DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Life Skills dengan Pola Penguatan Jaringan Usaha Hulu Hilir (Studi Kasus pada Budidaya Murbei di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan). (Tesis)

Hernawan Hernawan

Abstrak


Salah satu kesimpulan yang disepakati pada kegiatan Temu Evaluasi Program PNF tahun 2006 yang diselenggarakan di Solo dan diikuti oleh Jajaran PNF di tingkat pusat dan daerah seluruh Indonesia serta hasil monitoring evaluasi BPPLSP Regional IV tahun 2006 adalah penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup (life skills) PNF belum mampu mencapai hasil yang optimal. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, maka pada tahun 2007 BPPNFI Regional IV telah mengembangkan sebuah model pendidikan kecakapan hidup dengan Pola Penguatan Jaringan Usaha Hulur Hilir Budidaya Murbei di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Anggota kelompok melibatkan 20 orang yang menekuni berbagai macam usaha kecil yang berbahan satu komoditi yaitu tanaman murbei dan usaha-usaha lain yang mendukung.

Keberhasilan program dalam masa uji coba, dilanjutkan oleh anggota kelompok untuk tetap mempertahankan kelompok usaha dengan pola jaringan, dan selama 1 (satu) tahun pelaksanaannya telah mampu memberikan dampak yang positif bagi hidup anggota. Fenomena keberhasilan program life skills dengan Pola Penguatan Jaringan Usaha Hulu Hilir Budidaya Murbei di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan menarik untuk dikaji secara mendalam dalam sebuah penelitian.

Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penyelenggaraan model pendidikan kecakapan hidup dengan Pola Penguatan Jaringan Usaha Hulu Hilir di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan? (2) alasan apa yang mendorong anggota kelompok mengikuti program? (3) perubahan apa yang dialami anggota kelompok setelah menerapkan model life skills dengan Pola Penguatan Usaha Jaringan Hulu Hilir?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik: (1) wawancara, (2) observasi dan (3) studi dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan snow ball sampling. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: (1) reduksi data, (2) penyajian data (display data) dan (3) pengambilan kesimpulan dan verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan model pendidikan kecakapan hidup dengan Pola Penguatan Jaringan Usaha Hulu Hilir Budidaya Murbei di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan terdiri atas 13. Jenis usaha yang saling terkait dengan budidaya dan pengolahan hasil budidaya tanaman murbei yaitu budidaya murbei, budidaya bibit murbei, usaha pembuatan pupuk organik, usaha sari buah murbei, usaha es murbei, usaha sirup murbei, usaha selai murbei, usaha manisan murbei, usaha dodol murbei, usaha cuka murbei, usaha sablon/pengemasan, usaha pengumpulan botol bekas dan pemasaran. Sebanyak 20 orang yang bergerak dalam ketigabelas jenis usaha tersebut, membentuk satu kelompok usaha. Untuk memajukan kelompok, mereka secara rutin mengadakan kegiatan harian yaitu proses kegiatan sehari-hari dan juga pertemuan rutin bulanan yang kadang-kadang mendatangkan Nara Sumber Teknis (NST) dari luar guna menambah wawasan anggota kelompok. Adapun alasan-alasan yang mendorong anggota bergabung dalam kelompok adalah: (1) keinginan untuk bersosialisasi, (2) harapan untuk maju, termasuk didalamnya harapan untuk menambah penghasilan. Sedangkan pemberdayaan anggota kelompok melalui penerapan model life skills dengan penguatan usaha jaringan hulu hilir di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dapat dilihat dari dampak ekonomi seperti pendapatan dan kesejahteraan sebagian besar anggota jaringan meningkat, dampak sosial seperti kerjasama antara anggota jaringan semakin meningkat dan dampak lingkungan seperti perencanaan program penghijauan melalui penanaman pohon murbei di setiap villa yang ada di Kelurahan Pecalukan Kecamatan Prigen.

Dari hasil penelitian ini, saran-saran yang diajukan yaitu: (1) pihak pemerintah daerah hendaknya memberikan pembinaan yang lebih intensif kepada kelompok, sementara bagi kelompok hendaknya dapat lebih memasarkan produk dalam skala yang lebih luas, (2) bagi kelompok usaha program life skills dengan Pola Penguatan Jaringan Usaha Hulu Hilir di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dapat menambah anggota yang memiliki jenis usaha lain misalnya perkreditan untuk dapat menambah modal usaha dan meningkatkan pendapatan.

 

Abstract:

One of the conclusions that were raised in the Evaluation Workshop of Non-formal Education Program in Solo, 2006, and then followed by Monitoring and Evaluation from BPPLSP Regional IV in 2006 was that implementation of Non-formal Education program is not optimized yet. Based on that result, the Fourth Regional Body of Out-of-School Education and Youth Development Program (BPPLSP Regional IV) had developed a model of life skills programs by strengthening upstream and downstream business network on mulberry cultivation in Prigen sub-district, Pasuruan district. Research participants were 20 people who had gotten involved in this business utilizing mulberry as the raw material with various supporting products.

 The success story of the project during fieldwork was sustained in terms of the number group members in business networking in a-year field testing phase. Moreover, it had been showing positive impact to the members.  This phenomenon was interesting to be examined in a research comprehensively. This research focuses on:   (1) how this life skills model of strengthening upstream and downstream business networking was implemented in locus area?; (2) what were the motive inspiring the group member to get involved in the program; (3) what were change for the members after implementing the model?

This research was a qualitative approach utilizing case study design.  For data gathering, the researcher conducted in-dept interview, observation, and documentation study. Sample decided through snow ball sampling. Data analysis was conducted through tree step as follow: (1) data reduction, (2) data display and (3) conclusion and verification.

Findings this research was that implementation of life skills model of  strengthening upstream - downstream business networking in mulberry cultivation in Prigen sub-district, Pasuruan district consist of 13 (thirteen) types of  small business which linkage with cultivation mulberry trees and processing the mulberries.   Types of the businesses were mulberry cultivation, seedling cultivation, organic fertilizer processing, producing essence, producing ice cream, producing juice, jam, sweet compote,   mulberry dodol, mulberry vinegar, printing and packing, collecting used-bottle, and marketing.   There were 20 people who were managing all 13 enterprises with an umbrella as a holding company.  For improving the group capacity, there had conducted a routine meeting for all members that was not just for sharing among the members but also for having a presentation from outsider expert. There were some reasons for the members join the group as following: (1) the willingness for socialization with other, (2) expectation to be improving together, which included better income generating. Therefore, the impact of implementation that model could be seen on economic improvement such as income and living standard most of the members. Moreover, there were also increase in social impact indicated by increasing togetherness among the members, and environmental impact where people in around Pecalukan village,  Prigen sub-district were starting to growing Mulberry trees.  

From the finding above, the researcher suggested for future research: (1) local government suppose to give them management coaching and leadership training intensively, in the same time the group must expand their market share, (2) for the holding group in this life skills program in Prigen sub-district, Pasuruan district would enlarge its member by giving opportunity to people who were willing to join the group. It would be done by giving small loan for them to increase their capital and income.

Teks Penuh: DOC PDF