DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Religiusitas Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Studi Kasus di Universitas Multikultural)

Sri . Rahayuningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayuningsih, Sri. 2017. Religiusitas Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Studi Kasus di Universitas Multikultural). Tesis, Pasca Sarjana Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Andi Mappiare-AT., M.Pd. dan (II) Dr. Muslihati.,M.Pd.

 

Kata Kunci: Pergaulan, Multikultural, Kampus Multikultural, Religiusitas

 

Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa dilepaskan dari pergaulan sehari-hari dengan orang lain. Manusia tidak akan bisa menjalani kehidupan dengan semestinya jika tidak ada orang lain di sekitarnya. Dalam pergaulan ini seseorang bisa mewarnai atau bahkan diwarnai orang lain dan lingkungan tergantung seberapa kuat pengetahuan dan keteguhan memegang prinsip orang yang bersangkutan meski memang saling mempengaruhi ini merupakan suatu keniscayaan dalam pergaulan modern dimana mobilitas orang semakin tidak terbatas. Orang dari satu daerah bisa dengan mudah bergaul dengan orang dari tempat yang sangat jauh yang berbeda latar belakang budaya, agama, bahasa dan sebagainya sehingga terjadi saling pengaruh-mempengaruhi antar satu budaya ke budaya lain, atau satu pribadi ke pribadi lain  dalam masyarakat multikultural .

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasar studi kasus yang ingin mengetahui sejauh mana peran pergaulan mempengaruhi religiusitas seseorang. Fokus penelitian ini adalah bagaimana faktor pergaulan berperan terhadap keseimbangan pengetahuan dan praktik religiusitas mahasiswa kampus multikultural. Selain itu juga ingin diketahui faktor apa saja yang mempengaruhi ketidakseimbangan antara pengetahuan dan praktik religusitas mahasiswa di kampus multikultural.

Hasil temuan penelitian ini membuktikan bahwa memang terjadi ketidakseimbangan antara pengetahuan dan praktik religiusitas mahasiswa diantaranya (a) subyek sedikit demi sedikit mengabaikan pengetahuan religiusitasnya dalam pergaulan di kampus multikultural, (b)  subyek memiliki kegiatan yang lebih padat sehingga keterbatasan fisik membuatnya kelelahan dan ini mendegradasi kualitas spiritualnya, (c) subyek mengalami krisis kepercayaan diri akibat buruknya kelola diri jika mempertahankan pola pergaulan ketat ala pondok pesantren. Sedangkan faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan adalah (a) ketakutan subyek akan dikucilkan dan tidak diterima kelompok jika tetap mempertahankan pola pergaulannya yang ketat sesuai pengetahuan religiusitasnya (b) subyek masih memerlukan motivasi eksternal untuk praktik religiusitas yang baik dan, (c) karena subyek memang memiliki sifat yang kurang bertanggung jawab.