DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Berbasis Teori Resource Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi Dinamika Rotasi

Herlina Mulyastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Mulyastuti, Herlina. 2016. Pembelajaran  Berbasis Teori Resource Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada  Materi Dinamika  Rotasi. Tesis,  Program  Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I)  Prof.  Dr. Sutopo, M.Si., (II) Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci:  dinamika  rotasi,  teori  resource,  pemahaman  konsep,  kemampuan  pemecahan masalah.

 

Dinamika rotasi merupakan salah satu materi fisika yang memiliki penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun materi ini telah diberikan pada kelas fisika, namun masih banyak siswa yang kebingungan dalam menerapkan konsep tersebut. Hal ini disebabkan karena materi ini merupakan materi yang bersifat kompleks dan materi ini lebih sering disampaikan secara matematis tanpa menekankan konsep-konsep yang ada di dalamnya sehingga pemahaman konsep siswa terhadap materi ini tidak koheren atau terpotong-potong. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran berbasis teori resource yang bertujuan untuk membangun resource scientific, menyempurnakan resource pengetahuan, dan membantu siswa untuk merangkai potongan pengetahuan menjadi suatu konsep yang utuh. Harapannya, siswa dapat menjadi lebih paham akan konsep dan pengunaanya serta dapat mengidentifikasi strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah fisika khususnya pada materi dinamika rotasi.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran berbasis teori resource pada materi dinamika rotasi.

Penelitian ini menggunakan metode mixed methods model embedded experimental. Subjek penelitian yaitu 32 siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bangkalan. Pemahaman konsep siswa diukur dengan menggunakan 13 soal pilihan ganda beralasan sedangkan kemampuan pemecahan masalah siswa diukur dengan menggunakan 5 soal pilihan ganda beralasan. Data pendukung yang digunakan berupa data selama pembelajaran berlangsung. Analisis dilakukan secara kuantitatif berdasarkan opsi jawaban yang dipilih siswa sehingga diperoleh hasil statistik deskriptif, uji t berpasangan, skor n-gain, dan effect size. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan dataalasan jawaban siswa, lembar kerja siswa, dan hasil wawancara siswa sehingga menghasilkan resource-resourcepengetahuan dan kategorisasi expert-novice pada tiap tahap proses pemecahan masalah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pembelajaran berbasis teori resource, siswa cenderung mengaktivasi resource yang bersifat p-prim. Meningkatnya pemahaman konsep siswa disebabkan karena siswa dapat membangun pemahan konsepnya menjadi utuh, koheren, dan siswa dapat membangun resourcescientific serta siswa mulai bisa mengaktivasi resource yang tepat pada konteksnya selama pembelajaran. Hal yang serupa juga terjadi pada kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengalami peningkatan di setiap tahapnya. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa expert pada saat tes setelah diberikan intervensi berupa pembelajaran berbasis teori resource