sebuah lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh berbagai variabel baik itu dilihat dari dimensi yang tampak, yang bisa diukur dan dikuantifikasikan, terutama perolehan nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) dan kondisi fisik sekolah tersebut dan dimensi yang tidak tampak, yaitu dimensi soft, yang mencakup nilai-nilai (values), keyakinan (beliefs), dan norma-norma perilaku. Dimensi terakhir ini disebut sebagai the human side of organization (sisi/aspek manusia dari organisasi), yang justru lebih berpengaruh terhadap kinerja individu dan organisasi. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah baik negeri maupun swasta tidak lepas dari nilai-nilai yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk artefak yang menjadi budaya organisasi sekolah. Artefak yang merupakan wujud luar dari sebuah nilai-nilai yang diyakini oleh warga sekolah merupakan kunci masuk orang luar untuk mengetahui apa yang telah, sedang dan yang akan di lakukan oleh sebuah sekolah. Kemudian dari tinjauan Artefak yang mendalam dapat di ketahui nilai-nilai yang diyakini oleh sekolah kemudian menciptakan komitmen yang luas untuk kepentingan sekolah dan memantapkan sistem sosial sekolah.            Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah menemukan sekaligus mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam budaya organisasi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Rahmah (MIR), Sekolah Dasar Negeri Lestari (SDN L), dan Sekolah Dasar Katolik Kasih (SDK K) Kota Bunga. Tujuan Umum tersebut dijabarkan menjadi tujuan khusus sebagai berikut; (1) mendeskripsikan nilai-nilai yang diyakini di ketiga sekolah dasar tersebut, (2) mendeskripsikan nilai-nilai yang menjadi kekuatan dari ketiga sekolah tersebut (3) mendeskripsikan jenis-jenis artefak sebagai implementasi dari nilai-nilai yang diyakni di MIR, SDN L dan SDK K di Kota Bunga.

          Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Data yang diperoleh dari tiga sumber; peneliti, sekolah dan 20 orang informan kurang lebih selama satu tahun penelitian. Secara fenomenologis penelitian ini mengungkapkan fenomena kasus kajian secara holistic, komprehensif dan kontektual tentang makna interaksi warga sekolah di tempat penelitian.

          Teknik pengumpulan data dilakukan cara: (1) observasi partisipan, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi dan mengkaji artefak. Data yang terkumpul dari ketiga teknik tersebut diorganisir, ditasir dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun analisis lintas kasus untuk menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Kredibilitas data dicek dengan prosedur triangulasi, pengecekkan anggota dan diskusi teman sejawat. Sedangkan dependabilitas fdan konformabilitas dilakukan oleh pembimbing sebagai dependent auditor.

          Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Nilai-nilai yang diyakini di Masing-masing Sekolah adalah pada Madrasah Ibtidaiyah Rahmah, nilai-nilai yang diyakini yaitu; (a) nilai kebersihan, (b) nilai kebersamaan, (c)nilai kedisiplinan, (d) nilai keimanan, (5) nilai pelayanan pada siswa dan (6) kekeluargaan. Pada Sekolah Dasar Negeri Lestari, nilai-nilai yang diyakini yaitu; (a) nilai partisipasi orangtua siswa dalam proses pembelajaran, (b) nilai partisipasi orangtua siswa dalam pendanaan sekolah, (c) keimanan dan (d) kedisiplinan. Pada Sekolah Dasar Katolik Kasih, nilai-nilai yang diyakini adalah; (a) nilai keimanan, (b) kedisiplinan, (c) cinta sesama dan diri sendiri dan (d) nilai ketauladanan suster,(2) Nilai-nilai yang menjadi kekuatan di masing-masing sekolah pada MIR adalah nilai kebersamaan, pada SDN Lestari adalah nilai partisipasi orangtua siswa dalam pembelajaran, pada SDK Kasih adalah nilai cinta sesama dan cinta diri sendiri, (3) Artefak-artefak sebagai manifestasi dan pendukung nilai-nilai yang diyakini adalah (a) bentuk-bentuk perilaku sebagai manifestasi dari nilai-nilai yang diyakini, (b) tata letak (lay out) benda sebagai sarana dan manifestasi nilai yang diyakini, (c) benda-benda sebagai alat untuk membantu merealisasikan nilai-nilai yang diyakini, (d) bangunan fisik sebagai realisasi dari nilai-nilai yang diyakini, (e) simbol-simbol sebagai wadah untuk mengkomunikasikan nilai-nilai yang diyakini dan (f) cerita-cerita bijak untuk memperkuat nilai-nilai.

          Dari hasil penelitian ini disarankan kepada: (1) Kepada Kepala Sekolah hendaknya kebiasaan warga sekolah yang selama ini telah berlangsung sudah menjadi karakter dan kekuatan sekolah, sebaiknya dipertahankan dan ditingkatkan, (2) Kepada para penyelenggara pendidikan hendaknya dapat mengadopsi nilai-nilai dan artefak yang menjadi budaya organisasi ketiga sekolah dalam penelitian ini yang disesuaikan dengan karakter dasar sekolahnya, (3) Kepada Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota maupun Departemen Agama Kota hendaknya memberikan otonomi kepada sekolah secara penuh, sehingga sekolah dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki, sekaligus mendapatkan dukungan dan sumber daya dari para stake holders, (4) Kepada para pendidik yang setiap hari berhadapan dengan peserta didik dengan segala probematikannya, dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan nilai-nilai kemanusiaan untuk bekal para anak didik agar memiliki karakter kuat untuk bisa menjadi manusia yang tidak hanya memiliki kecerdasan intellektual tapi juga akhlak serta memiliki kepakaan sosial yang kuat. (5) Kepada peneliti berikutnya kiranya dapat mengembangkan lebih dalam aspek-aspek yang berkaitan dengan ‘the human side of organization'. Hasil penelitian di tiga sekolah yang telah dikemukakan diatas perlu dieksplor lagi, karena disini peneliti hanya sebatas mengangkat kepermukaan nilai-nilai serta artefak yang terdapat di tiga sekolah tersebut. Penelitian mendalam bisa masuk pada ranah basic assumption dan philosophical bases, sehingga hasil penelitian ini bisa lebih sempurna.

Abstract:

 

          Elementary School is the foundation for the continuation of the students education level in advance. A number of variables, both implicit and explicit may have affected the quality of education, whether it can be measured and quantified such as; students scores in national examinations and school physical buildings or cannot be measured as the intangible force that is the soft dimension including values, beliefs and norms. This second dimension is named as the human side of organization which have greater affect on individual performance.

          In educating process whether in governmental schools and also in the private ones must have organizational values which are obvious and implemented in the school artifact which this is named as school organizational culture. Artifact is the outside performance of the school members inside values which can be the entrance door of the outsider to understand what had been done, what is going on and what will be doing in that school. Then from studying the artifact deeply can emerge the believed values of the school members, and then the wide commitment presents for school need and also for strengthen the school social system.

          A general goal that will be accomplished of this research is finding and also describing the educational values in school organizational culture at the Madrasah Ibtidaiyah Rahmah (MIR), Sekolah Dasar Negeri Lestari (SDN L) and Sekolah Dasar Katolik Katolik (SDK K) at Bunga city. That general goal is divided into three focuses of study that is; (1) describing the believed values of the three schools, (2) describing the strong values of the three schools and (3) describing the artifacts as the implementation of the values of he three schools. A multi-case study using phenomenological and cultural approach was used in this research. Data were collected from three sources that is researcher herself, schools and 20 informants and lasted for more or less one year. Phenomenological method was applied to explicate meaningful phenomenon holistically, comprehensively about the interaction among the people in the particular context. Data were collected through (1) participant observation, (2) interview, (3) documenting and studying the artifacts. The data were then organized, interpreted, and repeatedly analyzed, case by case and crossed cases, in an attempt to develop concept and theoretical abstraction of the research findings. In order to achieve credibility of the data, the researcher used triangulation procedures, respondents' review, and peer discussion. Dependability and conformability were determined by dissertation advisers as dependent auditors.

          The research first finding shows that the believed values at the Madrasah Ibtidaiyah Rahmah are (a) cleanness value, (b) togetherness value, (c) discipline value, (d) faith value, (e) student's service value and (f) familiarity value. At the Sekolah Dasar Negeri Lestari, the believed values are (a) parents' participation in enriching the students knowledge value, (b) parents' participation in funding the school needs value, (c) discipline value and (d) faith value. At the Sekolah Dasar Katolik Kasih, the believed values are (a) faith value, (b) discipline value, (c) loving others and her/him self value and (d) model value. The second finding shows that the values that can be the strong points of the three schools are (a) togetherness values at MIR, (b) parents' participation in enriching the students knowledge value at SDN L, and (c) loving others and her/him self value at SDK K. The third finding shows that the artifact that are the manifestation of the believed values in those three schools are (a) some forms of behaviors as the manifestation of the believed values, (b) lay out of object as an instrument for implementing the value, (c) some tools for helping the values, (d) buildings as the actualization of the value, (e) symbols as a mean for communicating the values and (f) wise stories for strengthen the value.

          This study offers some recommendations as follows; First, that the school principals as the values and the artifacts are has been the school members routines and also be the characters and strong points of the schools so these values must be kept and built continually. Second, that the education foundation adopt some or all school organizational values and artifacts under investigation so that their behavior and performance have sound basis. Third, the government that to implement school autonomy wholeheartedly. It is expected that the school can optimally enhance its potential with the support of stakeholders. Forth, that the teachers who facing the students almost every day accompanied by its problem can give a good contributions for building the humanize values for the sake of the students' resources, so that they may have a strong character for being a human not only have a good intellectual but also have a good moral and have a wide social emphatic attitude. Fifth, that prospective researchers further explore cultural aspects of school organization, particularly the human side of organization. The findings of this research need to be deeply explored, because in this chance the researcher has only studied the surface of the values and artifacts in those three schools. Studying deeply into the basic assumptions or philosophical based of the values will make the findings more complete.