DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PengembanganModel KedisiplinanPeserta DidikMelalui Internal Locus of Control.

Elya Indah Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Seorangpesertadidikdalammengikutikegiatanbelajar di sekolahtidakakanlepasdariberbagaiperaturantatatertib yang diberlakukan di sekolahnya, dansetiappesertadidikdituntutuntukdapatberperilakusesuaidenganaturandantatatertib yang berlaku di sekolahnya. Ketaatandankepatuhandalammenjalankantatatertibsekolah, tidakakandirasamemberatkanbiladilaksanakandengankesadaranakanmasing-masingpesertadidik. Kemauandankesediaanmematuhidisiplinitudatangdaridalamdirisendiripesertadidikitusendiritanpapaksaandariluaratau orang lain, khususnyadiripesertadidiktersebut.Perilakudisiplinpadadiripesertadidiksangatdiperlukanuntukmembekalipesertadidikpadakehidupan yang akandatang, sehinggaperilakudisiplinmerupakanhal yang pentingdanperlumendapatkanperhatiankhususgunamenanamkankedisiplinanpadapesertadidik. Disiplinmerupakansalahsatusaranabagipenanamanpendidikankarakter di sekolah. Disiplin yang perluditumbuhkankepadapesertadidikutamanyaadalahdisiplindiri. Pendisiplinandiripesertadidikbertujuanuntukmembantupesertadidikmenemukandiri, mengatasi, danmencegahtimbulnyapermasalahan-permasalahanterkaitkedisiplinan, berusahamenciptakansuasana yang aman, nyaman, danmenyenangkanbagikegiatanpembelajaran, sehinggamerekamenaatisegalaperaturan yang ditetapkan. Olehkarenaituperluadanyapembiasaanperilakudisiplinbagipesertadidikmelaluipemberlakuantatatertibsekolah.

Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikantentang: (1) mengetahuikondisikedisiplinanpesertadidik di sekolah; (2) mengetahuibentuk-bentukupayakedisiplinanpesertadidik di sekolah; (3) mengembangkan model kedisiplinanpesertadidikmelaluiinternal locus of control,  (4) Keefektifanpengembanganmodel kedisiplinanpesertadidikmelaluiinternal locus of control.

PenelitianinimenggunakanmetodeResearch and developmentataupenelitiandanpengembangan. LokasipenelitianiniadalahSMK Shalahuddin 2 Malang yang terletak di wilayahtengahperkotaankota Malang. Metodeini di mulaidariperencanaanhinggaevaluasimelaluivalidasiahlimaupunmateri yang kemudianmengasilkansebuahproduk. Analisis data dalampenelitianinimenggunakanteknikkuantitatif deskriptif.

Berdasarkan penelitian studi pendahuluan menyatakan layanan kedisiplinan bagi peserta didik di rasa perlu ditingkatkan. Dengan demikian produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yakni, (1) model layanan kedisiplinan bagi peserta didik melalui internal locus of control; (2) buku panduan layanan kedisiplinan peserta didik. Kedua produk tersebut saling berkaitan yang mana model merupakan gambaran proses rencana layanan kedisiplinan bagi peserta didik yang kemudian dikemas dalam buku panduan layanan kedisiplinan bagi peserta didik.

Validasi ahli materi menyatakan buku panduan layanan kedisiplinan peserta didik dalam aspek penggunaan kualitas materi, kelayakan isi, kelayakan penyajian dan penilaian bahasa berada pada kategori “Tinggi”, dengan revisi pada design cover buku yang lebih menarik, menggunakan gambar yang lebih komunikatif serta penggunaan huruf pada buku panduan harus diperjelas. Uji lapangan memperoleh nilai 44 padaaspekkegunaan, nilai 41 padaaspekkemudahanpengguna, nilai 43 padaaspekkelengkapan, danniai 40 padaaspekketerbacaan, dimananilai-nilaitersebuttergolongpadaketegori “Tinggi”. Padaujicobabukupanduanmemiliki 83,33% padaklasifikasisangattinggidan 16,67% menunjukkanklasifikasitinggi.

Wujud produk yang telah direvisi adalah (1) model layanan kedisiplinan peserta didik melalui internal locus of control; dan (2) buku panduan layanan kedisiplinan peserta didik. Kekuatan produk (1) model layanan kedisiplinan peserta didik melalui internal locus of control dapat digunakan untuk memperbaiki sistem kedisiplinan peserta didik yang selama ini dilakukan di sekolah, (2) mudah digunakan dengan bahasa yang mudah dipahami, (3) sekolah dapat mengidentifikasi secara sederhana tentang seberapa jauh kedisiplinan peserta didik di sekolah. Kelemahan produk (1) penggunaan buku panduan harus didasarkan pada kebutuhan peserta didik, sehingga guru harus menyesuaikan latar belakang peserta didik, (2) diperlukan tenaga konseling atau tenaga khusus dalam pelaksanaannya. Penelitimemberikan saran kepada: (1) KepalaSMK Shalahuddin 2diharapkanuntuklebihmeningkatkankedisiplinanpesertadidikdengantanpahukuman, agar pesertadidikdapatmengikutikegiatansekolahdengannyaman;  (2) bagisekolah lain Pemanafaatanprodukinidapatmembantusekolah-sekolahmenjalankanlayanankedisiplinan, karenadalam program yang dikembangkandilengkapidenganpanduanpelaksanaanlayananpendidikankaraktermelalui internal locus of control.