DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Multi Media dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca PermulaanSiswa Tunarungu Kelas II SDLB-B.

Whening Dyah Triarini

Abstrak


RINGKASAN

ABSTRAK 

Triarini,Whening Dyah, 2017. Penggunaan Multi  Media dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca PermulaanSiswa Tunarungu Kelas II SDLB-B. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr.I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Prof.Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes, (III) Dr. AJE Toenlioe

Kata kunci: siswa tunarungu, membac apermulaan, multi media pembelajaran

Tunarungu merupakan salah satu dari keterbatasan dalam pendengaran. Salah satu karakteristik tunarungu adalah mereka tidak dapat menerima informasi dari samping maupun dari belakang. Jadi informasi yang diperoleh harus selalu dari depan. Informasi diterima secara visual, taktil maupun kinestetik. Dampak dari gangguan pendengaran ini di antaranya adalah anak tunarungu mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Yang dimaksud dengan membaca permulaan adalah mengenal benda-benda atau gerakan yang ada di sekitar mereka sehari-hari. Dengan melihat tulisan atau memperhatikan isyarat jari siswa tunarungu dapat mengerti maknanya. Atau sebaliknya, dengan menunjukkan benda kepada siswatunarungu, ia dapat mengisyaratkan atau menunjukkan tulisannya. Kesulitan dalam mengikuti pembelajaran dan belajar bagi siswa tunarungu menyebabkan mereka perlu fasilitas yang memudahkan cara belajar. Salah satu alternative pemecaha nmasalah kesulitan belajar membaca permulaan ini adalah menggunakan multi rupa media pembelajaran atau beberapa macam media pembelajaran. Multi rupa media pembelajaran dalam penelitian ini adalah media pembelajaran tiga dimensi (3D), media pembelajaran dua dimensi(2D) dan animasi tebak kata.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui tingkat erubahan kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu dengan menggunakan media tiga dimensi berupa benda asli atau benda tiruan; (2) untuk mengetahui tingkat perubahan kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu dengan menggunakan media pembelajaran dua dimensi berupa kartu kata; (3) untuk mengetahui tingkat perubahan kemampuan membaca permulaan siswa tuna rungu dengan menggunakan multimedia animasi tebak kata; (4) untuk mengetahui tingkat perubahan kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu dengan menggunakan media pembelajaran tiga dimensi, media pembelajaran dua dimensi dan multimedia animasi tebak kata.

Penelitian ini menggunakan metode single subject research dengan Multielement-Design. Subyek penelitian berjumlah lima orang siswa tunarungu. Variabel penelian ini ada dua, yaitu variable terikat berupa kemampuan membaca permulaan, dan variable bebas berupa multirupa media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam dua fase yaitu fase baseline dan fase intervensi, selama 19 kali pertemuan, dengan memberikan 100 kosa kata yang harus dibaca. Media pembelajaran yang digunakanadalahmedia tigadimensi(3D) berupa benda asli maupun benda tiruan, media dua dimensi(2D) berupa kartu kata, dan animasi tebak kata yang diberikan secara bergantian juga dengan kombinasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan perolehan kosa kata dari rangkaian baseline dan intervensi yang dilakukan selama 19 kali pertemuan. Hasil baseline dan intervensi yang diperoleh masing-masing subyek berbeda. ALY dapat membaca 100 kosa kata, FJR 78 kosa kata, ARY 100 kosa kata, RIS 85 kosa kata, dan RHA 100 kosa kata.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) penggunaan media pembelajaran berupa media tiga dimensi yaitu benda asli maupun benda tiruan memberikan perubahan yang besar pada perolehan kemampuan membaca permulaan pada kelima subjek; (2) penggunaan media pembelajaran berupa media dua dimensi yaitu kartu kata memberikan perubahan yang besar pada perolehan kemampuan membaca permulaan pada kelima subjek; (3) penggunaan media pembelajaran berupa media animasi tebak kata memberikan perubahan yang besar pada perolehan kemampuan membaca permulaan pada kelima subjek; (4) penggunaan multirupa media pembelajaran berupa media tiga dimensi yaitu benda asli maupun benda tiruan, media dua dimensi berupa kartu kata dan media animasi tebak kata memberikan perubahan yang besar pada perolehan kemampuan membaca permulaan pada kelima subjek dengan berbagai macam karakter.

Penggunaan multirupa media pembelajaran pada penelitian ini secara umum memberikan perubahan positif pada kemampuan membaca permulaan pada siswa tunarungu. Harapan di kemudian hari  multirupa media digunakan dalam semua proses pembelajaran. Hal ini dimaksudkan supaya dapatmemberikan berbagai pengalaman pada siswa dan menghindari adanya kejenuhan. Selain itu, lingkungan rumah ataupun sekolah ikut mendukung dalam memahami makna kata dengan isyarat. Penerbitan kamus isyarat se yogyanya juga dilengkapi dengan gambar untuk membantu memahami suatu kosa kata.

ABSTRACT

Triarini,Whening Dyah, 2017. The Use of Multiple Media Formsto Improve the Early Stage of Reading Skill for the Hard Hearing Students at the Second Grade of SDLB-B. Dissertation. Instructional Technology Department, Graduate School of UniversitasNegeri Malang. Advisors: (I) Prof.Dr.I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Prof.Dr. MohammadEfendi, M.Pd., M.Kes., (III) Dr. AJE Toenlioe

Key words: hard hearing students, early stage reading skill, learning multi media.

Hard hearing is one of the handicaps in human’s hearing sense. One of the characteristics of hard hearing students is that they are not capable of receiving information from the sides and/or from the back. Thus, information should always be given to them from the front. The information can be in visual, tactile, and kinesthetic. One of the effects of the obstacles in hearing sense is that the hard hearing students get some difficulties in their early stage of reading skill. The early stage of reading skill is a stage where the hard hearing students recognize objects or movements around them in their daily life. By reading written words, or paying attention to others’ signs, they can understand the meaning. Also, by showing an object to them, they canindicate the written word, or show its sign.Difficulties in following instructional process lead to the need of facilities that support them to learn. One of the alternatives to solve these learning difficulties is by usingmultiple media forms, or different kinds of media. In this study, the multiple media are in the forms of3D (three-dimensions) learning media, 2D learning media, and guessing word animation.

The objectives of the study were: to identify: (1) the improvement level of the early stage of reading skill for the hard hearing students by using 3D media in the forms of realia or imitation; (2)  the improvement level of the early stage of reading skill for the hard hearing students by using 2D media in the forms of flash cards; and (3) the improvement level of the early stage of reading skill for the hard hearing students by using guessing word animation; (4) the improvement level of the early stage of reading skill for the hard hearing students by using 3D media, 2D media, and guessing word animation media.

The method applied in the study was single subject research with multi-element design. The subjects of the study were five hard hearing students at the second grade of SDLB-B. The dependent variable of the study was early stage reading skill,while the independent variable was multiple media-based learning. The research was conducted in nineteen meetings, which were carried out in two phases, i.e. baseline phase and intervention phase. The subjects of the study were given a hundred words. The learning mediaused were 3D learning media in the forms of realia and imitation, 2D learning media in the form of flash cards, and guessing word animation, and they were used alternately.

The results of the study show that there is improvement in acquiring new words obtained by applying baseline phase and intervention phase in nineteen meetings. Every single subject gets different result of baseline phase and intervention phase. AYL can read a hundred words, FJR seventy-eight words, ARY a hundred words, RIS eighty-five words, and RHA gets a hundred words.

The conclusions of the study are: (1) the use of 3D learning media in the forms of realia and imitation contributes significant effects for the five subjects of the study in their early stage of reading skill; (2) the use of 2D learning media in the forms of flash cardcontributes beneficial effects for the five subjects of the study in their early stage of reading skill; (3) the use of guessing word animation contributes a few beneficial effects for the five subjects of the study in their early stage of reading skill; (4) the use of 3D learning media in the forms of realia and imitation, 2D learning multimedia in the forms of flash cards, and guessing word animation contributes significant effects for the five subjects of the study with different characters in their early stage of reading skill.

The use of multiple media forms in general gives positive effects on the hard-hearing students’ early stage reading ability. Hopefully, such media can be used for further learning process. These media can give students many different experiences and eliminate boredom. In addition, home and school environment should contribute to the acquisition of word meaning using signs. Sign dictionary should also be made with pictures to help hard hearing studentsto understand words.