DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Classroom Interaction in English in Mathematics and Science Classes (A Case Study at Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), SMA Negeri 3 Malang). (Thesis)

Suharyadi Suharyadi

Abstrak


This study is intended to describe the patterns of classroom interaction in English between the Mathematics and Sciences teachers and students and the communication strategies in English employed by the Mathematics and Science teachers in the classroom.

The instruments used to collect data are (1) observation through video recording and field note (2) interview with the teachers and (3) questionnaires for students. The subjects in this study are the teachers of Mathematics, Chemistry, Biology, and the students. Data are analyzed using the ‘interaction model' of Miles & Huberman.

 The findings show that there are two patterns of classroom interaction in the Mathematics class, namely the teacher and whole class interaction and the teacher and individual student interaction. The first pattern is effective to transfer concepts, theories, and examples on Mathematics to all students, to finish the syllabus coverage or learning materials, and to train all students to overcome the Mathematical problems. This pattern is not effective in making all students comprehend the concepts easily. The second pattern is effective to deal with an individual student's difficulties. Also, both patterns are good to make the teacher speak English, but bad for the students' English.

            In the Chemistry class, there are four patterns of classroom interaction in English, namely the teacher and whole class interaction, the teacher and individual student interaction, the teacher and group interaction, and the individual student and teacher interaction. The first three teacher-centered patterns are facilitative, assisting that teacher to control the class and deliver all the learning materials smoothly. The three patterns above are useful for the teacher to get more opportunities to use English, but not good for the students to initiate in English.

In the Biology class, there are three patterns of classroom interaction in English, namely the teacher and whole class interaction, the teacher and group interaction, and the individual student and teacher interaction. The first two patterns are effective to be used in teaching. These patterns enable the teacher to develop the English skills. However, the patterns restrain the students to initiate in English in the classroom.

In terms of the communication strategies, the Mathematics teacher employs the strategies such as translation, code switching and code mixing, repetition, and paraphrasing - approximation. Of those strategies, the translation strategy is the most effective since it can help the students comprehend the concepts in Mathematics.

In the Chemistry class, the teacher also uses the strategies of code switching and code mixing, translation, repetition, and circumlocution. The translation is also the most effective since it can facilitate the students' learning. In the Biology class, the teacher applies the strategies of code switching and code mixing, translation, and repetition. However, the translation is the most effective as it can accelerate and facilitate the students understanding of the concepts.

Regarding the findings, some suggestions are offered. First, the Mathematics, Chemistry, and Biology teachers are advised to use the three teacher-centered patterns in teaching Mathematics and Sciences. The patterns are effective to deliver the learning materials smoothly, ask questions, and give directions to the students. The teacher is also suggested to use the teacher and group interaction to engage the students. But, the teacher and individual student is good to deal with an individual student's problems in Mathematics. Besides, the three patterns give the teachers more opportunities to use English. The patterns are not good for the students to initiate and communicate in English. Instead, the individual student and teacher interaction is a good pattern to make the students speak.

Secondly, the teachers are suggested to carefully select and apply the strategies based on their effectiveness and efficiency. The translation, code switching/code mixing, and repetition are good to be used. They can make the students understand the concepts. But, the teachers are highly recommended to use the translation in teaching. This strategy can make the students know the meanings immediately and directly.

The teachers are advised to improve their English skills (Speaking and writing) for communication by taking English courses, using English more frequently in daily communication with other teachers and students, and writing worksheets, and handouts in English.

It is also recommended that the English teachers at SMA Negeri 3 Malang help the Mathematics and Science teachers to speak and write English better. They can provide English in-house trainings for them to improve their English skills in teaching.

Abstrak:

Studi ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan pola interaksi kelas dalam bahasa Inggris antara guru-guru Matematika dan Sain dan siswa dan strategi komunikasi dalam bahasa Inggris oleh guru-guru Matematika dan Sain dalam kelas.

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah (1) observasi dengan bantuan rekaman video dan catatan lapangan (2) wawancara dengan guru-guru dan (3) kuesioner siswa. Subjek penelitian ini adalah guru-guru Matematika, Kimia, Biologi, dan siswa. Data kemudian dialisa menggunakan model interaksi Miles & Huberman.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola kelas interaksi dalam bahasa Inggris di kelas Matematika. Yaitu interaksi guru dengan semua siswa dan interkasi guru dengan individu siswa. Pola yang pertama efektif untuk menyampaikan materi pelajaran dan memberi contoh, menyelesaikan tuntutan silabus, dan melatih siswa untuk bisa menyelesaikan soal Matematika. Pola ini tidak efektif untuk membuat semua siswa memahami materi. Sebaliknya, pola kedua efektif hubungannya dengan masalah individu siswa. Kedua pola ini bagus bagi guru untuk menggunakan bahasa Inggris di kelas, tapi tidak bagus untuk pengembangan komunikasi bahasa Inggris siswa.

            Di kelas Kimia, terdapat empat pola interaksi. Yaitu interaksi guru dengan semua siswa, interaksi guru dengan individu siswa, interaksi guru dengan sekelompok siswa, dan interaksi individu siswa dengan guru. Tiga pola pertama sangat membantu guru untuk bisa mengontrol kelas dan menyampaikan semua materi. Ketiga pola ini juga bermanfaat bagi guru untuk menggunakan bahasa Inggris di kelas. Tapi, pola ini tidak mendukung pengembangan komunikasi bahasa Inggris siswa.

Di kelas Biologi, terdapat tiga pola interaksi juga. Yaitu interaksi guru dengan semua siswa, interaksi guru dengan sekelompok siswa, dan interaksi individu siswa dengan guru. Dua pola pertama membantu guru meningkatkan komunikasi bahasa Inggrisnya. Tapi pola ini menghambat komunikasi siswa dalam bahasa Inggris.

Dalam hal strategi komunikasi, guru Matematika menggunakan penerjemahan, pindah bahasa, pengulangan, dan approksimasi. Dari empat strategi ini, penerjemahan adalah yang paling efektif untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran.

Di kelas Kimia, guru menggunakan pindah bahasa, penerjemahan, pengulangan, dan circumlocution. Dari empat strategi ini, penerjemahan juga yang paling efektif membantu pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Di kelas Biologi, guru menggunakan pindah bahasa, penerjamahan, dan pengulangan. Penerjemahan, ternyata juga yang paling efektif utuk pemahaman siswa terhadap materi

Berdasarkan penemuan ini, ada beberapa saran untuk dipertimbangkan. Pertama, guru Matematika, Kimia, dan Biologi disarakan menggunakan ketiga pola (three teacher-centered patterns) dalam proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan pola tersebut sangat efektif untuk penyampaian materi pembelajaran, bertanya, dan memberi perintah. Untuk melibatkan siswa, guru disarankan menggunakan pola interaksi guru dengan kelompok. Sedangkan yang berhubungan dengan masalah individu siswa, pola interkasi guru dan individu siswa sangan baik untuk digunakan. Selain itu, ketiga pola di atas sangat bagus untuk pengembangan komunikasi bahasa Inggris guru. Namun, sekali lagi, pola ini tidak bagus untuk pengembangan bahasa Inggris siswa. Pola interkasi siswa dan guru bisa membuat siswa aktif menggunakan bahasa Inggris.

Kedua, guru disarankan hati-hati memilih dan menggunakan strategi, harus berdasarkan keefektifan dan efesiensinya. Dalam hal ini, penerjemahan, pindah bahasa, dan pengulangan sangat membantu dalam mengkomunikasikan materi atau pesan pembelajaran di kelas. Tapi, guru lebih disarankan menggunakan penerjemahan dalam proses belajar mengajar, sebab stretegi ini bersifat cepat dan langsung.

Guru juga disarankan meningkatkan keterampilan bahasa Inggrisnya, terutama speaking dan writing dengan cara kursus bahasa Inggris lebih intensif, menggunakan bahasa Inggris sehari-hari, dan menulis materi pembelajaran dalam bahasa Inggris.

Selain itu, guru bahasa Inggris diharapkan membantu guru MIPA untuk lebih bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan cara memberikan pelatihan bahasa Inggris yang praktis dan intensif.