DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Mengintegrasikan Pembangunan Karakter pada Bahan Bacaan Tambahan untuk Siswa Sekolah Menengah Atas Kelas X

Myta Laili Maghfiroh

Abstrak


ABSTRAK

Reading secara umum diakui sebagai tujuan utama dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hal ini dianggap sebagai kunci untuk menguasai tiga keterampilan lainnya: listening, writing, dan speaking. Kebutuhan untuk menguasai reading sangat tinggi karena sebagian besar sumber bacaan dan pengetahuan tersedia dalam bahasa Inggris. Selain itu, dalam kurikulum 2013, tidak hanya penting untuk menguasai bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran wajib di Ujian Akhir, namun siswa diharapkan dapat belajar pula tentang pendidikan karakter yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran, termasuk reading. Sayangnya, ketersediaan sumber baca yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan kompatibel dengan kurikulum 2013 masih terbatas. Terutama bahan bacaan pelengkap dengan tampilan menarik selain dari buku teks. Terlebih, bahasa Inggris hanya diajarkan seminggu sekali, menuntut guru untuk secara bijak menggunakan waktu yang telah dijadwalkan untuk mengajar reading secara efektif. Situasi dan sarana belajar mengajar yang tidak memadai ini juga dihadapi oleh para siswa dan guru bahasa Inggris di SMA N Klakah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Pendidikan Karakter Terpadu dalam Bahan Bacaan Tambahan untuk Kelas X.

Dalam mengembangkan bahan bacaan, penelitian dan pengembangan (R & D) ini mengadaptasi kerangka model pengembangan oleh Borg and Gall (2007) dan Tomlinson dan Masuhara (2004) yang merupakan spesialis bidang pengembangan materi. Perkembangan produk didasarkan pada teori pendekatan komunikatif dan teori bacaan lainnya. Prosedur pengembangan diprakarsai oleh penyelidikan pendahuluan yang berkaitan dengan analisis kebutuhan, wawancara, dan review dokumen instruksional pendukung. Tahap selanjutnya adalah pengembangan bahan bacaan. Pada tahap ini, pemetaan materi, pemilihan bacaan teks dan tugas dibuat, dimana perencanaan media dibuat secara lebih rinci daripada tahap sebelumnya. Tahap ketiga adalah validasi produk. Langkah validasi terdiri dari: (1) peer review, (2) validasi praktisi, (3) validasi oleh ahli materi. Tahap selanjutnya adalah revisi akhir dari semua validasi yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah materi telah direvisi, uji coba produk dilakukan.

Produk akhir dari penelitian ini adalah bahan bacaan pelengkap yang terintegrasi dengan pembangunan karakter untuk mendukung kebutuhan teks monolog sebagai salah satu tujuan pembelajaran pada kurikulum 2013. Ini terdiri dari tiga teks monolog yang berbeda: Descriptive, Recount, dan Narrative. Masing-masing dilengkapi dengan berbagai tugas membaca dan kunci jawaban. Semua disajikan dalam bentuk kertas berlaminating dan ditempatkan di dua kotak terpisah: satu kotak berisi teks bacaan dan kotak lainnya berisi jawaban kunci. Ini dibuat untuk siswa sebagai sumber bacaan tambahan dan media bacaan alternatif. Selain membaca teks, media baca ini juga dilengkapi dengan fitur lain, yaitu "Belajar Idiom", "Fakta Menyenangkan", "Kata Pakar" dan "Mari Bermain" sebagai kegiatan membaca dan juga media untuk mengajari mereka tentang pembangunan karakter secara eksplisit dan implisit.

Selama uji coba produk, para siswa tampak antusias dalam belajar reading dengan menggunakan media. Mereka menganggap bahwa materi dan teks yang digunakan di media sudah jelas. Mereka juga menegaskan bahwa presentasi media menarik. Dari kuesioner yang dibagikan, dinyatakan bahwa siswa belajar tentang karakter dan nilai moral yang tertuang dalam bacaan teks atau aktivitas membaca. Guru sebagai praktisi juga melihat produk secara positif dengan memberikan umpan balik yang positif tentang presentasi dan kepraktisan produk terhadap aktivitas reading. Guru juga menegaskan bahwa bahan bacaan sudah memenuhi standar kurikulum 2013 dengan mengintegrasikan pembangunan karakter dalam teks bacaan dan aktivitas membaca. Hal ini juga dinyatakan oleh rentang rata-rata bahwa media sudah valid dan dapat digunakan sebagai media untuk tujuan pendidikan (3,08 dari 4). Media ini diantisipasi untuk membantu tidak hanya siswa SMA N Klakah, tapi juga siswa SMA Kelas X secara umum menggunakan bahan pelengkap selain dari buku teks yang biasa dipakai. Hal ini juga dilakukan agar siswa mendapat pengalaman belajar nilai-nilai untuk membangun karakter mereka sesuai dengan harapan dan tujuan kurikulum 2013.