DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Layanan Akademik di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jawa Timur (Studi Multisitus di Universitas Metropolis, Universitas Beachapolis, Universitas Agropolis). (Disertasi)

Ridlwan, M. Ridlwan, M.

Abstrak


Penyelenggaraan penjaminan mutu merupakan bagian dari upaya untuk membangun kemampuan persaingan bangsa melalui pengembangan kelembagaan yang sehat. Pendidikan tinggi tidak bisa lepas untuk terus berupaya meningkatkan mutu dan tanggung jawab sebab anggaran belanja perguruan tinggi terutama yang BHMN maupun swasta sepenuhnya bergantung pada sumbangan dari stakeholder. Mengingat dunia pendidikan merupakan salah satu lembaga yang membina, men­ciptakan perubahan dan perkembangan, serta kemajuan kebudayaan suatu bangsa. Demikian juga Universitas Metropolis, Universitas Beachapolis, Universitas Agro­polis sebagai lembaga pendidikan juga turut serta me­majukan kebudayaan bang­sa Indonesia. Untuk itu, sudah sewajarnya ketiga PTM tersebut mening­katkan kualitas layanan akademiknya terhadap maha­siswa dengan menerapkan Sistem Penjaminan Mutu (SJM).

            Fokus penelitian ini (1) Proses penetapan standar mutu perguruan tinggi Muhammadiyah; (2) Proses pemenuhan standar mutu di Universitas Metropolis, Universitas Beachapolis, dan Universitas Agropolis. Se­­dangkan tujuannya adalah (1) mendeskripsikan proses penetapan standar mutu perguruan tinggi Muham­madiyah; (2) mendeskripsikan proses pemenuhan standar mutu di Universitas Metro­polis, Universitas Beachapolis, dan Universitas Agropolis.

Mutu adalah karakteristik dari suatu produk atau pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan pelanggan sehingga pelanggan terpuaskan. Unsur utama kualitas dalam penjaminan mutu difahami sebagai proses adanya kepastian bahwa telah terdapat standar yang spesifik dan secara terus menerus diupayakan dicapai untuk sebuah produk atau layanan yang unggul. Dengan demikian mutu pem­belajaran menunjuk pada tinggi rendahnya standar. Ditegaskan oleh Ellis (1993) bahwa pemikiran tentang bentuk kualitas dalam pembelajaran yang penting bahwa kualitas selalu terkait dengan kepu­asaan konsumen atau pelanggan, yang dalam hal ini primary customer adalah mahasiswa.

            Mutu kini semakin populer karena dianggap sebagai langkah terbaik untuk membantu memperoleh sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Kalau saja dapat disarikan bahwa pendidikan yang efektif dan efisien sesungguhnya fo­kusnya adalah pembelajaran maka penjaminan mutu dalam pembelajaran (qu­a­li­ty assurance in teaching) akan sangat terkait dengan aspek-aspek di bawah ini ka­rena dipandang sumber-sumber mutu pendidikan berawal dari (1) pemahaman ten­tang guru; (2) nilai moral tinggi; (3) hasil ujian yang unggul; (4) dukungan orang tua dan masyarakat sekitar; (5) kecukupan sumber; (6) penerapan teknologi mutakhir; (7) kekuatan dan tujuan pemimpin; (8) care dan berperhatian terhadap siswa; (9) kurikulum yang menantang. (Middlehurst, 2001).

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini didasarkan pada permasalahan dan tujuan yang hendak dicapai yaitu berusaha untuk men­des­kripsikan secara komprehensif mengenai data yang diperoleh di lapangan secara apa adanya (taken for granted) melalui pemahaman, interpretasi, dan pendalaman tentang praktek sistem penjaminan mutu (SJM) yang diim­ple­men­tasikan oleh Universitas Metropolis, Universitas Beachapolis, dan Universitas Agropolis dalam rangka me­ning­katkan kualitas layanan akademiknya kepada para pelanggan (mahasiswa) dengan cara peneliti terlibat langsung dengan subjek di lingkungan penelitian.

Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Proses penetapan standar mutu perumusan tujuan yang melibatkan semua pi­­­hak di uni­ver­si­t­as menjadikan komponen-komponen yang ada di universitas berkomitmen melak­sa­na­kannya ; (2) Proses penetapan standar mutu pengambilan kepu­tusan melalui musyawarah mufakat dapat meminimalisir per­masalahan-permasalahan yang muncul di universitas ; (3) Etika dosen yang berkepribadian Muhammadiyah berupa a­mar makruf nahi mungkar akan memunculkan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas ; (4) Kurikulum yang disusun berdasarkan kurikulum nasi­o­nal, institu­sio­nal, dan dunia kerja meningkatkan kompetensi dan daya saing lulu­san ; (5) Proses pemenuhan standar mutu perencanaan program studi/­kepena­si­ha­tan akademik membantu kesulitan pribadi yang berhubungan dengan studi dan memahami sikap ilmiah mahasiswa; (6) Proses pemenuhan standar mutu pe­lak­sanaan per­kuliahan dengan metode penyajian materi yang variatif memunculkan sikap M-M yaitu memotivasi dan menyenangkan mahasiswa; (7) Proses peme­nuhan standar mutu pelaksanaan pe­nilaian yang terbuka, transparan, menye­nang­kan dapat meningkatkan mutu perkuliahan; (8) Proses pemenuhan standar mutu pembimbingan dan praktikum yang sesuai ketentuan dalam bu­ku pedoman mengoptimalkan pencapaian tujuan dan tidak adanya waktu yang terbuang sia-sia.

Abstract:

 

            Implementation of quality assurance is part of the effort to set up the nation's competitiveness through healthy organizational development. Higher education has to strive to upgrade its quality and responsibility because its budgetary fund, especially those with BHMN status and private universities, depends on stakeholders' contribution. The great number of universities in Indonesia is unlikely to be left in running without guarantee. Universities must be responsible for the society by giving quality assurance.Considering that edu­cational institution as one of agents of change which calls into changing, developing and advancing the nation's culture, Metropolis University, Beach­apolis University and Agropolis University must go along with the demand. Therefore, it is righteously that those three higher education increase their academic service quality by implementing quality assurance system. It is very impor­tant for them to stand forth to qualified institutions in the era of glo­ba­lization.

            This research focuses on (1) the process of determining the university's quality standard in Metropolis University, Beachapolis University, and Agropolis University (2) accomplishment process of teaching learning quality standard in those three univeristies. While the objectives of the study are (1) to describe the determining process of university's quality standard in those three universities; (2) to describe the accomplishment process of teaching learning quality standard in those mentioned Universities.

Quality is the characteristics of a product or service which meet the expectations and the needs of the customers so that they are satisfied with it. The most important element of quality in quality assurance is known as the process of certainty that there are specific standards and continuously effort to achieve them to reach an excellent product or service. Ellis' notion (1993) that the important thoughts of quality form in teaching learning is concerned with consumers' satisfaction, in this case the primary consumer is the students.

             Quality is getting popular now because people think it is the best way to get an effective and efficient educational system. The effective and efficient education should focus in teaching so the quality assurance in teaching will concern with the following aspects (1) understanding teachers; (2) moral values; (3) excellent examination results; (4) parents and community's supports; (5) resources sufficiency; (6) the most up-to-date technological application; (7) leadership power and goals; (8) students care; (9) challenging curriculum (Robin Middlehurst, 2001).

            The study used qualitative approach. It is based on the research problem and the purpose that is to describe comprehensively the data taken from the subjects of the research by means of understanding, intrepreting, going in depth the practice of quality insurance in University of Metropolis, University of Beachapolis, and University of Agropolis to improve their academic service quality for their stakeholders. The writer is directly involved with the subject in the research setting.

            The results of this study are (1) the process of determining quality standard of formulating goal involving all the parties in the university makes them committed to do it; (2) the process of determining quality decision making through discussion minimizes problems in the university; (3) Lecturer's ethic with Muhammadiyah characteristics amar makruf nahi munkar  increases the responsibilty in doing jobs; (4) the curriculum which is designed based on national, institutional and the real world curriculum boosts up the competency and competitiveness of the graduates; (5) the process of accomplishment of quality standard of study program or academic advisory helps personal problem dealing with students' learning and understanding scientific attitude; (6) the process of accomplishment of lectures carrying out with various material presentation arises students'motivation and interest; (7) the process of accomplishment of quality standard of open, transparant, and interesting scoring increases the lectures' quality; (8) the process of accomplishment of quality standard of guidance and practical work which is suitable with the university manual optimizes the achieving goal and minimizes the waste of time.