DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Ciri Teks Eksplanasi Kompleks Karangan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Garum

Ridho Aka Qomarizzaman

Abstrak


Teks eksplanasi kompleks merupakan jenis teks baru yang terdapat dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia. Terdapat beberapa karangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Garum dalam satu kelas yang bukan merupakan teks eksplanasi kompleks, karena tidak memuat unsur-unsur yang terdapat dalam teks eksplanasi kompleks, baik itu struktur isi maupun struktur bahasa. Beberapa karangan siswa juga cenderung mengarah pada bentuk narasi. Selain itu, terdapat keragaman topik yang digunakan siswa, baik siswa jurusan IPA maupun siswa jurusan IPS menjadi salah satu ciri yang muncul pada karangan teks ekspalanasi kompleks siswa kelas XI SMA Negeri 1 Garum.

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua rumusan masalah, yaitu (1) ciri struktur isi teks eksplanasi kompleks yang meliputi, pernyataan umum, deret penjelas, dan interpretasi dan (2) ciri unsur kebahasaan teks eksplanasi kompleks yang meliputi, penggunaan istilah, penggunaan konjungsi kalimat, dan pola pengembangan paragraf.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah studi dokumen. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Garum, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Data penelitian berupa empat puluh satu teks eksplanasi kompleks karangan siswa kelas XI jurusan IPA dan jurusan IPS SMA Negeri 1 Garum. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPA dan jurusan IPS SMA Negeri 1 Garum tahun pelajaran 2017/2018. Instrumen yang digunakan berupa instrumen kunci dan instrumen pelengkap. Instrumen kunci dari penelitian ini adalah guru bahasa indonesia, sedangkan instrumen pelengkap berupa perintah menulis teks eksplanasi kompleks dan panduan analisis yang berisi aspek ciri dan deskriptor bagian-bagian teks eksplanasi kompleks secara terperinci.

Analisis ciri teks eksplanasi kompleks siswa kelas XI menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, ciri struktur isi teks eksplanasi kompleks. Ditemukan dua cara siswa dalam menyusun pernyataan umum, yaitu pola definisi dan pola penunjuk topik, akan tetapi kedua cara ini diuraikan dengan pola yang beragam dan terdapat pula pola penggabungan kedua ciri. Ditemukan empat cara siswa dalam menyusun deret penjelas, yaitu uraian sebab—akibat, uraian tahapan, uraian jabaran, dan gabungan ketiga ciri, akan tetapi keempat ciri ini diuraikan dengan pola yang beragam. Ditemukan tiga cara siswa dalam menyusun bagian interpretasi, yaitu kata penutup/kesimpulan, pengulangan informasi penting, dan opini, akan tetapi ketiga ciri struktur ini diuraikan kedalam berbagai pola yang berbeda.

Kedua, ciri kebahasaan teks eksplanasi kompleks. Ditemukan tiga cara siswa dalam menuliskan istilah dalam teks eksplanasi kompleksnya, yaitu (a) menggunakan istilah mendukung topik, (b) menggunakan istilah kurang mendukung topik, dan (c) menggunakan istilah yang tidak mendukung topik. Ciri kebahasaan selanjutnya adalah penggunaan kata hubung (konjungsi) kalimat. Ditemukan beberapa konjungsi yang muncul pada teks eksplanasi kompleks karangan siswa, yaitu (a) konjungsi sebab—akibat, (b) konjungsi penunjuk waktu, dan (c) gabungan konjungsi sebab—akibat dan penunjuk waktu. Ciri kebahasaan terakhir yang muncul adalah pola pengembangan paragraf. Ditemukan beberapa   pola dalam pengembangan paragraf, antara lain yaitu (a) pola pengembangan proses, (b) pola pengembangan sebab—akibat, (c) pola pengembangan akibat—sebab, dan (d) pola pengembangan klasifikasi. Pola pengembangan paragraf yang banyak digunakan pada karangan teks eksplanasi kompleks siswa adalah pola pengembangan sebab—akibat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai pola penulisan ciri teks eksplanasi kompleks, baik dari struktur isi maupun ciri kebahasaan. Bagi guru Bahasa Indonesia, peneliti menyarankan kiranya penting bagi guru untuk menetapkan kriteria pengolahan sumber atau bahan pemerolehan data oleh siswa sebelum menyusun teks eksplanasi. Guru juga perlu menyusun instrumen pembelajaran dengan lebih rinci, agar proses maupun hasil menulis teks eksplanasi kompleks dapat lebih maksimal dan hasil karangan siswa terhindar dari unsur plagiarisme. Bagi siswa, peneliti menyarankan agar siswa melatih keterampilan dalam mengolah data informasi dari sumber lain,  serta meningkatkan kemampuan dalam menulis, agar kecenderungan plagiarisme dapat diminimalisir, sehingga dapat menghasilkan teks eksplanasi kompleks yang original atau asli, dengan tetap mencantumkan sumber pengambilan data. Bagi peneliti lain, diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai teks eksplanasi kompleks dengan rumusan masalah yang lebih kompleks, sehingga dimungkinkan masih banyak hal yang perlu digali kembali untuk tercapainya pembelajaran yang lebih baik, khususnya perlu dicarikan solusi pembelajaran yang dapat mengurangi atau mengatasi plagiarisme oleh siswa.