DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Kerjasama Pimpinan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam Pembinaan Karir siswa (Studi Multi Kasus pada SMK Negeri 2 Malang dan SMK PGRI 3 Malang).

LALU BELIK MADE DWIPA

Abstrak


ABSTRAK

 

Peran pemimpin pada lembaga SMK diharapkan dapat menyusun dan melaksanakan program kerja untuk bisa mengarahkan, membina, memimpin dan mengawasi serta mampu menjalin kerja sama dengan lembaga lain atau instansi yang releven dengan  sekolah  untuk nantinya diharapkan bisa dijadikan mitra kerja yang berguna untuk kebutuhan siswanya. Kebijakan pendidikan tiap lembaga memiliki perbedaan dalam pengelolaan program keja yang dijalankan sehingga memiliki dampak yang berbeda pada hasil yang diharapkan dalam upaya pembinaan karir siswa pada DU/DI calon sebagai kebutuhan tempat bekerja mereka nantinya. Hal ini seperti terlihat pada lembaga sekolah di SMK Negeri 2 Malang dan SMK PGRI 3 Malang yang memiliki cara dan strategi masing-masing dalam rangka pembinaan karir pada siswanya.

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana strategi kerjasama pimpinan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri dalam upaya pembinaan karir siswa yang meliputi: (1) perencanaan strategi kerjasama pimpinan sekolah SMK dengan DU/DI dalam pembinaan karir siswa; (2) Bentuk strategi kerjasama pimpinan SMK menengah kejuruan dengan DU/DI dalam pembinaan karir siswa; (3) Proses menjalankan strategi kerjasama pimpinan SMK dengan DU/DI dalam pembinaan karir siswa.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi multi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, pengecekan keabsahan temuan penelitian dengan cara triangulasi, kecukupan referensial, dan ketekunan pengamatan.

Kesimpulan penelitian diketahui pada sekolah SMK Negeri 2 Malang meliputi: (1) Persiapan pimpinan SMK dengan DU/DI dalam pembinaan karir siswa: (a) Pimpinan merencanakan pembinaan siswa dengan memperhatikan kualitas lembaga DU/DI; (b) Keterlibatan DU/DI direncanakan dalam setiap tahap persiapan siswa di sekolah mulai dari awal sampai akhir; (c) DU/DI dalam organisasi sekolah dikatakan sebagai partner kerja sekolah; (d) Faktor pendukung dalam kerjasama sekolah dengan DU/DI melalui fasilitas dan pelatihan-pelatihan, sedangkan pada lembaga SMK PGRI 3 Malang: (a) Pimpinan sekolah menyesuaikan kualitas lembaga DU/DI untuk meningkatkan kualitas pelayanan kerjasama yang dilaksanakan; (b) Keterlibatan DU/DI direncanakan dalam tahap persiapan awal siswa di sekolah; (c) DU/DI dalam organisasi sekolah dikatakan sebagai partner kerja bisnis; (d) Faktor pendukung dalam kerjasama sekolah dengan DU/DI melalui fasilitas, program jangka panjang dan pelatihan-pelatihan, (2) Bentuk strategi kerjasama pimpinan SMK dengan DU/DI pada upaya pembinaan karir diantaranya: (a) Program kegiatan kerjasama di kedua lembaga tidak jauh berbeda diantaranya: praktik industri, kunjungan industri, Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Kerjasama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) atau perekrutan tenaga kerja, penyusunan kurikulum pembelajaran, On the Job Training (OJT), Pelatihan persiapan LKS, yang membedakan ialah program kerjasama kedua lembaga disesuaikan dengan jenis ketentuan dan kebutuhan pada pendidikan lembaga; (b) Bentuk kegiatan yang dijalankan oleh pimpinan SMK Negeri 2 Malang dengan DU/DI diantaranya berupa: pembinaan yang terpusat pada awal persiapan siswa sedangkan SMK PGRI 3 Malang difokuskan pada persiapan awal kemudian menyerahkan pada DU/DI pada pembinaan lanjutan; (c). Jenis DU/DI yang dijadikan partner industri oleh kedua lembaga sekolah dalam menjalankan praktik kerja industri siswa menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh lembaga sekolah dengan lingkup wilayah yang berbeda pula serta berasal dari lingkup Malang dan juga luar kota sampai luar negeri (3) Proses Strategi kerjasama pimpinan SMK dengan DU/DI dalam pembinaan karir siswa di SMK Negeri 2 Malang: (a) dalam keterlibatannya DU/DI sering mengadakan kunjungan sekolah; (b) Koordinasi pelaksana kerja diatur oleh pimpinan sekolah dan DU/DI dengan ketentuan kesetaraan peran dan kedudukan dalam kerjasama; (c) Proses pelaksanaan kerjasama yang dijalankan mengikuti ketentuan waktu 3-6 bulan atau satu semester; (d) Evaluasi hasil kerjasama yang dijalankan dengan menilai keberhasilan siswa dalam menjalankan kerjasama dan nantinya akan menjadi acuan sekolah dalam mengarahkan minat yang diinginkan siswa pada karir yang ingin dituju. Sedangkan pada SMK PGRI 3 Malang dilakukan berupa: (a) Persiapan pelaksanaan kerjasama yang dilakukan sekolah dengan DU/DI ialah pembinaan pra-prakerin; (b) Pengkoordinasian kerja pelaksana setiap pimpinan sekolah dan DU/DI diatur dalam kegiatan awal rencana kerjasama dengan DU/DI dan berlanjut pada koordinasi pelaksanaan kerjasama yang sepenuhnya mengatur kegiatan siswa; (c) Proses pelaksanaan yang dijalankan sekolah dalam kerjasama mencapai jangka waktu satu tahun lamanya; (d) Hasil yang dijalankan melalui kerjasama menilai keberhasilan kerjasama yang dijalankan guna meningkatkan koneksi yang lebih mendalam pada lembaga DU/DI dengan para siswa guna mengarah pada pembinaan karir siswa.

Berdasarkan kesimpulan peneliti memberikan saran-saran antara lain (1) Kepada pihak SMK Negeri 2 Malang dan SMK PGRI 3 Malang untuk lebih menjunjung visi tujuan pendidikan SMK dalam membina kerjasama baik nasional atau internasional guna meningkatkan nilai pembinaan karir kerja pada siswa, (2) Para pimpinan sekolah diantaranya kepala sekolah, Waka humas, kepala jurusan guna bisa membina lebih aktif lagi kinerja sekolah beserta jajarannya supaya dapat memperluas jaringan dengan jenis satuan pendidikan lainnya terkait dengan program pendidikan yang dijalankan untuk dapat mengimplementasikan sebagai program pembinaan karir siswa yang tepat.