DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penalaran dalam Paragraf Teks Tanggapan KritisSiswa Kelas IX SMP Negeri 3 Malang

Mochamad Arifin Alatas

Abstrak


ABSTRAK

 

Alatas, MochamadArifin. 2017. Penalaran dalam Paragraf Teks Tanggapan KritisSiswa Kelas IX SMP Negeri 3 Malang. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Abd. Syukur Ibrahim, (II) Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd

 

Kata kunci: penalaran, teks tanggapan kritis, siswa SMP

 

Ciri khas manusia adalah berpikir dan bernalar. Manusia selalu berpikir dalam kegiatan sehari-hari. Disisilain manusia juga selalu berkomunikasi dengan bahasa. Berpikir memiliki hubungan yang erat dengan bahasa. Kemampuan berbahasa meliputi menulis, membaca, berbicara, dan mendengar. Kemampuan menulis memerlukan penalaran yang lebih dibandingkan kemampuan bahasa lainnya. Hasil sebuah tulisan adalah teks. Jenis teks ada beragam. Salah satu teks yang memerlukan penalaran lebih adalah teks tanggapan kritis. Teks tanggapan kritis diajarkan pada kurikulum 2013 di tingkat SMP. Oleh karena itu peneliti mendeskripsikan secara mendalam tentang penalaran dalam teks tanggapan kritis siswa SMP Negeri 3 Malang.

Penelitian ini mendeskripsikan penalaran dalam paragraf teks tanggapan kritis siswa kelas IX SMPN 3 Malang. Fokus penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsur pembangun penalaran dalam paragraf teks tanggapan kritis siswa kelas IX SMPN 3 Malang. Unsur pembangun penalaran tersebut meliputi pendirian (claim), dasar (ground), jaminan (warrant), dukungan (backing), modalitas (modal qualifier), dan sanggahan (rebuttal). (2) Mendeskripsikan bentuk penalaran dalam paragraf teks tanggapan kritis siswa kelas IX SMPN 3 Malang. Bentuk penalaran tersebut terdiri atas generalisasi, analogi, dan kausalitas. (3) Mendeskripsikan pola penalaran dalam paragraf teks tanggapan kritis siswa kelas IX SMPN 3 Malang. Model yang dipakai adalah model Toulmin. Model Toulmin yang terdiri atas enam unsur. Keenanm unsur tersebut Unsur utama (1) data atau dasar (data/grounds), (2) pendirian (klaim), (3) jaminan (warrant). Unsur pelengkap (4) dukungan (backing), (5) modalitas (modal qualifiers), (6) sanggahan (rebuttal).

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif.Penelitian ini termasuk content analysis. Intrumen penelitian meliputi intrumen pengambilan data, instrumen kodifiaksi data, dan instrumen analisis data.Data penelitian ini berupa unsur pembangun penalaran, bentuk-bentuk penalaran, dan pola-pola penalaran. Adapun data tersebut terdiri atas kalimat, alinea, dan wacana yang mengandung unsur-unsur pembangun, bentuk, dan pola penalaran.Sumber data penelitian adalah karangan siswa yang berupa teks tanggapan kritis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Malang.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik tes terbimbing dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitin ini adalah dengan teknik analisis mengalir.Triangulasi yang dilakukan penelitian ini adalah triangulasi guru Bahasa Indonesia dan ahli bahasa serta pembelajaran Bahasa Indonesia.Tehap peneliti ini terdiri atas tiga tahap. Ketiga tahap tersebut yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap penyelesaian.

Hasil penelitian ini adalah (1) unsur pembangun penalaran teks tanggapan kritis siswa kelas IX SMPN 3 Malang terdiri atas pendirian, dasar, jaminan, dukungan, modalitas, dan sanggahan.(a) Pendirian, bentuk penalaran unsur pendirian terdiri atas faktual, nilai, dan kebijakan. Ketiga bentuk tersebut divariasikan dengan wujud pendirian berupa fakta, pendapat, kesimpulan, pernyataan, penegasan, dan saran. (2) Dasar sama dengan bukti yakni faktual yang secara objektif bisa diamati, keyakinan, atau kebenarannya sudah dapat diterima. Unsur dasar berupa fakta, ilustrasi, pendapat, dan penjelasan. Unsur dasar yang ditemukan berupa data-data yang berasal dari hasil pengamatan siswa, pengetahuan siswa. (c) Jaminan berupa pengalaman yang didasarkan pada keyakinan suatu kebenaran yang dapat dipercaya sebagai upaya cara untuk memertahankan suatu pendirian yang dapat diterapkan dalam bidang khusus. (d) Dukungan berupa fakta, fakta historis, peernyataan infromasi, hasil wawancara, observasi, dan teori pakar. (e) Modalitas yang digunakan pada umumnya penanda kepastian dan kemungkinan. (f) Sanggahan. siswa dalam teks tanggapan kritis diungkapkan dalam benuk fakta, opini, dan penjelasan.

(2) Bentuk penalaran teks tanggapan kritis ini meliputi (a) Kausalitas, menytakan suatu kondisi tercipta karena adanya kondisi tertentu atau peristiwa satu menyebabkan peristiwa lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kausalitas yang ada dalam teks tanggapan kritis siwa kelas IX  mengarah pada hubungan sebab-akibat. Adapun variasi dalam penelitian ini meliputi akibat-akibat-sebab, akibat-sebab, akibat-sebab-akibat, akibat-sebab-sebab-akibat, akibat-sebab-sebab-akibat-akibat, akibat-sebab-sebab-sebab, akibat-sebab-sebab-sebab-sebab, akibat-sebab-sebab-sebab-sebab-sebab, sebab-akibat, sebab-akibat-akibat, sebab-akibat-sebab, dan sebab-sebab-akibat-akibat-akibat.(b) Generalisasi, diawali pernyataan khusus menuju hal umum atau sebaliknya yakni pernyataan umum menuju hal khusus. (c) Analogi, penulis mengemukakan perbandingan sifat-sifat khusus antara dua hal yang berlainan atau dua hal yang termasuk dalam kelas yang berbeda. Sebagai metode penjelasan, analogi deklaratif merupakan suatu cara yang sangat bermanfaat, karena gagasan baru itu dapat diterima bila dihubungkan dengan apa yang sudah diketahui.

(3) Pola penalaran dalam teks tanggapan kritis memiliki ragam variasi meliputi Pola I, II, III, IV, dan V. Pola penalaran dengan menggunakan unsur pendirian (claim), dasar (ground), jaminan (warrant), dukungan (backing), modalitas (modal qualifier), dan sanggahan (rebuttal). Tema yang dituliskan siswa yakni HP, Rokok, dan Transportasi. Siswapun juga terlihat menuliskan teks tanggapan kritis dengan logis terbukti dengan ragam pola dalam teks tanggapan kritis. Variasi muncul karena siswa mempu  berpikir kritis lebih maju terbukti dengan memaparkan hal abstrak dalam teks tanggapan kritis.